KAKAKKU MERTUAKU

KAKAKKU MERTUAKU
PART 58 TERNYATA SULIT


__ADS_3

Dodi yang melihat tita sangat emosi jadi merasa makin bersalah, sekalipun ibu Linda bilang tidak apa - apa, tapi hati kecilnya bilang kasian tita harus mengingat itu kembali.


Belum bisa Dodi berpikir untuk mulai cerita darimana, ternyata timbul lagi masalah baru, karena tiba - tiba muncul handy dan valdo di rumah tita.


"ada urusan apa anda ke sini" tanya handy datar tapi penuh tekanan. Linda dan pak Dodi sampai kaget karena handy sudah ada di rumah itu aja.


Ternyata Handy tidak akan pernah terima siapapun yang membuat tita menangis.


Sementara saat ini, lihatlah tita sampai menangis sedih dipelukan maminya.


"maaf saya.." ujar Dodi berusaha menjelaskan.


"Saya tidak perduli penjelasan, tapi sekali lagi anda buat tita menangis begini, anda berhadapan dengan saya" ujar handy tegas ditambah tatapan dinginnya.


Dodi di buat semakin bingung. Tiba - tiba cowok itu datang dan marahin Dodi.


Handy terlihat tak perduli sama Dodi, dia malah langsung mendekati tita di dekat Linda dan membantu tita berdiri dan menggandeng tita masuk ke dalam rumah. Sementara Linda dan valdo masih bicara dengan Dodi. Mereka sudah paham dengan sikap handy yang posesif.


"maaf Bu Linda, apa laki - laki ini yang membuat tita menangis"? tanya valdo masih dingin


"sebenarnya, dia tidak bermaksud begitu val, hanya saja tita masih sensi kalau kembali ingat daddynya" tutur Linda, karena memang demikianlah keadaannya.


"iya pak, saya tidak bermaksud apa - apa" ujar Dodi ingin meluruskan masalahnya, dia tidak ingin terlibat masalah dengan asisten handy ini.


"syukurlah, karena kalau sampai aku tahu kalian membuat tita menangis, saya ngga janji usaha pak David tidak akan goyah. Saya rasa kamu sudah tahu pak handy, dan sudah beberapa kali kita berhadapan." ujar valdo penuh ancaman.


"karena sekarang membuat airmata tita sampai jatuh, sama aja kalian cari penyakit, kalian akan langsung berhadapan dengan pak handy, bukan hanya ibu Linda, ingat itu " ujar valdo pedas membuat dodi sedikit gugup juga.


Dodi sampai tidak bisa bicara apa - apa, bahkan sekedar untuk bertanya, emank tita itu siapanya pak handy'?


Dodi takut itu akan menyinggung perasaan valdo lagi malah nambah masalah.


"oh iya ibu Linda, apa masih ada yang mau ibu bicarakan dengan dia" ucap valdo kearah ibu Linda sambil melirik ke Dodi juga.

__ADS_1


Ibu Linda menggelengkan kepalanya.


"tidak ada lagi val, dia hanya ingin mengabari pak David sakit, tapi mungkin dia salah, karena pak David bukan urusanku lagi" ujar Linda sambil menatap Dodi juga


"oh iya, apa urusan anda dengan ibu linda masih ada? sudah selesai kan? kalau sudah selesai mending anda tinggalkan tempat ini, daripada pak handy nanti marah" ucap valdo.


"tapi saya tidak ngapa - ngapain" bantah Dodi, sebenarnya hanya untuk bela diri, bukan untuk berniat melawan valdo.


"tolong anda pahami, pak handy tidak mau dengar cerita apapun. yang pasti kedatangan anda sudah membuat tita menangis" ujar valdo lebih tegas.


"iya pak Dodi, sebaiknya bapak pulang aja, kalau pak David sakit harusnya bapak cari dokter, atau bawalah berobat ke rumah sakit bahkan keluar negri. Kami bukan siapa - siapanya lagi, dan kami juga sudah move on. Dan satu lagi anda dengarkan kata anak saya tadi, bukan kami yang tidak mau pak David tapi pak david lah yang tidak menginginkan kami, bahkan dia bilang menyesal punya anak seperti anak saya" ucap Linda sendu.


Dodi sudah tidak bisa bicara apa - apa lagi, karena apa yang di ucapkan ibu Linda itu semua benar. Dulu pak David memang sudah sangat kelewatan karena di butakan oleh cintanya kepada Ica.


Dodi jadi bingung harus ngapain. David memang sudah menyesal sekarang, tapi kelakuannya di masa lalu jelas ngga bisa di lupakan begitu aja.


Lihatlah tita yang sampai segitu sedihnya mengingat setiap ucapan daddynya yang mengatakan dia menyesal punya anak seperti tita. Memang jelas waktu itu bosnya sangatlah lagi emosi, tapi itu semua akibat salahnya sendiri.


"baiklah Bu Linda, saya pulang dulu. Tolong sampaikan salam saya untuk non tita" ucap Dodi sopan


"iya pak Dodi" jawab Linda


Akhirnya Dodi keluar dari rumah itu dan di antar Linda sampai pintu gerbang.


Sebelum naik ke mobil sekali lagi Dodi masih berusaha untuk membuka hati ibu Linda.


"ibu Linda, tolong maafkan pak David, sekarang keadaannya tidak seperti dulu. pak David sudah sangat menyesal." ujar dodi lembut. Paling tidak dia sudah berusaha Sedaya mampu untuk menjelaskan kondisi pak David sekarang ini.


"tidak segampang itu pak Dodi, pak Dodi tidak pernah merasakan berada di pihak saya dan tita, tapi aku sangat menghargai niat baik pak Dodi sampai datang ke sini" ujar Linda biasa.


"baiklah Bu, saya juga tidak bisa memaksa ibu dan non tita. Saya juga ngga pernah setuju dengan perilaku bapak Bu, bahkan saya hampir di pecat karena memberitahu bapak tentang wanita itu" cerita Dodi


"tapi saya pikir bapak lagi khilaf, suatu saat pasti akan menyesal. Benar saja tidak berapa lama bapak tahu yang sesungguhnya. Sepertinya sih ada hubungannya dengan pak handy, terbongkarnya status Ica itu" tutur Dodi lagi.

__ADS_1


"itu bukan urusan saya lagi pak Dodi, sekarang kami sudah tenang walaupun hidup kami pas - Pasan. buktinya bisa kami lewati" ujar Linda lagi.


"oh iya Bu Linda, laki - laki tadi siapa ya, sepertinya dia sangat posesif banget sama non tita"? tanya Dodi lagi


"ohhh yang posesif itu sebenarnya handy, yang tadi itu valdo asistennya handy" jelasnya lagi.


"ohhhh iya maksudku pak handy itu"?


"dia itu bernasib sama persis dengan tita, dia dan ibunya di campakkan oleh papinya karena seorang pelakor, sampai akhirnya ibunya meninggal, dan akhirnya handy berjuang sendiri untuk sekolah dan sukses. dan pak dodi tahu siapa wanita itu?" ucap Linda sedikit tersenyum sumbang.


Terlihat Dodi hanya menggeleng.


'apa wanita itu Ica juga' batin Dodi


"wanita selingkuhan papinya handy itu adalah bernama Laura, mamanya Ica itu" ucapnya datar dan tenang.


Dodi jelas kaget, ternyata dunia sempit banget. Turunan dari pelakor jadi pelakor juga, ya ampun jadi pelakor kok di buat regenerasi ya, batin Dodi


'pantas aja handy terlihat sangat marah sama pak David ketika memarahi non tita, ternyata dia pernah merasakan itu sebelumnya.' batin Dodi.


"pantas pak handy itu terlihat sangat marah sama pak David waktu itu, ternyata sekelas dengan papinya" ucap Dodi


"tidak hanya itu, bahkan handy pernah menyuruh anak buahnya mengerjai Ica itu sampai babak belur karena membuat tita menangis di mall. Kalau sudah menyangkut tita, karena dia pernah berada di posisi itu dia tidak pandang bulu, dia akan marah besar bahkan sampai menurunkan anak buahnya" tutur Linda.


"Baiklah Bu Linda, saya permisi dulu, terimakasih sudah menerima saya dengan baik. Saya hanya kasian sama pak David yang hancur dengan penyesalannya" ujar Dodi lagi, lalu masuk ke dalam mobilnya dan berlalu dari rumah Linda.


Hai semua


Dukung terus ya


like, coment dan vote


Terimakasih🙏

__ADS_1


__ADS_2