KAKAKKU MERTUAKU

KAKAKKU MERTUAKU
PART 83 MAAFKAN DIA


__ADS_3

...Happy reading...


Linda dan tita sudah tiba di rumah, selama perjalananereka tidak ada yang bicara. hanya diam sepanjang perjalanan, bahkan tita terlihat mulai ngantuk tadi. Sehingga begitu sampai rumah Linda membawa tita langsung ke kamarnya.


"ayo kita istirahat di kamar mu nak" ujar Linda


"iya mi" tita juga menurut aja, tidak banyak drama lagi


Sampai di kamar barulah Linda mulai bicara dengan anaknya sambil mereka otw tidur, yang paling ingin otw tidur tita sih bukan ibu Linda.


"Ya, kasian juga daddymu ya, sekarang kurus begitu, kurang - kurang sehat lagi" ujar Linda


"biarin mi, itu akibat dosanya, karma namanya" ucap tita berapi - api.


Tapi bukan Linda jika tidak bisa meredam emosi anaknya. Dia tetap sabar membujuk anaknya supaya tidak gampang emosi dan menilai sesuatu.


"Sayang, tidak perlu lagi menghukum daddymu, karena Tuhan sudah menghukumnya. Kamu tidak boleh marah terus, itu sama saja kamu memelihara penyakit dalam hatimu. Maafkanlah daddymu, seperti handy bilang tadi kan, jangan menyimpan dendam, berat nak" ucap linda dengan sabar.


"iya mi," jawab tita akhirnya. Tita memang jarang melawan Linda maminya karena Linda memang orang yang sabar dan tita juga merasa maminya itu tak pantas di bantah. Makanya dia sangat kecewa, sangat sangat kecewa ketika daddynya membela wanita lain.


"ya sudah, sekarang kita istirahat sayang, dari tadi pasti sudah menguras emosimu iya kan"? tanya Linda dengan senyum


"iya mi, oh iya mi, mungkin ngga ya tita di pecat karena marahin tamu" tanya tita serius.


Linda kembali memeluk putrinya itu.


"Siapa yang akan memarahi kamu ta, bahkan tadi handy bilang siapa yang bisa memecat kamu"? ucap Linda lagi


"iya sih mi, tapi itu akan memberi pengaruh buruk sama teman - teman yang lain" ujar tita lagi


"sudah tidak perlu di pikirkan itu, sekarang kamu istirahat dulu, mami ada sedikit kerjaan tadi belum kelar" ujar Linda. Dia khawatir kalau anaknya terus tertekan akan membuat mentalnya semakin down.


"iya mi" ucap tita lalu menaruh handphonenya di dekat tempat tidur.


Diusap - usap Linda perlahan membuat tita terlena, masalah hari ini sangat menguras emosinya membuat dia langsung tertidur tidak berapa lama diusap - usap maminya.


Melihat putrinya tidur terlihat sangat tenang membuat hati Linda sedikit tenang.


'syukurlah nak, kamu bisa langsung tidur, mami sangat takut kamu ngga bisa tidur lagi' gumam Linda perlahan. Kemudian dia menarik selimut menutupi tubuh putrinya dan menyalakan pendingin serta menutup seluruh jendela kamar tita. Dia ingin tita tidur nyenyak.


Baru aja Linda ingin keluar dari kamar tita, handphone tita berdering dan tertulis nama kak handy calling..


dddrrttt dddrrttt dddrrttt

__ADS_1


Linda langsung meraih handphone tita, karena takut mengganggu tidur tita.


"hallo Han, ini saya maminya tita" ujar Linda pelan setengah berbisik. Dia langsung keluar dari kamar tita sambil mengangkat telepon dari handy.


"tita masih sedih kak"


"sudah ngga, sekarang dia tidur, makanya aku angkat telepon mu, takutnya mengganggu tidurnya malah nanti dia ngga bisa tidur lagi" ujar Linda to the point.


"ohhh iya ngga apa - apa kak, aku ngerti, syukurlah kalau dia bisa tidur. ya sudah aku tutup dulu kak, ini aku baru kelar meeting mau ke kantor dulu, sore baru ke rumah" tutur handy


"iya han, hati - hati ya"


"iya kak"


Handy sedikit merasa tenang kalau tita sudah tidur. Sebenarnya kalau tita bersama maminya handy tidak terlalu khawatir karena kelembutan ibu Linda tidak perlu di ragukan bisa mengatasi tita dalam kondisi apapun.


Sore harinya setelah pulang kerja handy langsung menuju rumah tita bersama valdo. Begitu sampai rumah tita Linda terlihat agak gugup.


"Kamu sudah datang Han" tanya Linda melihat handy dan valdo sudah duduk di ruang tengah saat dia keluar dari kamar tita.


"iya kak, tita masih tidur"? tanya handy


Linda sedikit bingung, pasalnya tubuh tita agak demam dan nafasnya terlihat ngos- ngosan. Mungkin karena tadi siang emosinya sangat terkuras. Mau beritahu handy pasti handy akan panggil dokter atau malah membawa tita ke rumah sakit. Tapi tidak memberitahu handy susah juga, takutnya ntar lagi panasnya belum turun juga handy bisa marah. Karena Linda tahu Handy sangat posesif sama tita.


"Han itu, tadi badan tita agak demam, jadi dia masih aku suruh istirahat" ujar Linda


"valdo telepon dokter"


"iya han" valdo juga langsung sigap, dia sudah tahu karakter handy kalau masalahnya mengenai tita. Salah sedikit bisa jadi masalah besar.


"Han dia sudah minum obat demam" ucap Linda berusaha menghalangi.


"ngga apa - apa kak, syukur kalau panasnya bentar lagi turun, tapi tetap harus di periksa dokter kak" ujar handy mulai gelisah. Ingin rasanya dia langsung masuk ke kamar tita untuk memastikan langsung keadaan tita.


"ya sudah, kamu lihat dia dulu di kamarnya, biar kamu lebih tenang" ujar Linda yang tahu kegalauan handy.


"iya makasih kak" ucap handy langsung menuju kamar tita dan membuka pintunya yang tak terkunci itu.


Handy melihat tita lagi tidur nyenyak, mungkin pengaruh obat yang di kasih ibu Linda juga membuat dia terlihat sangat pulas.


Handy mendekati kasur tita dan duduk di pinggirnya. Memang tubuh tita sudah sedikit adem membuat handy sedikit tenang.


Dia berdiri mendekat ke wajah tita dan mencium keningnya lembut. Tita masih belum ada pergerakan, itu berarti tita memang sangat pulas.

__ADS_1


Handy menarik kursi yang ada di kamar tita ke dekat tempat tidur tita. Handy memegang tangan tita dan mengusap punggung tangannya.


Tidak berapa lama ibu Linda datang karena pintu memang tidak ditutup.


"Han, itu kopinya diluar, dia masih demam ga"? tanya Linda sambil menempelkan tangannya di dahi putrinya.


"sudah turun Han, dia hanya kecapean itu. Kalau dia bisa langsung tidur tidak usah khawatir Han, kecuali dia ngga bisa tidur itu bahaya" ujar Linda.


Handy mengangguk tanda setuju. Baru aja handy mau keluar dari kamar tita, dokter sudah datang bersama valdo.


"Siapa yang sakit valdo"


"tita Ra"


"tita siapa" tanya Ira makin mendekat ke tempat tidur membuat Linda dan handy minggir sejenak.


"periksa aja, ngga usah tanya - tanya" sergah handy


"haissshhh dasar kau jomblo akut" ucap dokter Ira yang sudah punya dua anak. Dia adalah teman handy dan valdo saat kuliah karena rumahnya dekat kostan handy dan valdo.


Dokter Ira langsung memegang pergelangan tangan tita dan menempelkan alatnya. Setelah itu dia Pindah ke dekat dadanya tita.


"Dia tidak apa - apa, hanya saja terlihat seperti kecapean, apa dia bekerja" tanya dokter Ira. Valdo langsung menjawab dokter Ira takut handy sewot kalau di bilang kecapean, bisa - bisa bagian receptionist ditambah lagi.


"ohhhh berarti dia perlu istirahat maksudnya Ra" tanya valdo


"iya, dia hanya butuh istirahat, tidak apa - apa" tutur Ira


"terimakasih dokter" ucap ibu Linda.


Lalu dokter Ira menuliskan resep dan memberikannya kepada ibu Linda.


"ini saya resepkan vitamin, tolong diminum rutin ya Bu" ucap dokter Ira ke arah ibu Linda


"baik dok"


"kalau begitu saya permisi dulu Bu, Han, valdo" ucap dokter Ira


"iya, mari Ra" ujar valdo


Halo pembacaku yang setia


Tetap dukung ya

__ADS_1


like, coment dan vote


Terimakasih🙏


__ADS_2