KAKAKKU MERTUAKU

KAKAKKU MERTUAKU
PART 97 MENGINAP


__ADS_3

Cukup lama pak David memeluk putri kesayangannya, putri yang sudah sangat lama dia rindukan. Putrinya yang telah dia sakiti sedemikian. Tidak cukup rasanya hanya minta maaf untuk menutup semua kesalahannya, tapi pak David juga sudah tidak bisa berbuat apa - apa, hanya bisa menunggu kebaikan hati putrinya dan juga istrinya Linda.


"biarkan begini sejenak nak, sebentar aja , papa sangat merindukan ini" ujar sang Daddy benar - benar menangis. Dia sudah tidak perduli dengan harga dirinya di depan asistenya bahkan juga pembantu di rumahnya dan juga handy sebagai sesama pengusaha dan juga calon menantunya.


Tita jangan ditanya, dia sudah menangis sesenggukan. Tidak bisa di bohongi kalau dia sangat merindukan daddynya, walau selama ini berusaha dia tekan bahkan dia kubur dalam - dalam. Tapi kenyataannya sedikit aja ada sentuhan kasih sayang itu hatinya kembali menuntut kasih sayang dari daddynya dan mungkin bahkan mengalahkan rasa marahnya kepada daddynya.


Semua yang ada di ruangan itu ikut terbawa suasana pertemuan dua orang yang saling menyayangi itu. Tapi tidak ada yang bisa berkata - kata selain menyaksikan drama itu.


"maafin Daddy tita" ujar pak David setelah lama terdiam. Pak David mengurai pelukan mereka sambil memegang kedua lengan tita. Dia benar - benar berharap kata maaf dari putri tercintanya itu.


Tita masih menangis dan tidak bisa menjawab apa - apa. Dia menatap daddynya lalu sekilas teringat waktu daddynya menamparnya dulu. Semua itu bersliweran di otaknya membuat dia kembali marah dan menangis kejar lagi.


"Daddy jahat, Daddy jahat, aku benci Daddy, aku benci Daddy" ujar tita sambil memukul daddynya sambil histeris dan ternyata dia tidak sekuat yang terlihat itu. Tita akhirnya lemas dan ternyata dia pingsan.


jlepppp


Handy yang melihat itu jelas emosi entah kepada siapa, karena memang dia yang mengajak tita kesini. Handy yang tidak bisa menjaga tita. Handy jadi gugup.


"ta, tita" teriak handy langsung menggendong tita ke sofa ruang tengah. Sementara Dodi langsung sigap telepon dokter pribadi pak David yang tinggal di sebelah unitnya.


Setelah handy meletakkan tita di sofa, handy baru mau telepon valdo ketika ternyata dokter Nita sudah datang. Handy bersyukur Dodi sangat cepat tanggap.


"pak handy ini dokter Nita, dokter pribadi pak David," ujar pak Dodi


Handy pun langsung menyingkir membiarkan dokter Nita untuk memeriksa tita. Sementara pak David terlihat semakin sedih membuat putrinya kembali menangis.


Sepanjang di periksa oleh dokter Nita, handy terus memperhatikan tita dengan wajah sangat khawatir.


"gimana dok"? tanya handy ngga sabar


"pasien tidak apa - apa pak, hanya saja sepertinya dia sedang kecapean dan belum makan" ujar sang dokter membuat handy merasa sangat bersalah.


Benar tadi belum makan, karena niatnya mereka akan main ke rumah lama tita dan akan makan di rumah ibu Linda, tapi begitu sampai rumah ternyata sudah ada Dodi membuat mereka langsung berangkat ke rumah pak David.


"ya ampun sayang, pasti kamu lapar" ujar handy lembut

__ADS_1


"dia tidak apa - apa pak, bentar lagi dia pasti sadar kok, tidak usah takut ya" ucap sang dokter lagi


"baik dokter, terimakasih dokter" ucap handy sambil mengusap kepala tita.


Pak David terlihat sedih melihat putrinya begitu sementara dia sendiri tidak bisa membantunya. Dia bahkan kesusahan untuk bergerak sekarang.


Sambil menunggu tita sadar handy akhirnya kirim chat ke Linda kalau malam ini mereka akan tidur disini aja. Tapi dia tidak bilang kalau tita sedang pingsan.


Linda yang sudah percaya sama handy hanya mengiyakan saja.


Handy langsung berniat memesan makanan online, sehingga begitu tita sadar bisa langsung makan. Tapi pak David mencegahnya.


"pak handy mau ngapain"?


"pesan makanan pak, supaya begitu sadar tita bisa langsung makan"


"tidak usah pak, bibi bisa masak makanan kesukaan tita kok" ujar pak David


Handy pikir itu ada benarnya juga, jadi tita makin terbawa ke suasana masa lalu dulu sebentar.


Hampir setengah jam tita akhirnya bangun dan seakan bingung dengan sekitarnya.


Handy tanpa sungkan langsung memeluknya.


"kamu bingung ya, kita masih di apartemen Daddy sayang" ujar handy senyum


"kak handy, mami mana"?


"mami di rumah ta" jawab handy berusaha becanda supaya tita tidak histeris lagi. Sementara pak David yang merasa jadi sumber masalah pingsannya putrinya memilih diam dulu di tempatnya.


"ta, kita makan dulu Yo, kak handy lapar banget, ternyata kita belum makan ya" ujar handy sok polos membuat orang yang di ruangan itu terbawa ingin senyum, karena handy memperlakukan tita benar seperti bocil.


"oh iya ya kak, berarti kita pulang sekarang" tanya tita membuat pak David khawatir. Dia belum ingin berpisah dengan putrinya itu. Sekalipun dia marah - marah pak David tidak apa - apa, yang penting dia bisa dekat putrinya. Apalagi melihat kesabaran handy menghadapi putrinya membuat pak David takut kalau handy bisa membuatnya kehilangan sang putri karena putrinya lebih nyaman bersama handy calon suaminya.


"ngga ta, tadi bibi udah masak makanan kesukaanmu katanya, bibi sampai masak cepat lho karena kangen kamu. Malam ini kita nginap disini, pagi subuh baru kita pulang, oke" ujar handy

__ADS_1


"tapi mami"


"kamu bisa telepon mami sekarang" tutur handy karena sebelumnya dia sudah telepon Linda tentang menginap dan sudah di izinkan oleh calon ibu mertuannya.


"iya kak"


Dan akhirnya bibi pun mengajak mereka ke meja makan. Handy sangat senang karena tita bisa segera makan. Tadinya dia sudah sangat merasa bersalah ketika tahu tita kelaparan.


Sementara Dodi langsung menyuruh art untuk menyiapkan kamar tamu untuk non tita, sementara pak handy akan tidur di kamar pak Dodi kalau nginap, pak Dodi sendiri akan tidur di sofa kamar pak David atau pulang ke unitnya sendiri di gedung yang sama.


Setelah selesai makan, tita dan handy kembali ke ruang tengah. Disana masih ada pak David dan juga pak Dodi. Masih terjadi kekakuan dalam komunikasi karena handy belum mengizinkan tita membicarakan apapun, cukup istirahat aja.


"pak David, sebaiknya istirahat aja, sudah dari tadi takutnya malah lemas" ujar handy


"tidak apa - apa pak handy, justru saya sudah merasa baikan" ujarnya sumringah.


"tetap kurang bagus pak, sebaiknya istirahat aja di kamar. Malam ini kami nginap kok, besok pagi baru pulang" ujar handy menjelaskan sambil senyum.


"ta, bawa Daddy ke kamar istirahat sayang" ujar handy pelan dan lembut seperti cara kak Linda menghadapi tita.


Tita terlihat gugup, dia bingung, tapi mau menolak juga bingung. Dia hanya menatap handy yang menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan sambil senyum.


Tita masih melotot kepada handy minta ditemani, dan entah bahasa telepati atau bagaimana yang pasti handy juga mengerti dengan permintaan kekasihnya. Diapun bangkit dan menemani tita menggandeng pak David ke kamar.


Hallo semuanya


pembaca setiaku


Tetap setia ya, jangan bosan


Dukung terus author


like, coment dan vote


Terimakasih🙏

__ADS_1


__ADS_2