KAKAKKU MERTUAKU

KAKAKKU MERTUAKU
PART 81 MAAFKAN DADDY


__ADS_3

Handy masih tetap memegang tangan tita untuk meyakinkannya kalau handy akan tetap berada disampingnya untuk menguatkannya.


Tita masih terlihat galau, tapi sedikit lebih tenang setelah minum teh manis dari handy. Dia lalu melirik handy untuk minta kembali bekerja.


"kak boleh ngga aku kembali kerja, apa aku sudah di pecat?" tanya tita


Handy jadi tertawa kecil mendengar ucapan calon istrinya. Dia langsung meraih tangan tita dan mengusapnya.


"siapa yang berani memecat kamu sayang, hmmm"? tanya handy sambil senyum membuat tita juga sedikit tersenyum. Apalagi handy sangat lembut dan sabar menghadapi tita. Memang secara job description tamu itu adalah raja, dan harus selalu di perlakukan hormat. Tapi ini tamunya juga sadar kalau tita melakukan itu karena apa.


"jadi boleh aku kembali kerja" tanya tita. Handy melirik pak David yang masih menatap tita putrinya. Handy tidak masalah kalau tita kembali bekerja ke bawah ke bagian receptionist, semua yang terjadi tadi pasti bisa dibereskan oleh valdo, tapi bagaimana dengan pak David, dia belum berhasil bicara sama tita, bahkan tita dari tadi terlihat seperti tidak menganggap pak David itu ada di ruangan itu.


"sayang, mengenai kerja kamu bisa kembali nanti, menurut kakak yang paling penting bicaralah dulu sama pak David ya. Kamu marah juga boleh, mau bilang apa juga boleh sayang, yang penting bicaralah ya ta" bujuk handy.


"maaf pak David, saya rasa saya tidak mau meninggalkan tita sendiri" ucap handy yakin walaupun dia tahu pak David itu tidak mungkin berbuat apa - apa sama putrinya tita, tapi handy ngga mau tita merasa tidak nyaman. Dia ingin tita merasa kuat jika handy di sampingnya.


"tidak apa - apa pak handy" ucap pak David sendu.


"valdo kamu tunggu di ruangan kamu aja, nanti saya panggil" perintah handy kepada valdo asistennya. Padahal lewat chat handy langsung menyuruh valdo segera menjemput ibu Linda untuk datang ke kantor.


"oke" valdo langsung melangkah keluar dari ruangan handy. Sementara Dodi merasa tidak mungkin meninggalkan bosnya itu sendiri, karena fisiknya belum terlalu fit, Dodi ngga mau menyesal kalau terjadi sesuatu.


"maaf pak handy, sepertinya saya juga tidak bisa meninggalkan pak David sendirian karena beliau sedang dalam pemulihan sehabis sakit pak" ujar Dodi lagi


Handy sudah tidak memikirkan Dodi lagi ada disana atau tidak, dia malah langsung fokus ke tita. Dia memegang jemari tangan tita erat memberi syarat kalau dia selalu mendukung tita.


"pak David, sebenarnya apa yang ingin anda katakan kepada tita" tanya handy to the point.


Pak David masih merasa sedih dan galau bisa berhadapan langsung dengan putrinya itu. Dia seperti di bayang - Bayangi oleh dosa masa lalunya.

__ADS_1


Melihat pak David tidak kunjung bicara akhirnya tita yang memulai pembicaraan.


"sebenarnya apa yang ingin di bicarakan om Dodi"? tanya tita to the point juga kepada asisten daddynya.


Di todong pertanyaan begitu membuat Dodi gelagapan juga. Dia jelas tidak tahu apa isi hati tuannya secara detail, dia hanya tahu kalau tuannya itu ingin banget ketemu putrinya dan ingin minta maaf sama putrinya itu.


"maaf non tita, bapak kangen dan ingin minta maaf sama non tita katanya. Tapi biarlah bapak ngomong sendiri ya non" ujar Dodi lembut


Tita kembali diam menunggu daddynya bicara.


"maafin Daddy nak, Daddy memang bodoh, bodoh sekali." ucapnya lemah


Sementara tita airmatanya sudah menetes di pipinya mendengar ucapan daddynya. Entah kenapa airmatanya jatuh, padahal dia masih sangat marah sama daddynya itu.


"Daddy sadar kalian tidak mungkin terima Daddy lagi, tapi paling tidak maafkanlah Daddy, karena Daddy sudah sangat menderita" ucapnya lemah


"hahhh menderita, ngga salah" ucap tita sambil senyum sumbang tapi airmatanya sudah menetes terus.


Pak David tidak bisa mengatakan apapun lagi. Dia hanya bisa pasrah, yang penting tita sudah mau bicara dengannya, dia sudah sangat bersyukur.


"non tita" ucap Dodi ingin mengingatkan tita akan kondisi pak David tapi handy langsung menyela.


"biarkan tita mengeluarkan uneg - unegnya pak Dodi" ujar handy serius tidak bermaksud mengintimidasi juga, hanya saja tita memang harus di biarkan bicara biar hatinya plong.


"baik pak handy, hanya saja perlu aku kasih tahu bapak masih belum fit benar" ujar Dodi juga merasa perlu mereka tahu keadaan bosnya, demi kebaikan bersama. Gimana kalau bosnya itu tiba - tiba drop, mereka semua akan pusing di buatnya.


"biarkan dod, bapak tidak apa - apa, tita pantas bicara begitu" sanggah pak David juga.


"Saya tidak ingin bicara apa - apa lagi, jadi sudah selesai. jangan usik hidupku dan mami lagi, karena kami sudah tenang. walaupun kami tidak banyak duit buktinya kami masih bisa hidup, masih bisa makan dan lagi masih bisa saling menyayangi" ujar tita serius, terlihat dia sudah sangat kecewa sekali.

__ADS_1


"apa tidak ada lagi maaf untuk Daddy nak" ujar pak David sendu


"jangan memojokkan saya seolah - olah anda korban disini" teriak tita membuat handy khawatir.


"Drama anda sudah tidak menyentuh, tahu ngga. Bahkan anda masih mengharapkan kebesaran hati saya setelah anda menampar dan mempermalukan saya didepan banyak orang. Anda sudah menghancurkan saya dan masa depan saya, bahkan saya harus keluar dari sekolah saya"! ucap tita setengah teriak. Nafasnya terlihat ngos - ngosan pertanda dia masih menahan emosi yang sangat dalam.


Handy semakin memeluknya dan mengusap kepalanya. Tapi dia tidak menghalangi tita untuk bicara sama sekali. Dia ingin tita mengeluarkan semua uneg - unegnya yang sudah lama dia pendam.


"maafin Daddy nak" ucap pak David sambil turun dari kursinya dan berjongkok dihadapan tita. Tapi tita terlanjur sakit, dia masih memalingkan wajahnya ke arah lain untuk menutupi air matanya yang mengalir deras.


Bersamaan dengan itu valdo membuka pintu ruangan handy diikuti oleh ibu Linda.


Linda yang berada di belakang David hanya bisa menggeleng melihat posisi David sementara tita juga melihat ke arah lain. Sungguh bukan sikap kekeluargaan yang hangat. Tapi Linda masih bisa mengerti perasaan anaknya tita, dia tahu banget karakter anaknya kalau sudah benci.


"Cukup mas David, jangan obrak abrik lagi perasaan tita, apa kamu masih kurang membuatnya sengsara dan tersiksa" ujar ibu Linda membuat perhatian semuannya teralihkan ke arah pintu.


Pak David sangat kaget, Dia juga kembali bangkit dan menghadap Linda mantan istrinya walaupun belum ada juga surat pisah mereka secara resmi. Karena dulu saat mengurusnya, butuh beberapa waktu yang justru David langsung tahu siapa Ica sebenarnya, setelah pak Dodi berusaha membuka semuannya juga.


Hati David kembali ciut melihat istrinya itu, wanita yang lembut dan penuh kelembutan, tapi bisa dia sakiti sedemikian. Entah setan apa dulu yang ada dalam hatinya sehingga berbuat begitu.


Dari hati yang paling dalam sebenarnya David ingin segera memeluk istrinya dan minta maaf padanya. Tapi David ngga punya keberanian itu, dia hanya bisa bergumam pelan.


'maafkan aku'


Hallo semua pembacaku


Jangan bosan ya


like, coment dan vote

__ADS_1


Terimakasih🙏


__ADS_2