KAKAKKU MERTUAKU

KAKAKKU MERTUAKU
PART 73 TAK PERLU SEMPURNA


__ADS_3

Sebenarnya masih banyak yang jadi pertimbangan Linda kalau menikahkan tita di usia muda.


"oh iya han, apa kamu sudah bicarakan ini dengan tita" tanya Linda lagi


"belum kak"


"terus kalau boleh tahu, kenapa kamu tiba - tiba ingin menikahi tita"? tanya Linda lagi.


Handy terlihat menarik nafas dalam - dalam, ini baginya lebih susah di banding dia mencari cara memenangkan tender miliaran rupiah.


"aku sangat mencintai tita kak. Dan karena cintaku itu, kadang aku takut, sangat takut kehilangan tita. Disamping itu juga aku ingin tita bersandar sama aku, aku ingin semua urusan tita itu menjadi urusanku" ujar handy


Linda menarik nafas sangat dalam, mengingat kembali masa mudanya dulu sama David. Mereka sangat saling mencintai. Tapi seiring berjalannya waktu terbukti David masih bisa menyakiti hati Linda sedemikian. Terus gimana nanti kalau ini terjadi sama putrinya tita, apa nanti putrinya itu siap dengan semuannya.


Tapi siapa yang bisa menjamin masa depan juga, buktinya Linda dan David menikah pada usia yang kalau menurut orang sudah cukup matang, tapi buktinya masih mengalami kegagalan.


"Han, tolonglah bimbing tita ya, saya ngga bisa bilang apa - apa lagi, karena sejujurnya aku juga ngga bisa jadi panutan untuk tita dalam hal rumah tangga." ujar Linda lagi.


Handy bisa melihat ke khawatiran Linda dengan usia tita. Tapi handy akan berjanji bahwa dia akan berusaha untuk menjadi yang terbaik untuk tita. Dia akan berusaha ada selalu bersama tita dalam menghadapi tantangan kehidupan ini.


"kak, aku memang tidak bisa berjanji apa - apa, karena saya juga belum pernah menghadapi tantangan rumah tangga. Tapi yang pasti kak, aku ingin bersama tita dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Kak Linda cukup mendoakan kami biar dalam perjalanan kami bisa makin kokoh dalam menghadapi tantangan." tutur handy bijak juga.


"Sebenarnya dalam hidup aku banyak belajar dari kak Linda, kesabaran, ke ikhlaskan dan kelembutan. Selama ini aku sudah kehilangan panutan tentang hal ini" ucap handy lagi.


"ohh iya kak satu lagi, kemarin kami ketemu dengan pak David, dan saya sudah cerita tentang hubungan saya dengan tita. Awalnya dia ragu tapi ngga punya pilihan, sehingga kemarin dia menghubungi saya lagi untukinta tolong" ujar handy. Dia juga tidak ingin berbohong tentang keadaan calon bapa mertuanya itu.


"ohhh iya"


"pak David sekarang tinggal sendiri di apartemen mt, dia sudah kurang sehat. Tapi dia sadar kok itu akibat dari perbuatannya dulu, sehingga dia tidak berani kasih kabar. Dia kangen banget sama tita, ingin ketemu tita dan kak Linda. Tapi saya tidak bisa berbuat apa - apa, karena tita sepertinya masih sangat trauma dengan pak David, dan pak David juga menyadari itu, sehingga dia hanya tahan sendiri sakitnya. Dia juga ngga mau berobat" ujar handy


Linda hanya bisa menerawang ke depan, entah mikirin apa.


"semua sudah hancur Han" ucapnya lesu


"saya lihat pak David sangat menyesal dan hancur juga kak" ucapnya lagi


"percuma Han" ucap Linda


"saya juga ngga bisa ngomong apa - apa kak, saya hanya tidak mau tita sedih lagi, makanya saya belum beritahu dia" ujarnya lagi.


"Baiklah, itu nanti aja kita pikirkan, ayo kamu makan dulu" ujar Linda akhirnya sambil menghabiskan makannya.


Setelah selesai makan siang handy langsung pamit untuk kembali ke kantor.


"titip tita Han" ujar Linda sebelum handy naik mobilnya.

__ADS_1


"itu sudah panggilan hati saya kak" ujar handy senyum


Di perjalanan menuju kantor, handy senyum - senyum sendiri. Dia tidak bisa membayangkan kalau nanti menikah dengan tita, pasti hatinya akan sangat senang, punya istri cantik dan polos seperti tita. Bahkan tita belum pernah pacaran serius dengan laki - laki lain.


Handy tidak butuh wanita yang mapan karena handy sudah mapan, dan handy tidak butuh wanita yang mandiri karena handy pada dasarnya suka memanjakan wanita, apalagi ini wanita yang dia cintai. Jadi menurut handy dia sudah butuh tita seutuhnya, labilnya, manjanya dan juga ketergantungannya sama handy.


Begitu sampai lobby kantor handy pura - pura sedang chat hanya untuk melihat tita yang sedang di meja receptionist. Tita yang melihat handy datang juga senang, karena tadi handy sudah chat dia bahwa handy makan siang di rumahnya.


"selamat siang pak" ucap mereka bersamaan sambil menunduk


"hmmm" ucap handy asal


Tita hanya senyum - senyum karena handy juga melirik padanya. Hanya saja teman tita sesama recesionist menganggap tita cari perhatian, mentang - mentang dia rekomen dari valdo.


Handy sudah duduk di meja kerjanya dan langsung telepon valdo.


"val, ke ruanganku sekarang"


"ohhh sudah pulang dia" gumam valdo langsung beranjak bangkit.


"ada apa Han"


"aku ingin bicara serius sama tita, berdua"


"sekarang valdooo" geram handy


"ya elah, Lo bikin gue susah aja gara - gara percintaan Lo ya" ucap valdo


"susah apanya"


"ya elah handy, kalau aku panggil tita sekarang, nanti mereka anggap tita itu ngga professional bahkan merayu bos. kamu mau tita di cap negatif. Tita juga belum tentu mau lho" ujar valdo


Handy seperti berpikir sebentar. Lalu dia bicara lagi sama valdo.


"kamu benar juga, tita itu karyawan baru, dan dia ingin professional. Ya sudahlah ntar aja sore pulang kerja aku ngomong" ujar handy


"nah begitu donk, itu dulu deh, kontrak kemarin belum deal, aku bawa sekarang ya" ujar valdo


"ya sudah"


Akhirnya valdo mengambil berkas kontrak kemarin yang belum tuntas mereka bicarakan. Valdo bersyukur karena akhirnya kontrak ini bisa kelar juga. Selama mengenal tita separuh hati dan pikiran handy sudah sama tita, sehingga banyak pekerjaan yang tertunda. Syukurnya dia itu jenius juga sehingga begitu dia mulai bahas sebenarnya pasti clear.


Sore harinya tita sudah ingin pulang. Pak Amir sudah menunggunya di depan. Sementara handy juga sedang mengamati tindak tanduk tita lewat cctv. Melihat tita berberes seperti teman - temannya, handy langsung chat tita.


"pulang bareng, tunggu aku" isi chatnya. Tidak berapa lama terlihat tita buka handphonenya, lalu mengutak Atik handphonenya membalas chat handy.

__ADS_1


"pak Amir sudah menunggu di depan kak"


"pokoknya pulang bareng, pak Amir pulang bareng valdo aja" balas handy


"tapi nanti aku nunggu dmn"?


"ya disitu aja, aku dah mau turun" balas handy cepat


"aku tunggu di halte aja ya"


"apa di halte"? jalan raya"? balas handy


"iya kak, pak Amir juga nunggu di sana kok" balas tita


"ya sudah"


Tita langsung melangkah gontai menuju halte dimana mobilnya terparkir. Pak Amir sudah melihat tita dari jauh dan langsung keluar.


Pak Amir langsung membuka pintu mobil tita dan tita masuk.


"kita langsung pulang non"


"tunggu pak, katanya nunggu kak handy" ucap tita sambil melihat handphonenya.


Tidak berapa lama terlihat mobil mewah handy keluar dari parkiran gedung tinggi itu. valdo langsung turun menjemput tita.


"pak Amir langsung pulang aja pak , non tita sama kita aja" ucap valdo.


"baik pak"


Akhirnya valdo mengajak tita masuk mobil handy sementara pak Amir jadi pulang sendiri.


Hallo semua


tetap ya


Dukung terus


like


coment


vote


Terimakasih🙏

__ADS_1


__ADS_2