
Linda senang melihat putrinya dan handy sudah semakin dekat hubungannya. Apalagi terlihat handy sangat sayang sama tita, sehingga seolah - olah semua keputusannya selain kerjaan di putuskan oleh tita.
Seperti hari ini, hari Sabtu dimana handy tidak masuk kantor sehingga dia menemui tita di rumah.
Handy sudah izin sama Linda untuk mengajak tita makan di restoran favorite handy bersama Linda dan juga susi, tapi batal karena titaemilih makan di rumah saja. Mereka keluar sore aja karena tita ingin beli jepit rambut yang agak bagusan di mall yang besar.
Handy akhirnya mengalah, karena tita tetap ngga mau makan di restoran. Mereka jadinya makan di rumah, makan makanan yang di masakin oleh Linda dan susi.
Sementara Linda masak sebenarnya tita ingin bantu, tapi dilarang oleh Linda, biarlah tita nemanin handy di depan, takut handy bosan nunggu.
Tapi dasar bocil, tita ngga mau melewatkan main gamenya. Mumpung ada handphone handy yang datanya no limit. Handy juga senang kalau tita memakai handphonenya untuk bermain game kesayangannya. Sebenarnya sekalipun manja tita adalah anak yang pengertian dan tidak boros.
Handy mengajari tita game baru di handphonenya. Tita kadang sampai lupa ada handy saking seriusnya belajar.
"sudah bisa belum"? tanya handy
"belum kak" ucapnya polos
"sini, aku ajarin, yang ini musuhmu, jangan sampai kamu ketepentok" ujar handy sambil menjelaskan.
Saking seriusnya main game, mereka sampai tidak menyadari Linda sudah berdiri di samping mereka. Linda hanya senyum - senyum sendiri akhirnya.
"sudah dulu main gamenya, ayo kita makan dulu" ujar Linda, membuat handy lumayan kaget.
"sabar mi, seru nih game kak handy" ujar tita polos
"tapi handynya sudah lapar tita" ujar Linda.
"ngga apa - apa kak, sebentar lagi" ucap handy selalu belain tita.
"jangan di manja Han" ujar Linda akhirnya berlalu ke ruang makan lagi.
__ADS_1
"ya sudah deh, ayo makan kak, nanti lagi ya, seru" ujar tita sambil senyum kearah handy membuat handy makin gemes. Handy mengacak rambut tita yang bagus itu hingga berantakan. Lalu mereka berjalan ke arah ruang makan.
Linda dan susi sudah menyiapkan makanan mereka, lalu mereka makan bersama di meja itu. Tidak ada perbedaan bos dan art, mereka makan bersama. Linda tidak pernah menganggap susi itu art, sehingga semuannya dianggap keluarga.
Setelah makan tita dan handy akan jalan - jalan, sebenarnya Linda dan susi di ajak juga oleh tita dan handy, tapi Linda memilih di rumah aja, dia ingin berkebun bunga di samping rumah.
Handy mengajak tita ke mall terbesar di kota ini, dan handy memanjakan tita dengan segala tingkah manjanya.
Hari ini tita tampil sangat cantik dengan pakaian mahalnya, dia terlihat seperti model yang masih polos, dengan kaos street dengan cardigannya dan celana Levis streetnya. Dan handy jelas semakin cinta sama tita. Tita itu terlihat manja hanya sama orang terdekatnya dan juga handy, bukan sok imut kepada semua orang, dan itulah yang membuat handy makin kagum.
Handy mengajak tita ke toko accesories mahal, terlihat tita memilih dua model jepit rambut dan tanpa ragu handy membantu tita untuk menjepit rambutnya ke belakang, biasa aja memang tapi jelas membuat tampilan tita makin cantik.
Setelah dapat jepit rambut tita hanya ingin makan ice cream. Dan saat mereka ingin menuju gerai ice cream terlihat beberapa lelaki dengan pakaian rapi dengan stelan jas berjalan semakin dekat kearah mereka. Dan di antara dua lelaki itu sangatlah tita kenal.
'daddy' gumam tita, wajahnya langsung berubah.
Dan ketika itu juga handy mengikuti pandangan tita yang bisa merubah ekspresinya. Dan handy jadi tahu sekarang kenapa tita berubah drastis jadi murung.
Tita hanya diam , tapi handy bisa merasakan pergerakan tangan tita yang mengepal. Handy tahu tita sebenarnya kangen sama daddynya seperti yang handy rasakan dulu, tapi rasa bencinya jauh lebih besar dari rasa rindunya.
Sementara pak David dan asistenya juga terlihat langsung memisahkan diri dari rombongan itu, entah mereka bilang apa, yang pasti lelaki lainya berjalan terus sementara pak David mendekat ke arah tita yang sudah bengong di tempatnya.
"ta, my angel" ujar pak David ragu - ragu. Pak David memanggil tita perlahan, karena dia takut tita histeris. Padahal sebenarnya David sudah sangat merindukan tita yang dulu sering dia panggil my angel.
Tita masih menatap daddynya dan juga asistennya. Pak David sudah tidak tahan lagi, dia langsung maju dan ingin memeluk anaknya, tapi tita malah menghindar, dia bersembunyi di balik punggung handy. Handy tahu tita belum siap ketemu daddynya.
"tita sayang" ucap pak David sedih, karena sekarang anaknya sudah tidak mau dengannya lagi, anak yang dia selalu manjakan dulu sekaligus pernah dia kecewakan bahkan hati anaknya sampai hancur sehancur - hancurnya. Dulu pak David melakukannya demi membela seorang j.lang yang dia anggap berlian, tapi ternyata yang dia bela ngga lebih dari batu apung yang hampir semua orang akan menyingkirkan ya dari jalannya, mungkin hanya David yang dulu bodoh malah menaruh batu apung itu di tempat istimewa sampai dia harus mengeluarkan berliannya.
Dan sekarang, setelah pak David sudah sekian waktu mencari, akhirnya dia ketemu putri yang sangat dia rindukan. Walaupun keadaannya berbeda, putrinya seperti jijik padanya, pak David sangat maklum, karena memang itu adalah salahnya sendiri.
Handy yang melihat wajah sedih pak David sebenarnya tidak tega, tapi mengingat pengkhianatan ya terhadap Linda dan tita, yang pernah terjadi di depan matanya, bahkan pak David mendorong tita anaknya, handy kembali sedikit terpancing marah.
__ADS_1
"maaf pak David, tita belum ingin ketemu anda" ujar handy akhirnya
"ini bukan urusan anda, ini urusanku dan putriku" kekeh David membuat handy jadi geram sendiri.
"iya, aku tahu ini urusan anda dan putri anda. Tapi anda lihat kan dia tidak mau ketemu anda, dan saya adalah orang yang mengajak dia ke mall ini. Anda mengerti? tanya handy penuh tekanan, lalu dia menarik tita ke depan.
"jangan takut, aku di sini sama kamu" ujar handy meyakinkan tita.
"mmm" tita mengangguk
"ta, ini Daddy ta" ujar daddynya
"aku sudah tidak punya Daddy".ujar tita pedas
"tita" teriak pak David
"kenapa"? tanya tita lantang, tapi ternyata dia sudah menangis. Hatinya sangat sakit mengingat pengkhianatan daddynya kepada maminya.
"kenapa anda menyebut tita adalah anak anda" tanya tita berapi - api sudah berurai air mata. Hal itulah yang tidak di sukai oleh handy, melihat tita menangis di depannya lagi. Tapi mau gimana lagi, tita adalah anaknya pak David, handy ngga boleh terlalu ikut campur tangan.
"apa anda ingat pernah punya anak bernama tita"? ujar tita masih berapi - api sambil airmatanya tak berhenti.
Betapa sakitnya hati tita sekarang, dulu papinya mencampakkannya di depan semua orang dan di depan umum. Daddynya tak perduli betapa hancurnya hati tita waktu itu.
Dan sekarang tita baru berusaha bisa melupakan daddynya, dia harus bangkit bersama maminya, dan kenapa malah daddynya datang lagi tanpa beban. Ingin memeluk tita, "ohhhh no way"
Dukung terus ya guys
like, coment dan vote
Terimakasih🙏
__ADS_1