
Bastian sejujurnya iba sama Linda, karena sudah banyak wanita yang menjadi kliennya seperti dia, korban keserakahan laki - laki.
"ceritakan detailnya" tanyanya tegas dan jelas
Linda terlihat ragu dulu untuk menjelaskan semuannya. Mungkin kurang sanggup untuk mengingat kembali. Akhirnya handy yang menceritakan sesuai cerita Linda.
"nanti kalau ada yang kurang, tambahin ya kak" ucap handy kepada Linda.
"iya" ucapnya sambil mengangguk.
"jadi begini pak bas, menurut cerita kak Linda ini, dulu mereka adalah keluarga harmonis dan bahagia, dan ini tita buah cinta mereka sangat dekat dengan daddynya" awal cerita handy kepada lawyernya.
"Tapi keharmonisan itu Akhirnya goyah, juga pernikahan mereka , karena pak David itu selingkuh dengan wanita muda bernama Ica." cerita handy , dan pak Bastian masih mendengar dengan seksama, karena ini masih masalah umum belum terlalu spesial.
"Akhirnya pak David minta cerai baik - baik , karena menurutnya sudah tidak ada cinta untuk kak Linda ini"
"Kak Linda yang seorang istri hanya bisa pasrah dan menerima keputusan pak David, dan akhirnya mereka sepakat bercerai dan membagi harta Gono gini mereka sesuai pembagian yang di lakukan pak David sendiri, yaitu kak Linda dan tita mendapatkan rumah, apartemen, mobil mereka yang biasanya dan juga deposito di salah satu bank" tutur handy tenang tapi jelas. Yah begitulah, handy kan seorang pemimpin, jadi segala sesuatu itu dia ngga suka yang bertele - tele, harus tegas dan jelas.
"Singkat cerita tita ini melakukan kesalahan yang sebenarnya kak Linda tidak tahu sama sekali, bahwa dia penasaran dengan perselingkuhan daddynya, sehingga dia mengikutinya dan melabrak wanita itu di salah satu restoran mewah, di depan umum" tuturnya lagi.
"dan mungkin masalah ini membuat wanita itu malu atau pak David yang malu, sehingga dengan alasan tidak bisa menjaga anak dengan baik, akhirnya pak David menarik semua yang sudah di berikan tadi, kecuali rumah mereka" tutur handy, dan pak Bastian mulai mempelajari kasus spesialnya di sini.
"terus"
"dan kemarin, entah bagaimana ceritanya , selingkuhan pak David itu mengusir mereka dari rumah beserta anak buahnya dengan tanpa membawa apa pun, bahkan selembar uang cash pun tak ada. Hanya karena mereka adalah preman, kak Linda nurut takut anaknya tita yang jadi korban mereka" tuturnya
Pak Bastian sedikit kaget, baru kali ini dia menemukan kasus istri sah bisa terusir dari rumah yang sudah di berikan suaminya.
"terus"
"tadi malam akhirnya mereka tidur di rumah temannya tita, tapi tita ngga terima, dia datangi kantor pak David, bersamaan dengan pak David akan keluar dari kantornya. Akhirnya tita terus ikutin pak David sampai ke mall X tadi siang. Dan itu aku sudah lihat sendiri dengan mata kepalaku pak bas" tutur handy
__ADS_1
"tita sampai di dorong Daddy yang sangat dia cintai, sampai tersungkur ke lantai demi wanita itu" tutur handy
"terus apa yang diinginkan sekarang" tanya Bastian juga to the point.
"tolong ambil rumah mereka beserta isinya, itu yang pertama" tutur handy
"yang kedua bantu aku menghancurkan pak David" jelas handy tanpa Tedeng Aling - Aling.
memang usaha pak handy dan David jauh berbeda, pak handy berupa alat berat kontruksi sedangkan pak David berusaha di bidang textil. Tapi pak handy rela membuang uangnya demi memberi pelajaran kepada laki - laki bodoh yang suka selingkuh.
"baik, kita lakukan yang pertama dulu. berikan aku alamat rumah itu, sekarang juga kita bergerak, tapi sepertinya ibu Linda dan nak tita tetap harus ikut, nanti tunggu di mobil aja dulu kalau belum di perlukan" ucap pak Bastian.
"pak handy yang pasti kita butuh orang, karena sejujurnya kita sedang mengusir preman yang tidak mengerti hukum, jadi percuma jika kita jelaskan secara hukum" ujar pak Bastian.
Handy membenarkan ucapan pak Bastian
Kalau dia mengerti hukum harusnya dia faham bahwa itu bukan haknya.
"baik bos" valdo dengan cekatan menghubungi orang - orang lapangan mereka untuk merapat ke daerah rumah Linda.
Tidak berapa lama valdo masuk lagi dan melaporkan bahwa semua sudah merapat tapi agak jauh.
"gimana pak Bastian, kita bisa jalan"? tanya handy tanpa menunggu waktu.
"kalau ibu dan adek ini siap, kita jalan" ucap pak Bastian sambil menutup laptopnya kembali, yang tadi sempat dia buka.
Akhirnya handy dan Linda beserta tita putrinya berada dalam satu mobil, sementara pak Bastian dan valdo beserta orang pak Bastian berada dalam satu mobil.
Pak Bastian juga selalu diikuti oleh bodyguardnya, maklumlah dia seorang pengacara, banyak musuh di luar sana.
Hampir menempuh perjalanan selama satu jam, barulah mereka tiba di komplek yang di tuju. Perumahan yang agak mewah memang, karena maklumlah pak David ini adalah pengusaha yang sukses, hanya nafsunyalah yang membuatnya jatuh ke lobang yang salah.
__ADS_1
Pak Bastian langsung menuju rumah kepala rukun tetangga, sebagai orang yang mengerti hukum dia cukup tahu jalurnya.
Bapak RT itu sangat ramah dan cukup kenal dengan pak David dan Bu Linda, hanya saja memang dari kemarin rumahnya itu di jaga oleh beberapa bodyguard yang menurut bodyguard itu, mereka suruhan ibu Linda untuk menjaga rumahnya. Padahal itu bohong, itu hanya akal - akalan Ica sang pelakor supaya jangan jadi pertanyaan pak David yang bodoh itu.
Pak RT dan pak Bastian akhirnya bersama masuk ke rumah itu dan mengatakan ingin ketemu ibu Linda. Mereka jelas aja kaget dan bingung gimana caranya ketemu ibu Linda.
"maaf pak, kami hanya menjalankan perintah, kami kurang paham dengan ibu Linda" ucap mereka berkelid membuat pak RT itu sedikit bingung. Sementara pak Bastian sudah paham pasti itu akal - akalan wanita licik itu, memanfaatkan kemarahan pak David kepada anak dan istrinya.
"siapa yang memerintah kalian" tanya pak Bastian penuh intimidasi, karena dia sudah cukup sering menghadapi orang kayak begini, jadi ikuti alur mereka aja.
Terlihat bodyguard itu saling pandang satu sama lain. Karena jujur mereka memang hanya di perintah tanpa tahu masalah sebenarnya, dan menurut bos mereka, mereka harus bilang suruhan Linda.
"kalian tidak usah takut, kalian hanya bekerja, saya tahu itu, tapi izinkan kami juga melakukan pekerjaan kami" ujar pak Bastian lagi.
Kembali mereka hanya saling pandang.
"kalau kalian tidak mau menyebutkan siapa yang memberi perintah, paling tidak siapa bos kalian, yang menempatkan kalian di sini" cecar pak Bastian
"ibu Linda" jawab mereka seperti perintah
"baik, berikan nomor handphone ibu Linda saat memerintah kalian" ujar pak Bastian masih tenang.
Mereka sepertinya paham bahwa ini akan ada masalah besar, dan mereka seolah memberi kode untuk menyerang karena mengira pak Bastian dan pak RT hanya bertiga bersama valdo.
"Kalau kalian brutal, keamanan sudah mengelilingi tempat ini, jadi tidak usah berpikir untuk bertindak anarkis" ucap pak Bastian sementara pak RT itu juga bingung ternyata pak Bastian itu tidak sepolos yang dia lihat.
Hai readers
Dukung terus ya
like, coment dan vote
__ADS_1
Terimakasih🙏