KAKAKKU MERTUAKU

KAKAKKU MERTUAKU
PART 94 PENYESALAN


__ADS_3

Mendengar ucapan pak Hadi yang sangat memelas, hati kecil tita serasa sedikit tercubit. Apa benar seorang yang merasa bersalah akan selalu di bayangin oleh rasa bersalahnya seumur hidup, apalagi kalau orang terdekat yang dia sakiti itu belum bisa memaafkan kesalahannya.


Apa Daddy benar - benar sudah menyesal juga sekarang? tapi untuk apa, toh tita juga sudah sangat hancur dan sudah bisa melupakan daddynya dan tidak tergantung lagi sama daddynya.


Tapi kenapa melihat orang tua ini menyesal dan mendengar penuturannya, tita jadi kepikiran daddynya ya? Apa mungkin jauh di lubuk hatiku yang paling dalam aku masih merindukan Daddy. Terus aku harus bagaimana, haruskah aku memaafkan Daddy yang sudah menamparku di depan umum serta mempermalukan aku di depan semua orang? batin tita.


"kak handy sepertinya bapak ini sangat menyesal" bisik tita dekat telinga handy sambil meraih jemari handy. Handy jelas sangat senang, ini pertama kali tita berinisiatif memegang tangan handy duluan, biasanya dia hanya pasif saja. Padahal tita melakukan itu supaya handy mendekat dan dia bisa berbisik😄.Handy kegeeran.


"hmmm" hanya itu jawab handy sambil mengusap tangan tita.


Apa yang tita ucapkan itu memang benar, sekarang papinya sudah sangat menyesal, bahkan menurut valdo setelah mengetahui makam maminya pak Hadi sudah beberapa kali kesana. Hanya untuk berdoa dan menabur bunga, entah apa yang dia ucapkan disana hanya dia yang tahu.


Tapi penyesalan dan pertobatan pak Hadi itu juga tidak serta Merta membuat handy lupa dengan masa lalunya yang sangat sulit. Ketika dia masih SMU harus memikirkan maminya di rumah karena sedang sakit sementara papinya happy - happy bersama Laura dari hotel yang satu ke hotel yang lain, dari restoran yang satu ke restoran yang lain bahkan kalau Laura sudah belanja dari mall yang satu ke boutiq yang lain, yang harganya handy tahu bisa buat maminya berobat dan hidupnya tenang.


Syukurlah waktu itu otak handy cepat untuk berbuat licik, dengan menguras harta papinya. Setidaknya ketika dia dan maminya hanya tinggal berdua pun, handy tidak pernah kekurangan uang. Hanya saja hidup handy dipenuhi dengan rasa dendam dan marah.


Kalau sebagian orang marah lalu merusak diri sendiri, handy berbeda, karena rasa marah dan dendam sama papinya membuatnya belajar sangat keras dan berjuang untuk sukses. Dia berjuang untuk melebihi papinya dalam kesuksesan.


Lama terdiam membuat perbincangan mereka bertiga jadi tidak lancar. Handy akhirnya ingin mengajak tita untuk pulang.


"bagaimana sayang, kita pulang" ujar handy membuat tita juga bingung. Dia juga belum paham harus gimana, harusnya dialah penengah mereka berdua tapi dia juga ngga ngerti. Tapi mengikuti nalurinya tita tetap bicara dengan pak Hadi dari hati ke hati.


"Pak, kami tidak bisa lama - lama, karena kesini tadi langsung pulang kerja. Tapi tita senang bapak tambah sehat dan baik - baik aja. ohhh iya pak, kami akan menikah, bapak merestui kan"? tanya tita polos.

__ADS_1


Sejujurnya pak Hadi sudah sangat bingung antara senang dan sedih karena calon menantunya minta restu. Disatu sisi dia senang anaknya menemukan wanita yang cantik lahir dan batinnya seperti tita, tapi di sisi lain dia juga sedih ketika melihat anaknya sendiri sangat cuek sama dia.


"nak tita, pasti saya merestuinya, biarpun bapak adalah seorang pendosa tapi satu doa bapak sekarang semoga Tuhan memberikan kalian kebahagiaan sampai maut memisahkan. Jangan bercermin kepada kami orang tua kalau itu salah, jika ada ambillah yang baiknya saja" ujar pak Hadi tulus.


Tita hanya manggut - manggut mendengar ucapan pak Hadi. Dia tahu betul kalau pak Hadi sekarang sudah bertobat dari kesalahannya. Dia tidak ingin membuat pak Hadi sedih lagi karena terus merasa bersalah.


"iya pak" ucap tita lembut sambil bangkit berdiri karena mereka akan pamit pulang.


"kok dari tadi Iwan teman bapak ngga kelihatan pak" tanya tita


"kalau jam segini dia masih kerja nak" ucap pak Hadi. Sementara handy hanya diam, karena dia cukup tahu kalau Iwan itu adalah karyawan ob dulunya di kantornya, hanya saja sekarang valdo pindahkan ke steam temannya yang dekat rumah mereka.


"ohhh dia kerja juga ya pak"


"iya nak" ucap pak Hadi.


"Kak handy, kita jalan sekarang"? tanya tita


"hmmmm"


"pak kami pamit dulu, lain waktu kami main ke sini lagi" ujar tita lembut sambil mencium punggung tangan pak Hadi.


"iya nak, hati - hati" ujar pak Hadi.

__ADS_1


Mereka berdua langsung melangkah keluar tanpa handy menyalami tangan papinya. Entah kenapa handy tidak merasa terikat sama sekali dengan papinya. Mungkin karena terlalu banyak dendam membuatnya gampang melupakan papinya.


Sementara pak Hadi tambah meneteskan airmata. Dia bingung harus bagaimana sekarang, dia sadar betul kalau karakter anaknya terbentuk begitu karena ulahnya juga. Anaknya jadi pendendam karena di bentuk oleh situasi yang dulu disebabkan oleh pak Hadi ketika masih jaya.


Dan ternyata semua itu hanya sementara, hanya sekejap. Ketika sekarang dia sudah tidak punya daya sementara anaknya sedang produktif, dia tidak bisa berbuat apa - apa dan menuntut apa - apa dari anaknya.


Dia kembali masuk ke dalam rumah dan duduk dalam diam di depan televisi tapi tidak menyalakannya juga. Dia hanya bengong saja. Dia kembali teringat mantan istrinya yang selalu baik dan mengurus rumah dengan baik. Istri yang tidak pernah meminta banyak atau berfoya - foya. Dan buktinya dalam kekurangannya dia masih bisa membuat handy sukses.


'Maafkan aku mi, maafkan aku' ucapnya perlahan sambil berderai air mata


'aku tahu dulu aku salah mi, salah banget, aku menyesal. tolong kasih tahu aku mi apa yang harus aku lakukan sekarang agar handy memaafkan aku sebelum aku mati mi' ucapnya lembut seperti doa dengan deraian air mata.


Pak Hadi sadar betul bahwa apapun yang dia lakukan sekarang ternyata sudah tidak bisa mengobati sakit hatinya handy. Bahkan sepertinya handy sama sekali tidak terpengaruh dengan hidup pak Hadi yang sudah memprihatinkan.


Sejujurnya pak Hadi masih punya deposito, tapi dia tidak ingin memakainya karena dia sudah bertekad bahwa itu adalah milik handy nantinya, entah handy terima atau tidak yang pasti pak Hadi sudah mewasiatkannya.


Dan sekarang handy sudah akan menikah, haruskan Hadi kasih tahu istrinya tentang deposito itu? Pak Hadi lihat tita bukan cewek matre, dan sepertinya dia juga bukan cewek yang haus duit.


Perang batin pak Hadi belum putus sampai akhirnya Iwan pulang. Iwan pulang sudah membawa makan malam untuk mereka.


Hallo semua pembaca setiaku


Dukung terus ya author

__ADS_1


like, coment dan vote


Terimakasih🙏


__ADS_2