
Keesokan harinya ternyata bukan valdo yang mengantarkan pakaian kerja tita tapi justru ibu Linda.
Ternyata begitu mendapat pesan dari handy, valdo yang memang sudah bangun langsung menghubungi ibu Linda untuk menyiapkan pakaian kerja tita sementara dia sendiri akan menyiapkan pakaian kerja handy nantinya.
Dan ibu Linda yang sudah berpikir semalaman ternyata juga berniat ketemu suaminya itu, biar bagaimanapun mereka harus bicara tentang pernikahan tita ini. Ibu Linda juga sudah berusaha menerima kesalahan masa lalu suaminya, walaupun itu menyakitkan. Tapi kalau kita terus fokus ke masa lalu, kapan kita akan maju ke masa depan. Lagi pula setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua.
Akhirnya setelah menyiapkan keperluan kerja tita, ibu Linda bergegas mandi dan berganti pakaian. Lalu tanpa berpikir panjang dia ambil kunci mobil mewah tita yang di berikan handy untuk menuju apartemen pak David.
Sebelum berangkat tak lupa ibu Linda kirim pesan ke valdo bahwa dia sendirilah yang akan mengantar pakaian kerja tita ke apartemen pak David.
Begitu mobil yang di kendarai ibu Linda masuk ke apartemen mewah suaminya, dia tidak tahu nomor unit suaminya itu, sehingga mau ngga mau dia harus chat handy.
Handy yang sedang menunggu pacarnya bangun sambil main handphone langsung telepon kak Linda begitu lihat chat kak Linda bertanya nomor unit pak David.
dddrrttt dddrrttt dddrrttt
"apa kak linda mau ke sini"?
"aku sudah di bawah Han, cuma ngga tahu unitnya" ujar Linda serius
"sebentar kak, aku turun"
"makasih Han, makasih banyak"
Tapi begitu handy keluar pak David baru mau masuk perlahan. Dan melihat handy terburu - buru pak David heran dan akhirnya bertanya.
"ada apa pak handy"?
"aku mau ke bawah sebentar, ada kak Linda di bawah" ujar handy bersemangat. Pada saat seperti ini handy sudah bukan seperti pimpinan perusahaan, tapi seperti asisten yang cekatan untuk menyenangkan bosnya. Mungkin cinta memang bisa mengubah segalanya, termasuk handy.
Tapi pak David yang tidak kalah bahagianya malah lebih semangat lagi menyambut istrinya itu datang.
"tidak usah pak handy, jaga tita aja biar pak Ujang aja yang ke bawah" ucapnya
"ohhh oke," ujar handy akhirnya. Yang penting sudah ada yang menjemput kak Linda ke bawah, dia juga tidak ingin sebenarnya terpisah dari tita.
Pak David langsung memanggil bibi untuk menyiapkan sarapan bersama. Saking semangatnya menunggu sang istri membuat jantung pak David serasa berdetak lebih kencang.
__ADS_1
Tidak berapa lama tita sudah bangun ternyata. Dan dia baru sadar sedang berada di kamar daddynya.
"kak handy jam berapa sekarang, kita harus pulang" ujar tita dengan muka bantalnya tapi tetap lucu menurut handy.
"hehehehe mandi dulu gih, biar segar" ujar handy yang ternyata belum mandi juga.
"emank kak handy sudah mandi" tanya tita serius
"belum" ucapnya sambil menggeleng tanpa rasa bersalah membuat tita makin cerewet.
"ihhh kak handy, sendirinya belum mandi juga" jawab tita
"iya iya, ada kak Linda di depan" ujar handy santai.
"apahhh" tita jelas kaget
"mami benaran di sini kak? kapan datang"? tanya tita beruntun
"tanyanya satu - satu donk ta" goda handy lagi membuat tita ngga sabar lalu langsung turun dan keluar dari kamar daddynya.
Begitu keluar tita sedang melihat pemandangan yang mengharukan di pagi hari.
Tita yang tadinya ingin memanggil maminya jadi urung ketika handy malah menariknya masuk kembali.
"biarkan mereka bicara dulu dari hati ke hati ta" ujar handy, dan kali ini tita tidak berontak lagi, dia hanya diam ketika handy menariknya masuk ke dalam lagi.
Tapi karena terjadi ke kakuan antara pak David dan ibu Linda, akhirnya ibu Linda bertanya dimana putrinya.
"Tita masih di kamarku, tadi belum bangun, kata handy tunggu dulu sampai dia bangun sendiri" ujar David memberitahu istrinya itu.
"ohhh tapi ini sudah siang, nanti dia malah telat kerja" ujar ibu Linda karena biasanya juga dia yang bangunin putrinya itu mau kerja.
"ohh ya udah ntar aku bangunin, masuk dulu sayang..." ujar pak David keceplosan dengan panggilan jaman dulu membuat dia sendiri kaget dengan dirinya, apalagi ibu Linda.
Ibu Linda di panggil begitu jadi salah tingkah, dia jadi terlihat gugup. Padahal sepanjang malam ini dia sudah meneguhkan hatinya untuk tegar dan merelakan semua apa yang terjadi nantinya. Dia tidak boleh terlihat lemah di mata mantan suaminya itu.
Pak David tidak kalah gugup, tapi terlihat binar di wajahnya. Bagaimana tidak, anak dan istrinya sedang berada di dekatnya, berbicara dengannya, hal paling sudah lama di tunggu pak David. Mungkin semua memang ada waktunya, pak David bisa sadar dari kesalahannya membuatnya rindu dengan keluarga kecilnya dan juga baru berdoa kembali untuk keutuhan rumah tangganya.
__ADS_1
"BI tolong panggilkan nona tita dan tuan handy" ujar pak David
"baik tuan"
Tidak berapa lama terlihat tita keluar dari kamar David beserta handy, tita masih menggunakan baju yang tadi malam.
"mami" pura - pura panggil tita seolah - olah baru tahu maminya ada di sini.
"iya nak, ini mami bawa pakaian kerjamu. Tadi valdo telepon mami minta disiapin nanti dia ambil, tapi mami pikir mami antar sendiri aja" ujar Linda.
"iya mi, aku belum ganti baju ini" ujar tita sambil mengambil paper bag yang di bawa maminya.
"Bi, saya bisa mandi di kamar tamu ga"? tanya tita sopan kepada pembantunya.
"bisa non tita, mari saya antar" ujar bibinya
"makasih bi"
Tita dan handy akhirnya mandi di kamar yang berbeda. Hanya saja handy memilih Mandi di kantornya aja.
Sementara tita mandi dan handy sedang menunggu valdo, pak David mengajak ibu Linda ke meja makan. Pak David ingin sarapan bersama pagi ini bersama anak dan istrinya.
Benar saja, tanpa banyak drama lagi, tita dan handy serta valdo bergabung di meja makan pak David. Semua artnya sibuk, karena biasanya hanya melayani pak David, tapi hari ini ada keluarganya. Pak David terlihat sangat antusias.
Setelah sarapan handy dan tita memilih pergi ke kantor, sementara ibu Linda ingin bicara dulu sama pak David.
David langsung mengajak Linda istrinya ke ruang depan. Dan setelah pak David membereskan urusan kantor dengan asistennya, dia langsung fokus ke istrinya.
"Lin, terimakasih ya sudah mau ke sini. Apa masih boleh Lin kalau aku memanggilmu sayang? jujur aku sangat merindukan hal itu " ujar pak David penuh harap.
Linda yang di todong pertanyaan begitu jelas bingung lah untuk menjawabnya. Dia bahkan hanya bengong dan menatap pak David, entah dia sadar atau tidak, tapi dia menatap pak David penuh kerinduan juga. Tidak gampang emang menghilangkan rasa cinta yang dari hati, apalagi satu - satunya yang membuat ibu Linda kecewa sama pak David hanya perselingkuhannya dengan Ica. Yang belakangan Linda tahu pak David juga karena ketipu.
Hallo semua pembaca setiaku
Jangan bosan ya
Dukung terus author
__ADS_1
like, coment dan vote
Terimakasih 🙏