
Handy seperti mendapat pemikiran dan keberanian baru begitu mendengar saran valdo barusan. Dia harus mengikat tita dalam pernikahan supaya dia tidak terlalu takut kehilangan tita.
Jam makan siang, tita sudah chat handy untuk makan siang.
"kak handy ngga makan siang"?
"ini mau nanya kamu juga, mau makan apa"?
"aku bawa bekal kak, tadi mami bilang anak baru akan kesusahan cari tempat makan, makanya aku dibekalin" isi chat tita
"kamu curang, kakak ngga di bawain" rengek handy
"maaf kak, aku ngga tahu, takutnya kakak ngga mau. lagian bos masa di bekalin, restoran sana" isi balasan tita dengan emot senyum.
"ya sudah bekalmu kita bagi dua"
"ngga mau, nanti ngga kenyang, kakak bisa cari makan sana" ucapnya.
"ya sudah, kamu makan aja, jangan dekat - dekat laki - laki kamu ya" balas handy
Tapi dasar tita malah dia balas dengan kata - kata yang membuat handy senewen.
"hehehe karyawan kakak yang cowok bening - bening sih" jawabnya
"apahhh"
"coba aja kalau berani macam- macam" chat handy lagi
"wkwkwk iya sayang, siapa yang macam - macam, aku sudah punya pacar baik dan pengertian, cari yang gimana lagi" balas tita akhirnya membuat hati handy sedikit tenang apalagi dengan kata sayang dari tita, dia langsung tersenyum.
"ya sudah, makan dulu gih".
"oke kak, bye"
Baru setengah hari tita bekerja di kantornya sudah berhasil mengusik hati handy, dari emosi ke senang dan sampai marah dan baik lagi. Jatuh cinta memang susah ya.
Setelah memastikan tita makan siang dengan baik handy memanggil valdo.
"Gue mau makan siang di rumah tita, gue mau ngobrol dulu sama kak Linda, gue titip tita, jangan sampai kenapa - Napa, awas Lo" ucap handy
"ya ampun boss, boss, bucin sih boleh, tapi cari caralah biar hatimu bisa aman, ketakutan banget kayaknya" ujar valdo asal.
"iya ini, aku mau tanya - tanya kak Linda dulu" ujar handy
"kakak ,kakak, calon mertua" teriak valdo membuat handy terdiam sejenak.
"iya ya, tapi aku sudah nyaman dengan panggilan itu, dan aku sudah menganggapnya seperti kakakku." ucap handy.
"terserah Lo deh" ucap valdo akhirnya, percuma juga berdebat sama handy.
__ADS_1
"terus ntar Lo balik kantor lagi ngga"?
"baliklah" ucap handy cepat
"iya ya gue lupa, mana mungkin Lo ngga balik, sementara nafas hidup Lo ada di sini" goda valdo akhirnya sambil nyengir, tapi bukannya marah atau tersinggung handy malah hanya senyum.
"aku jalan dulu" ucap handy sambil bangkit dan berlalu dari ruangannya.
Handy turun bersama valdo seperti biasa sampai handy masuk mobil, valdo baru balik ke ruangannya. Dia melirik tita tidak ada di meja receptionist, dia ngga tahu kalau tita sedang makan dan sudah izin handy tadi.
Valdo mendekati meja receptionist itu dan bertanya sama receptionist yang ada di sana.
"dimana anak baru itu" tanya valdo sok wibawa
"ohhh itu pak valdo, sedang makan siang" ucap mereka
"ohhhh ya sudah" ucap valdo lalu langsung naik. Biar bagaimana pun di kantor valdo dan handy harus menunjukkan wibawa mereka. Tidak boleh sesantai saat mereka sedang di luar kantor.
Sementara handy yang sedang dalam perjalanan menuju rumah tita, hatinya sedang berbunga - bunga dan juga harap - harap cemas. Dia senang dengan ide valdo tadi, tapi dia juga takut Linda ngga setuju tita menikah muda.
Saking asyiknya berkhayal handy ngga sadar mereka sudah tiba di rumah tita.
"kita sudah sampai pak" ucap sang supir
"ohhh oke" jawabnya
"siang kak" sapa handy menyusul ke ruang keluarga karena Linda sedang membuat kue pesanan orang.
"ehhhhj handy, tumben jam segini ke sini. Tita ngga bikin masalah kan'"? tanya Linda khawatir.
"ngga kok kak" jawab handy
"sus, tolong terusin ini dulu ya, saya bicara sama handy dulu" ucap Linda sama art yang membantunya.
"iya Bu"
"ayo Han duduk dulu, kamu sudah makan"?
"belum" jawab handy jujur
"ayo makan dulu" ajak Linda ke meja makan akhirnya.
Untungnya mereka juga belum makan karena tadi buat kuenya nanggung.
Linda menyiapkan makan untuk handy dan dirinya, serta lauk pauknya. Sambil makan mereka mulai cerita.
"ada apa sebenarnya"? tanya Linda serius sambil makan
"kak, aku ingin bicara serius, tapi bingung mulai darimana"? ucap handy
__ADS_1
"iya, bicaralah"
"gimana ya kak"!terlihat handy kurang nyaman
"ada apa Han, kok kamu jadi seperti ragu"?
"bukan ragu kak, tapi..."
"tapi apa"
Handy meletakkan dulu sendok makannya dan sambil melihat kak Linda sepintas dia bicara serius.
"aku ingin menikahi tita kak"
degggg
Sebenarnya Linda sudah pernah terpikirkan akan hal ini, mengingat handy sudah cukup matang secara usia dan finansial, tapi tita masih muda, belum mengerti kehidupan rumah tangga. umurnya sih sudah mau dua puluh, tapi tita itu adalah anak yang manja tadinya, hanya saja akhir - akhir ini memang dia sedikit di paksa dewasa. Tapi gimana seorang handy yang pimpinan perusahaan punya istri yang bahkan mengurus dirinya sendiri aja belum mampu seratus persen.
Jelas Linda takut putrinya mengalami kegagalan seperti yang dirinya alami.
"apa kamu sudah pikirin matang - matang Han" tanya Linda lembut. Jujur Linda tidak khawatir dengan ketulusan handy sama putrinya, justru yang Linda pikirkan adalah kekurang dewasaan putrinya apalagi kalau sudah masuk ranah rumah tangga.
"apa kakak ngga yakin aku bisa menjaga tita"? tanya balik handy
"aku bukannya ngga yakin sama kamu Han, justru aku kurang yakin sama putriku untuk memasuki rumah tangga yang tidak gampang. Dia itu masih muda dan terbiasa manja Han. Bahkan mengurus dirinya sendiri kamu tahu kan, masih sering tergantung orang lain" ujar Linda
"aku ngga butuh tita yang sempurna kak. Aku hanya butuh tita, tita yang manja , bawel tapi sangat baik juga. Tidak aku pungkiri juga, tita itu sangat cantik, apa yang harus aku ragukan"? ujar handy yakin
"rumah tangga tidak segampang itu Han" tutur Linda lagi
"iya, mungkin tidak segampang itu kak, karena kami sama - sama belum pernah mengalaminya. Tapi aku yakin kok kak, kami bisa melewati itu bersama. Tita bukan cewek yang egois dan aku sangat mencintainya" ujar handy mantap
Akhirnya Linda sudah kehabisan kata - kata, karena dia lihat handy sudah sangat yakin.
"baiklah kalau kamu sudah yakin, saya bisa bilang apa. Toh semua keputusan juga ada di tangan tita. Tapi satu yang aku minta jangan sakiti tita, aku sangat menyayanginya. Ajarilah dia dan bimbing dia" ujar Linda pada akhirnya.
Jelas handy merasa sangat lega, akhirnya dia berhasil membujuk calon mertuannya. Handy berpikir jawaban tita dan jawaban calon mertuannya pasti hanya sebelas dua belas. Tinggal gimana handy meyakinkan tita sekarang.
Handy merasa dunia mendukung keinginannya untuk segera menikahi tita.
Hallo semua
Jangan bosan ya
dukung terus karya ini
like, coment dan vote
Terimakasih🙏
__ADS_1