KAKAKKU MERTUAKU

KAKAKKU MERTUAKU
PART 95 DAVID SAKIT


__ADS_3

Begitu keluar dari rumah pak Hadi, tita dan handy masih saling diam sampai mereka masuk mobil. Ternyata begitu mereka naik mobil sudah ada beberapa minuman ringan dan juga cemilan yang di beli pak Yanto tapi belum sempat di kasih ke pak handy tadi.


Tita masih bingung mau ngomong apa sama handy setelah melihat keadaan pak Hadi tadi. Dia masih banyak diam sambil kadang - kadang ingat daddynya.


Apa sebegitu menyedihkannya kalau di benci anak sendiri. Terus apa daddynya juga serapuh itu kalau di cuekin sama tita dan maminya.


"mikirin apa ta" tanya handy serius memecah kesunyian mereka yang di dalam mobil itu.


"Aku lagi mikirin pak Hadi kak, kelihatannya dia sekarang sedih banget di Bayangi oleh penyesalannya" ujar tita sendu.


"itu akibat perbuatan dia ta, jadi wajar aja kalau dia sekarang menderita. apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai ta" ujar handy sambil menatap keluar jendela mobil.


Melihat kesuksesan handy sekarang memang sangat tidak pantas kalau dia memiliki Daddy yang hidup sebatang kara bersama orang lain. Tapi bagi pak Hadi itu juga sudah bersyukur di banding dulu hidupnya ketika hidup bersama Laura dan anaknya.


"Tapi kasian banget kak" ujar tita lagi


"kamu lebih kasian dia atau pacarmu ini. Dulu kamu ngga tahu aja ta betapa menderitanya aku sama mami, mana mami jadi sakit, aku tidak ada yang urus, pokoknya menyedihkan deh ta" tutur handy serius


"iya sih kak, aku juga kalau lihat Daddy sedih kasian, tapi begitu ingat Daddy bersama pel.kor itu, hatiku sangat panas kak" tutur tita lagi. Dan sekarang handy sedikit melembut membujuk tita.


"Sudahlah ta, jangan dipikirin lagi, nanti kalau kita sudah menikah semua bebanmu itu berikan padaku ya" ujar handy tulus.


"Tapi Tuhan itu ajaib juga ya kak, bisa mempertemukan kita berdua yang sama - sama broken home, sehingga kita satu sama lain gampang mengerti" ujar tita lembut menatap handy membuat handy jadi senyum di buatnya.


"Tumben bocilku ini berpikiran dewasa" ujar handy sambil mencubit hidung tita yang mancung.


"aduh kak handy, tita bukan sok dewasa kak, tapi memang kenyataannya kita berdua mempunyai latar belakang punya papa yang tulang selingkuh kan" ujar tita lagi


"iya sayang, iya, aku tahu titaku sayang. Tapi masalahnya aku tidak perduli kamu itu anak siapa atau daddymu siapa, yang pasti aku sangat mencintaimu" tutur handy mantap.

__ADS_1


"iya kak aku tahu, tapi dulu Daddy juga sangat mencintai mami, kadang membuat aku iri sama mami karena sangat di sayang Daddy, tapi kenapa Daddy bisa selingkuh coba"? ujar tita sendu


Handy jadi terdiam mendengarnya, memang kata kak Linda juga dulu mereka saling mencintai, tapi gimana bisa pak David berubah sekejam itu sama anak dan istrinya.


"Nanti kak handy bosan ngga ya sama tita, terus cari lagi cewek yang masih fresh" ujar tita sendu dan menunduk.


Hati handy sedih melihat tita yang seperti itu, sangat rapuh dengan trauma masa lalunya.


Handy kemudian merangkul tita dan membawa ke dalam dekapannya.


"Sayang, aku memang bukan manusia suci yang bisa menjamin diriku seratus persen, tapi satu yang aku pegang ta dan aku juga berdoa semoga aku tidak jadi laki - laki yang berselingkuh. aku sudah bertekad bahwa aku tidak akan selingkuh ta. Cukup satu seumur hidup. Dan semoga Tuhan memberi kemudahan bagiku untuk melaksanakan niatku" tutur handy jujur dan tidak munafik.


"tapi bagaimana kalau nanti tita tidak seperti wanita yang kak handy harapkan, kan tita kurang mandiri kak, kurang dewasa juga apalagi mapan" ujar tita


"kan aku sudah bilang sayang, selama ini aku sudah bekerja keras untuk sukses. Aku hanya butuh pasangan yang mencintaiku dan memperhatikan aku. Aku ngga butuh yang sempurna karena aku ingin akulah kesempurnaan hidupmu kelak. Dan kamu tidak mandiri kan, karena aku ingin kamu selalu tergantung sama aku ta, hanya sama aku." ujar handy lagi yakin


Tidak terasa mereka sudah sampai di rumah kontrakan kak Linda.


Handy dan tita melihat di luar pagar ada mobil yang tidak asing bagi mereka, ternyata itu adalah mobil pak David.


"apa dia datang lagi"? tanya tita sudah berubah menjadi mode marah.


"ta, tolong jaga emosimu, siapa pun di dalam tahan dirimu, pegang tangan kak handy, oke" ujar handy . Dan begitu mobil handy masuk pekarangan rumah, handy langsung sigap turun dan membukakan pintu mobil untuk tita juga.


Handy dan tita bergandeng tangan masuk ke dalam rumah tita. Tapi yang mereka lihat hanya om Dodi yang duduk bersama ibu Linda.


"tita, kalian sudah pulang, kok telat pulangnya"? tanya kak Linda


"iya mi, tadi kita ketemu papinya kak handy" ujar tita jujur

__ADS_1


"ohhhh, ya sudah duduk dulu sayang bentar" ujar sang mami kepada tita dan handy


"ada apa ini kak Linda" tanya handy melihat Dodi dengan wajah kusut.


"Begini Han, tita, om Dodi kesini ingin mengabarkan Daddy sakit" ucap Linda perlahan


"terus" langsung potong tita


"maaf non tita, saya kesini bukan di suruh bapak, saya kesini murni inisiatif saya sendiri karena saya lihat bapak sedikit sudah hopeless. Saya ngga tega melihatnya non. Saya tahu bapak pernah salah dan saya juga tidak setuju dengan perilaku bapak dulu, bahkan saya juga sempat di benci oleh bapak karena mengatakan Ica itu pura - pura. Tapi sangat menghormati dan menyayangi bapak non, sehingga rasa benci saya bisa dikalahkan oleh rasa sayang saya sama bapak" tuturnya tetap lembut walaupun tita masih mode marah.


"itu akibat perbuatannya, sekarang cari aja wanita j.lang itu, ngapain kasih tahu aku sama mami. Giliran susah baru ingat mami" celetuk tita membuat Dodi tak bisa berkutik lagi.


Yang tita bilang itu benar memang, tapi itu dulu dan sekarang semua sudah balik lagi seperti semula, pak David hanya memikirkan istri dan putrinya setelah dia tahu semua kebusukan ica yang dulu berpura - pura sebagai korban laki - laki.


"sayang" ucap ibu Linda lembut kepada putrinya sementara handy hanya diam dulu selagi tita tidak emosi dia tidak akan ikut campur. Tapi kalau itu membuat mood tita tidak baik dia akan turun tangan langsung.


"pak dodi, maaf ya pak" ujar ibu Linda merasa ngga enak, biar bagaimanapun tujuan Dodi memang baik. Masalah diterima tita atau ngga itu masalah lain lagi.


"tidak apa - apa Bu, saya sangat paham dengan pikiran non tita. Saya hanya berharap maaf non tita untuk bapak, biar beban bapak sedikit berkurang, beri bapak kesempatan sekali lagi non. Atau non tita mungkin bisa minta apa aja ke bapak yang penting kasih bapak satu kesempatan non tita" ujar Dodi.


Akhirnya tita diam dan sedikit menunduk. Handy tidak tahu apa isi pikiran tita sekarang tapi dia ingin tita tahu kalau handy selalu mendukungnya. Handy meraih tangannya dan memegangnya erat sambil menatap wajahnya.


Hallo pembacaku yang setia


Dukung terus ya


Like ,coment dan vote


Terimakasih🙏

__ADS_1


__ADS_2