KAKAKKU MERTUAKU

KAKAKKU MERTUAKU
PART 40 GALAU


__ADS_3

"kak Linda tenang aja kalau mengenai kami, justru yang perlu di khawatirkan itu adalah kakak sama tita. Tapi sepertinya sekarang juga sudah tidak ada ancaman lagi" ujar handy.


"iya Bu Linda, dengan keadaan dia tadi harusnya Ica itu sadar sedang berhadapan sama siapa" jelas valdo.


"dan sepertinya sih sekarang itu dia sedang cari mangsa baru tadinya" tambah valdo lagi.


"kok kamu tahu" tanya handy penasaran.


"soalnya tadi handphonenya itu berdering terus, akhirnya Jojo angkat tuh sekali, ternyata mereka sedang janjian dengan g.rmo. Orang suaranya bencong trus sudah di tunggu klien katanya, coba" ujar valdo ketawa kecil.


"gila ya mereka" ucap Linda pelan.


Setelah ngobrol lama akhirnya handy dan valdo pamit pulang, tapi tita memilih tidur tidak mau keluar lagi. Linda akhirnya tidak jadi meminta dia keluar dulu menemui handy dan valdo.


"Dia sepertinya masih kesal Han, dia sudah tidur" ujar kak Linda


"ya sudah kak, ngga apa - apa, kami pamit dulu, besok mungkin agak siang mobil tita sudah sampai di sini" ucap handy.


"iya han, makasih ya kamu sudah jadi banyak repot untuk kami" ucap kak Linda tulus.


"ngga ada repot kak, hanya kebetulan aku bisa" ujar handy lalu mereka melangkah keluar menuju mobilnya.


Keesokan harinya seperti biasa handy berangkat ke kantor bersama valdo dan pak Yanto. Sampai di kantor ternyata mobil pilihan tita sudah ada disana.


Tapi karena mau ada meeting penting, akhirnya mobil itu di antar oleh valdo dan team dari showroom itu ke rumah tita. Sementara handy rencanannya ke rumah tita lagi malamnya aja.


Tita yang baru selesai belajar lumayan kaget dan antusias, mobil pilihannya sudah datang. Dengan sangat antusias dia menyambut mobil barunya.


Dia langsung berlari keluar mendekati mobilnya itu. Setelah mengitari mobilnya, tita pun membuka pintu mobil untuk melihat dalamnya. Dan tita terlihat sangat kagum dan antusias.


"cil, SIM nya nanti malam aku antar ya, soalnya sore baru dia antar ke kantor" ujar valdo.


"oke om" ujar tita ceria


"sekarang aku balik kantor lagi, selamat belajar, jangan sendirian" ujar valdo sambil senyum dan berlalu.


Tita sangat bahagia dengan mobil barunya sampai sejenak dia lupa dengan masalah kemarin, terutama rasa bencinya sama handy karena tita merasa bahwa karena jalan sama handylah Ica menuduhnya cewek ngga benar.


Tapi ketika sore harinya handy datang bersama valdo, tita kembali menjaga jarak. Mungkin dalam hati tita supaya orang tidak mengira tita sebagai cewek murahan, mendekati handy demi uang.


Handy sangat kecewa sebenarnya, tapi seperti janjinya kepada Linda dia tidak boleh kecewa atau marah. Karena tita itu masih kecil, hampir selisih sebelas tahun dengan handy yang sudah tiga puluhan sekarang.


Sebenarnya Linda melihat sedikit kekecewaan handy, tapi dia juga ngga bisa berbuat apa - apa. Karena semua keputusan ada di tangan tita dan dia tidak mau memaksa putrinya itu untuk hal apapun.


Akhirnya handy dan valdo pulang, setelah mereka selesai minum kopi yang selalu di buatkan Linda ataupun Susi art barunya.


Dalam perjalanan pulang terlihat handy sangat kecewa, tapi valdo kurang jelas karena apa, yang pasti sih pasti gara - gara tita, cuma masalahnya apa valdo ngga tahu.


Malam harinya handy tidak bisa tidur karena di cueki oleh tita tadi. Tapi mau gimana lagi, mau di paksa juga ngga mungkin.

__ADS_1


Semakin malam, bukanya langsung tidur malah handy semakin ingin untuk bertemu dengan tita. Melihat cerewetnya tita dan juga semua tingkah polah tita.


'ini ngga benar, kenapa semakin aku coba tidur malah semakin aku terbayang dan ingin ketemu tita' batin handy gusar.


Satu - satunya hal yang bisa dilakukan handy adalah telepon valdo. Tapi setelah memegang handphonenya handy jadi ragu, takutnya valdo sudah tidur.


Handy akhirnya masuk ke mobilnya dan menyetir sendiri mobilnya.


"maaf tuan, apa tuan mau keluar " tanya penjaga depan


"iya"


Penjaga satu lagi langsung membangunkan Yanto sang supir. Karena takutnya besok bos valdo marah kalau biarin bos sendirian keluar rumah malam - malam begini.


Baru aja handy menyalakan mobilnya pak Yanto sudah datang dengan tergesa - gesa.


"maaf pak, tadi saya sudah tidur, apa kita mau keluar" tanya Yanto dekat pintu sebelah kemudi, karena handy masih di dalam.


"ngga apa - apa pak Yanto, saya cuma ngga bisa tidur, ingin keluar bentar" ujar handy


"baik pak, kalau begitu saya setirin, saya ngga mungkin biarin bapak sendiri, takut pak valdo marah." ucap Yanto.


"hmmmm" ucap handy langsung turun dan pindah ke belakang.


Setelah melihat handy duduk dengan tenang pak Yanto mulai melajukan mobilnya.


"kita ke arah mana pak"


"baik pak"


Tidak sampai tiga menit, mereka sudah tiba di rumah valdo karena masih satu komplek. Rumah berlantai dua yang sudah terlihat tenang, berarti penghuninya sudah tidur.


Handy langsung turun dan meminta penjaga buka pintu. Penjaga yang sudah sangat tahu siapa handy dan hubungannya dengan pak valdo langsung mempersilahkan masuk.


"selamat malam pak handy"


"malam, valdo sudah tidur"? tanyanya asal karena mana mungkin penjaga tahu tuannya udah tidur apa belum.


"sepertinya sudah pak, tapi nanti aku suruh di panggilkan" ucap penjaga


"ngga usah, ngga usah, aku aja" ucapnya. Handy langsung melangkah ke teras samping rumah valdo sambil kirim chat ke valdo.


"P"


"Sudah tidur"


Itulah pesan singkat handy ke valdo, padahal jam segini jelas aja sudah tidur. Sementara valdo yang mendengar suara handphonenya dua kali mengangkat panggilan itu.


'lho tumben nih handy chat gua jam segini' batin valdo.

__ADS_1


'ada apa ya' batin valdo.


Dia langsung telepon balik bosnya itu, hanya dengan celana kolornya.


dddrrttt dddrrttt


"hallo"


"hallo Han, ada apa"? tanya valdo agak panik takutnya ada sesuatu.


"aku di teras Lo" ucap handy lesu


"apa"?? valdo jelas kaget, apa katanya tadi , dia sedang di terasku.


"maksudmu sedang di rumahku"? tanya valdo ambigu


"iya bodoh, turun dulu kamu kalau belum tidur, kamu tidak sedang bermesraan sama istrimu kan" ? ujar handy agak keras.


"iya iya iya" ucap valdo bingung cari baju kaos untuk dia pakai.


'kenapa lagi nih si handy, bikin riweh aja namu jam segini' gerutu valdo. Tapi dia tetap menarik satu baju kaos dari lemari, dan sambil berjalan dia menggunakan bajunya sambil masih telepon handy.


"tunggu dulu di bawah" ucap valdo akhirnya lalu mematikan handphonenya.


Valdo berlari turun ke bawah mencari handy yang sedang duduk manis di terasnya. Handy terlihat sangat stress dan lesu.


"ada apa sih Han, urgent banget" ucap valdo begitu sampai teras.


"aku ngga bisa tidur" ujarnya datar tanpa melihat valdo.


"terus" cecar valdo


"ya aku ingin curhat aja"


" ya ampun , handy lo tahu ngga ini jam berapa"? ujar valdo


"tahu, jam dua dini hari"


"aduh susah emank kalau jadi anak buah, terus Lo mau curhat apa" tanya valdo langsung duduk di hadapan handy.


"aku terus mikirin tita" ucapnya datar tanpa ekspresi padahal valdo sudah agak kesal.


"whattt, hanya karena di cuekin tita kamu sepenasaran itu, terus gangguin gua malam - malam begini"? ujar valdo kesal


"iya" ucap handy tanpa dosa.


Hallo semua , jangan bosan ya


Dukung terus author

__ADS_1


like, coment dan vote


Terimakasih🙏


__ADS_2