KAKAKKU MERTUAKU

KAKAKKU MERTUAKU
PART 114 ANEH


__ADS_3

Begitulah hari - hari bahagia tita dan handy yang penuh kebahagiaan. Tita yang selalu manja sangat di sukai oleh handy yang selalu ingin memanjakan istrinya.


Tiap malam, hari handy sudah berwarna, belum pernah libur untuk menyentuh istrinya. Tita bahkan senang juga memanjakan suaminya kalau di ranjang, karena Linda sudah banyak memberi wejangan bahwa sehebat apapun seorang istri harus bisa membahagiakan suaminya dalam segala hal.


"tapi kak handy ngga bolehin tita masak ma, bahkan kedapur aja ngga boleh kalau ngga sama kak handy" adu tita ke maminya kemarin dulu.


"nikmatin aja sayang, handy melakukan itu karena sayangnya ke kamu, tapi kamu tetap harus sadar manusia ada berubahnya, bisa aja suatu saat dia ingin masakanmu sekali - sekali" ujar ibu Linda lagi.


"iya mi"


Tiga Minggu sudah handy dan tita menikah, dan tenggang waktu itu handy masih diliputi kebahagiaan. Bahkan tidak ada hal yang membuat handy marah dalam hidupnya.


Tapi pagi ini tita terlihat aneh sama handy membuat handy sedih dan tidak terima.


Tita yang sudah bangun dari pagi, seperti biasa langsung mandi dan berdandan, padahal biasanya tita tidak suka berdandan. Tita masih duduk di meja rias besarnya ketika handy memeluknya dari belakang seperti biasa.


Entah kenapa tita ngga suka dan langsung marah. Dia malah mengibaskan tangan suaminya itu kasar dan mengatakan handy bau.


Awalnya handy masih berusaha berpikir, kenapa ya tita pagi ini marah - marah? mungkin aja ini prank istrinya.


Apa ada sesuatu terjadi, atau ada berita dari kak mami'? batin handy


Tapi sampai handy kelar mandi dan menuju ruang ganti, tita masih cuekin handy. Handy jelas pusing, mana bisa dia kerja kalau begini nantinya. Tita sih masih nyiapin bajunya, tapi tita ngga mau dia dekatin apalagi dipeluk.


Sampai mereka sarapan tita dan handy masih saling diam. Handy hanya melirik istrinya yang ada di sebrang meja, terlihat tita sedang senyum - senyum melihat handphonenya. Handy memang sabar menghadapi tita, tapi kalau mengenai cemburu tetap dia belum cukup sabar, karena dia pikir tita sedang chat dengan seseorang sambil senyum - senyum padahal tita sedang melihat pakaian yang lucu - lucu membuat dia senyum dan coment. Entah sejak kapan juga tita suka melihat - lihat situs belanja online, itu bukan tita yang biasa, sehingga handy pikir tita sedang chat dengan orang lain.


"makan , makan dulu ta, jangan sambil main handphone, ngga bisa nanti apa"? tanya handy datar


"MMM" jawab tita asal tanpa menoleh. Tapi tidak berapa lama tita pegang handphonenya lagi begitu ada balasan dari selulernya, sehingga membuat handy geram.


Handy langsung meraih handphone tita dengan paksa, sehingga tanpa bisa di cegah handphone itu jatuh ke lantai dan layar hitam.


Mati.


Tita marah sama handy tapi dia malas berdebat, dia hanya menatap handy tajam dan sudah menangis, bahkan akhirnya tita menangis tersedu - sedu sambil menatap handy.


"maaf ta, maaf sayang"


"kak handy jahat, kak handy sangat jahat," ucap tita sambil berlari masuk kamar


"maaf" gumam handy entah didengar tita atau tidak.


Handy masih bengong di tempatnya berdiri. Dia jadi tidak ada selera makan sama sekali.


'kenapa jadi begini sich, mana pagi ini ada meeting penting lagi' batin handy.

__ADS_1


Handy akhirnya masuk ke kamar lagi mencari istrinya, dan betapa kagetnya dia melihat istrinya duduk di pojok kamar sambil menangis dalam diam .


Handy jelas tidak sanggup melihat tita begitu, apalagi sehancur ini, padahal masalahnya tadi apa sich? kalau hanya mengenai handphonenya yang rusak bentar lagi handy ganti, itu bukan masalah besar.


Handy jadi pusing sendiri, lalu dia mendekati istrinya dan berniat memeluknya. Tapi dengan cepat tita menepisnya dan menolak di peluk oleh handy.


Handy semakin bingung, padahal tadi malam mereka masih bermesraan tidak ada tanda - tanda tita marah, tapi kenapa sekarang begini.


'ada apa sich dia pagi ini' batin handy


Saat situasi tidak baik - baik saja bahkan valdo juga telepon untuk mengingatkan handy kalau mereka sudah telat harus segera berangkat. mau ngga mau handy mendekat ke tita lalu bicara serius.


"ta, kakak ada meeting penting, nanti kita bicara ya sekalian ganti handphone kamu" ucap handy sambil mengusap kepala tita yang masih awet menunduk.


Akhirnya handy berangkat kerja tanpa pelukan dan ciuman dari tita.


Saat menuruni tangga handy ingat mertuanya yang selalu bisa menenangkan tita.


Ahhh aku telepon kak mami aja deh' batin handy.


dddrrttt dddrrttt


"hallo Han"


"hallo kak, mami" handy masih gugup belum biasa


"kak, eh mami bisa ke rumah ngga bentar, aku ada meeting pagi ini, penting banget, tadi tita lagi ngambek " tutur handy


"ngambek gara - gara apa Han"


"tanpa sengaja tadi aku jatuhin handphonenya mi" ucap handy sedih


"lho terus, tinggal ganti, nanti aku ganti deh siang" ucap Linda percaya diri


"aku bahkan bentar lagi bisa ganti mi, tapi Titanya jadi ngambek, aku jadi ngga tenang" ujar handy


"ohhh ya udah, bentar lagi aku kerumah kalian ya, maaf ya Han tita begitu, masih ke kanak - Kanakan" ucap Linda sambil minta maaf.


"ngga ngga apa - apa kak, aku hanya takut tita menangis terus, sementara aku meeting" ujar handy


"ya sudah, saya langsung ke sana bentar lagi" ucap Linda sambil bergegas. untung hari ini pesanan mereka tidak banyak.


Ibu Linda langsung mengganti bajunya dan berangkat menuju rumah handy bersama supir tita jaman dulu yaitu pak Ujang, yang di perintah oleh David suaminya.


Saat perjalanan ke rumah tita dan handy pak David telepon berniat makan siang di rumah Linda. Mau ngga mau ibu Linda menjelaskan tentang telepon handy barusan.

__ADS_1


"mereka berantem" tanya pak David ngga sabar


"bukan mas, aku juga belum tahu. sepertinya sih tita mungkin lagi ngambek, maklumlah anak cewek. tapi handy bilang mereka tidak berantem" tuturnya lembut.


"ya sudah coba kamu ke sana dulu, kalau ada apa - apa kabarin aku, aku harus tahu keadaannya" ujar pak David serius


"iya mas" lalu mereka memutuskan sambungan telepon itu.


Begitu sampai rumah handy, penjaga rumah handy langsung membuka pintu karena tahu itu mertua bosnya. Linda langsung bertanya kepada salah satu art kamar putrinya.


Art itu langsung membawa ibu Linda ke kamar utama di lantai dua.


tok tok tok


"maaf nyonya, ada orang tua nyonya datang" ucap art itu


Tapi karena tidak ada jawaban dari dalam, ibu Linda telepon handy tapi tidak diangkat karena lagi meeting. akhirnya mereka sepakat untuk masuk melihat tita.


Dan betapa kagetnya Linda melihat putrinya tergeletak di karpet lantai kamar mewah itu. Dengan marah ibu Linda telepon handy lagi sampai di angkat, sehingga mau ngga mau handy keluar dulu dari ruang meeting.


dddrrttt dddrrttt


"hal.." belum kelar ucapan handy , Linda sudah sangat marah kepada handy, dan handy yakin ada masalah serius di rumah.


"handy, apa maksudmu menyiksa tita, kalau kamu ngga mau lagi pulangkan diaaaa" teriak ibu Linda di sebrang.


huk huk huk


"kamu biarkan dia pingsan dan tergeletak di lantai rumahmu, dimana perasaanmu handy, Aku akan membawanya pergi, aku kecewa banget sama kamu" ucap ibu Linda bergetar karena menangis.


klek


Panggilan itu langsung di matikan ibu Linda sepihak.


Handy, handy bengong tidak percaya. Mertuanya yang super lembut bisa ngomong sampe marah begitu berarti ada sesuatu, dan apa tadi tita pingsan di lantai.


"dokter, harus dokter"


Handy langsung telepon dokter Tia yang sebelah rumahnya untuk segera ke rumahnya memeriksa istrinya yang sedang pingsan.


Untungnya dokter Tia belum berangkat ke rumah sakit, dan langsung menuju rumah handy.


Hallo semua readersku, jangan bosan ya


Tetap tinggalkan like, coment dan vote

__ADS_1


Terimakasih🙏


__ADS_2