
Sepanjang perjalanan ke kantor handy nggada berhentinya menatap tita. Tita yang sadar masih ditatap handy kadang menjadi salah tingkah.
"ta, nanti di kantor jangan dekat - dekat cowok ya, kalau aku lihat dekat cowok pasti aku akan sulit konsentrasi kerja" ujar handy masih memegang tangan tita
"iya kak" jawab tita
"lagi juga di bawah kan gada cowok kak, kita berempat cewek semua" tutur tita
"iya, pokoknya cowok mana juga ngga boleh" tegas handy
"oke bos"
"kalau aku lihat kamu senyum sama cowok, aku akan umumin kalau kamu adalah calon istriku dan kita akan menikah" ujar handy lagi.
"ihhh ada begitu" ujar tita sambil senyum manis mbuat handy makin gemes. Kepolosan tita memang sangat menggemaskan. Handy semakin dan semakin cinta sama tita.
Tanpa terasa mobil handy sudah memasuki kawasan kantor handy. Tita minta diturunin di depan sebelum masuk gerbang gedung megah itu.
"stop pak, aku turun di sini aja" ucap tita sambil melihat handy berharap di izinkan turun di sini. Karena kalau dari basement malah mereka akan satu lift pastinya dengan handy, dan itu membuat tita kurang nyaman.
"tidak, jangan di sini" ucap handy sok tegas
"kak, boleh ya, pak berhenti dulu pak" ucap tita ke arah pak Yanto.
"aku turun disini ya, terus aku lari, nanti kak handy juga masih bisa lihat kalau ada yang gangguin, daripada di basement. iya kak handy yang ganteng, boleh ya disini" bujuk tita lalu langsung mengecup pipi handy.
Handy masih terkesima sementara pak Yanto masih diam menunggu perintah. Pak Yanto hanya fokus menatap ke depan, tidak ingin kepo dengan ulah majikannya itu.
Mendapat serangan dari tita handy terpaku sejenak, tapi begitu melihat mata tita berputar seperti biasa handy tidak dapat menahan dirinya. Dia mengecup bibir tita sekejap.
"ya sudah sana, kamu memang selalu menang. pergi sana biar aku lihatin dari sini" ucapnya sambil senyum kecil.
"nah gitu donk, makasih ya kak" ucap tita sambil membuka pintu mobil handy.
Sebelum turun tita masih sempat senyum sama handy dan memajukan tubuhnya lagi.
__ADS_1
cup
Kembali dia mengecup pipi handy saking senangnya.
"I love you kak handy jelek" ucapnya asal sambil melambai membuat pak Yanto senyum di belakang setir. Sepanjang bekerja sama handy baru non tita yang berani bilang kak handy jelek yang di dengar oleh pak Yanto.
Sementara handy masih terkesima dengan perilaku tita hari ini, mencium pipi handy sampai dua kali, membujuk handy dengan gaya khasnya dan sekarang dia bilang dia cinta aku, dan dia bilang juga aku jelek. Handy sampai senyum - senyum sendiri sementara tita sudah berlari menuju gerbang seperti seorang anak SMP yang hampir telat.
Handy masih senyum mengamati perilaku tita dari dalam mobilnya. Dan begitu tita sampai di lobby kantor itu barulah handy menyuruh pak Yanto untuk jalan.
Hanya berapa menit handy sudah tiba di kantornya. Dia turun di lobby sengaja agak lambat karena dia lihat tita sedang siap - siap untuk bekerja. Barulah ketika tita sudah gabung dengan teman - temannya handy melangkah masuk. Mereka semua menunduk hormat begitu handy masuk.
Tita terlihat berusaha professional, sementara handy sebenarnya sudah tidak bisa menahan diri. Tapi dia ingat ini kantor dan tita ingin bekerja dengan nyaman bukan karena pengaruh handy. Akhirnya handy langsung melangkah menuju lift khusus dirinya.
Tidak berapa lama valdo juga memasuki gedung kantor handy. Tadi handy memerintahkan dia untuk mengambil sarapan dan makanan untuk tita.
"ta, sarapan untuk kamu" ujar valdo membuat teman tita tidak ada yang berani berkutik. Mereka tahu siapa valdo, orang yang paling berpengaruh di kantor ini setelah pimpinan mereka. Walaupun valdo terlihat ramah tapi dia ngga suka karyawan yang tidak professional.
"makasih om valdo" ucap tita ragu - ragu. Valdo mengerti perasaan tita, makanya dia langsung berlalu dari sana.
Tita menyimpan tempat makan yang di paper bag yang dibawa valdo tadi.
Tita merasa teman - temannya memandangnya dengan tatapan berbeda, entah mereka kagum atau ngga suka, tita tidak tahu. Tapi bukan tita namanya kalau tidak cuek dengan hal - hal begitu.
Tita kembali serius bekerja dan menulis buku daftar tamu hari ini, yang akan di isi oleh setiap tamu yang datang. Walaupun teman - temannya melirik - liriknya tita tetap serius bekerja.
Tapi sungguh luar biasa, tamu yang pertama hadir di kantor handy adalah pak David dan asistennya Dodi yang sering di panggil tita dengan sebutan om Dodi.
Tita melihat pak David yang akan melangkah masuk kantor handy bersama om Dodi, hatinya mulai bergemuruh antara benci dan rindu kepada daddynya. Jujur tita belum siap ketemu daddynya saat ini dan kenapa harus di kantor kak handy, di tempat tita bekerja.
Sebenarnya tita ingin pura - pura sibuk dulu untuk menghindari daddynya, tapi temannya yang lebih senior malah menyuruh tita untuk menyambut tamu tersebut.
Tita jadi bingung dan mematung di tempatnya. Tanpa tita sadari air matanya sudah mengalir di pipinya melihat daddynya sedikit kurus dan sepertinya kurang sehat, mungkin itulah yang dinamakan ikatan darah dan emosi, sekalipun benci tetap ada kerinduan akan belaian daddynya yang dulu selalu memanjakannya.
Sementara pak David belum menyadari keberadaan putrinya kalau saja Dodi tidak menyenggol tangannya. Maklumlah seorang bos biasanya jarang bertanya kepada receptionist karena sudah di handle bawahannya.
__ADS_1
"pak, ada non tita" ucap Dodi perlahan tapi sanggup menyadarkan pak David dalam sekejap, begitu mendengar nama putrinya tita.
"mana" pak David melongok kaget
"meja receptionist" ujar Dodi perlahan, dan benar saja perlahan pak David menoleh ke arah putrinya, putri yang sangat dia rindukan. Putri yang sudah dia sakiti hatinya. Melihat putrinya menggunakan pakaian kerja, David merasa bangga ternyata sekarang putrinya sudah besar dan sudah mandiri.
Tanpa pak David sadari kakinya berjalan kearah meja receptionist dan hanya menatap ke satu titik yaitu putrinya tita.
Saking emosinya tidak terkontrol, tita ingin marah dan teriak, tapi segera di sadarkan teman di sebelahnya.
"ta, tamu tuh, ntar nama kantor kita jelek lho" ucap temannya
"ohhhh iya iya iya" jawab tita grogi tapi mencoba bersikap layaknya seorang karyawan di kantor itu. Tita mulai berdiri tegap dan menghapus air matanya yang sempat jatuh ke pipinya.
"Selamat pagi pak, ada yang bisa di bantu" ucap tita layaknya seorang karyawan yang sedang bekerja dan ngga kenal dengan tamunya. Tapi tetap aja tita terlihat grogi.
Pak David tidak menjawab malah terus menatap putrinya. Akhirnya Dodi sang asisten yang bicara dan menjawab tita.
"selamat pagi, kami ingin ketemu dengan pak handy, " ujar Dodi
"sudah ada janji pak" tanya temannya tita karena dia lihat tita masih grogi.
"mohon maaf pak , dia anak masih baru" jelasnya membuat tita menunduk ingin mundur.
"hmmm" jawab Dodi melirik non Titanya juga yang berusaha untuk mundur.
"ngga apa - apa mba, biarin aja dia yang layani kami, biarpun anak baru aku yakin dia bisa" ujar Dodi yang ingin bosnya bicara dengan putrinya sekalipun atas nama pekerjaan. Dodi tahu seberapa rindu bosnya itu dengan putrinya.
"maaf pak, biar saya handle aja, saya hubungi pak handy dulu" ujar rekannya itu belum paham apa yang terjadi.
Hai semua, tetap dukung ya guys
Jangan bosan ya
like, coment dan vote
__ADS_1
Terimakasih🙏