KAKAKKU MERTUAKU

KAKAKKU MERTUAKU
PART 42 KEHILANGAN


__ADS_3

Sudah lima hari handy dan valdo tidak datang ke rumah tita, sejujurnya Handy sudah sangat kangen. Tapi syukurlah valdo selalu berhasil mengalihkan perhatian handy.


Dan begitu juga Linda dan tita, akhirnya mereka menyadari ada yang kurang dalam seminggu ini.


"mi, kok tumben kak handy sama om valdo ngga pernah main ya"? tanya tita kepada maminya malam ini ketika mereka sedang nonton.


"iya ta, mama juga merasa sudah seminggu mereka ngga main kesini"? ujar Linda, walau dalam hati Linda juga ingin tahu sebenarnya apakah tita sudah menolak handy atau apakah handy sudah menyampaikan perasaannya kepada tita.


"mungkin mereka sibuk banget kali ya mi" malah jawab tita sendiri, pertanyaannya dia jawab sendiri.


"apa terakhir tita marah sama handy ada kata - kata tita yang keceplosan kali" tanya Linda penuh selidik.


Terlihat tita mikir sambil mengingat - ingat kejadian itu.


"apa iya ya mi, kak handy marah sama tita" ujar tita sambil melihat maminya serius.


Terlihat Linda menarik nafas panjang lalu mengusap punggung anaknya.


"Ta, sekarang tita sudah sembilan belas tahun, sudah harus belajar lebih dewasa ya nak. harus lebih peka dengan perasaan orang lain. Yang mami lihat sih dari tatapan handy kayaknya dia suka deh sama anak mami ini"? ucap Linda perlahan mencoba menggali perasaan tita.


"hahhh maksudnya mi"


"iya, maksud mami handy itu suka sama kamu ta"


"masak sih mi" ujar tita entah senang entah kecewa, dia bingung. Yang pasti tita seperti ada satu getaran dalam tubuhnya mendengar ucapan maminya.


"Ya, mami itu sudah dewasa dan pengalaman. Mami tahu mana yang ada rasa cinta dan yang biasa aja. Tapi mami sih percaya kok sama anak mami ini, pasti akan selalu memikirkan keputusannya" ucap Linda bijak.


Linda sih sudah berpikir dengan tenang beberapa Hari ini. Dan dia sangat bersyukur bila handy mencintai tita. Itu berarti akan ada yang menjaga tita selain dia. Karena Linda yakin handy orang yang bertanggung jawab. Bahkan kemarin ketika Ica menyakiti hati tita, handy langsung memberi pelajaran untuk wanita itu.


Kalau mengenai perbedaan usia mereka, tidak masalah buat Linda. Karena tita adalah anak manja, dan sepertinya klop karena handy selalu memanjakannya, bahkan hampir terlalu memanjakannya kalau Linda tidak mengingatkan tita.

__ADS_1


"tapi kak handy sudah tua mi" ucap tita asal ceplos.


"terus apa tita mau cari yang seumuran tita" tanya maminya lagi


"tapi kak handy itu juga kaya mi, nanti pasti selingkuh kayak Daddy" jawabnya versi jawaban remaja yang belum tahu asam garam kehidupan.


Linda merangkul anaknya lagi dan mengusap kepalanya.


"Ta, kehidupan ini adalah milik Tuhan nak, dan semuannya kita harus kembalikan padannya. kita hanya bertugas menjalani dengan baik dan memberikan yang terbaik buat orang lain." tutur Linda bijak sementara tita masih diam dalam dekapan maminya.


"Dan mesranya pacaran, kecocokan waktu pacaran, dan perbedaan usia tidaklah jaminan sayang bahwa pernikahan itu akan awet sampai maut memisahkan." lanjutnya lagi


"contohnya Daddy dan mami, ketika muda kami sangat cocok dan saling mencintai. Tapi buktinya daddymu masih bisa selingkuh setelah sekian tahun pernikahan. Jadi perjalanan cinta dalam rumah tangga itu tergantung kamu menjagannya sayang. Mami yakin kok anak mami ini nantinya berhasil menjaga rumah tangganya." lalu Linda terdiam sejenak.


"kegagalan Daddy dan mami jangan jadikan patokan sayang, karena sejujurnya Tuhan sudah mengatur dan menentukan semua jalan hidup kita. Siapa tahu aja dengan sifat kamu yang manja bisa klop dengan handy yang dewasa" ujar Linda lagi.


"iya sih mi, kadang kak handy itu terlalu memanjakan tita, apa yang tita mau pasti dilakukan. mungkin kalau tita minta kreditin rumah di kreditin kali ya mi" ujarnya polos sambil ketawa.


"tapi kita kan ngga boleh matre ya mi" ucap tita lagi versi dewasa.


"jadi jalani aja hidup yang sudah di gariskan untuk tita. jangan takut karena kita orang beriman yang penting jangan menyusahkan orang lain dan berniat menyusahkan orang lain" ujar Linda.


"apa kita telepon kak handy ya mi, kenapa mereka ngga datang ke sini" tanya tita sama Linda.


Linda terlihat senyum melihat putrinya, sepertinya putrinya ini juga kehilangan sosok handy kok.


"emank tita kangen sama kak handy" tanya Linda berusaha biasa aja supaya tita tidak tersinggung.


"iya mi, sudah berapa hari ini nggada yang acak - acak rambut tita" ucapnya polos tapi terlihat semangat.


"tapi kalau misalnya handy benaran suka sama tita, tita mau ngga" tanya Linda hati - hati. Biar bagaimana pun emosi anaknya ini masih labil, gampang berubah apalagi di tambah dengan masalah Daddy dan maminya kemarin.

__ADS_1


Bukannya menjawab tita malah melihat maminya dan bertanya balik ke Linda.


"mi, apa mungkin kak handy suka sama tita, cinta sama tita sementara tita sering bikin dia kesal? Pasti di kantornya banyak cewek yang cantik dan mapan kan mi, cewek mandiri atau anak mahasiswa deh, bukan kayak tita anak ingusan, emosian trus broken home lagi" tanya tita jadi sedikit berubah lesu wajahnya.


Kembali Linda merengkuh anaknya dan juga mengusap lengannya.


"ta, tadi kan mami sudah bilang nak bahwa cinta itu tidak bisa kita beli dengan uang. Cinta itu hadir tanpa kita sadari kepada siapa hati kita bergetar" ucap Linda tulus.


"iya sih mi, tapi tita takut, kak handy nanti marahin tita terus" ucapnya


Linda kembali tersenyum, dia melihat trauma anaknya ini masih ada dengan kegagalan rumah tangga maminya.


"sayang dimarahi kalau karena salah tidak apa - apa kan, itu berarti biar kita lebih baik lagi." ucap Linda


"tapi Daddy marahi mami karena tita labrak pelak.r itu" potongnya langsung.


Linda hanya bisa memeluk anaknya dan mengusapnya penuh kasih sayang.


"ta, kan tadi mami sudah bilang, tita jangan hanya berkaca pada kegagalan mami dan Daddy, karena tita punya garis hidup sendiri sayang. Dan tita tahu ngga, kesulitan dalam hidup ini akan membuat kita tambah dewasa, termasuk mencari cara keluar dari kesulitan tersebut."


"ahhh ngga tahu ahhh mi, tita udah ngantuk, tita mau bobo" ucap tita sambil bangkit.


"good night mom" ucapnya sambil soon maminya.


"night sayang" ucap Linda juga


Linda sedikit merasa lega, karena sepertinya tita tidak terlalu menutup diri untuk handy. Dia hanya perlu sedikit rasa percaya diri, karena dia sadar bahwa dia dari keluarga broken home dan saat ini mereka nompang di rumah handy walaupun bayar kontrakan sedikit. Karena sejujurnya uang kontrakan yang mereka bayar itu, tidak sebanding dengan luas rumah yang mereka tempati.


Selamat pagi semuanya


Selamat pagi

__ADS_1


tetap ya, like, coment dan votenya author tunggu


Terimakasih🙏


__ADS_2