
Tita akhirnya bisa kerja lagi dengan tenang. Walaupun sebagian temannya ada yang merasa tidak adil kenapa tita tidak di hukum karena sudah memarahi tamu. Tamu itukan raja, dan itu bisa merusak citra perusahaan.
Tapi ada juga teman tita yang cuek dan ngga mau tahu dengan urusan tita.
"mentang - mentang bawaan pak valdo suka - sukanya gitu, itu sama aja merusak nama bagian receptionist" ucap Tina yang merasa paling cantik sebelum tita datang dan merasa paling ok di bagian receptionist.
Ucapan itu sekilas di dengar oleh tita, tapi dia diam aja. Toh ngga perlu di tanggapi juga hal - hal begitu.
Siang harinya tita ternyata di panggil valdo ke ruangannya, akhirnya sih ke ruangan handy. Mereka makan siang bareng yang di antar oleh pak Amir atas perintah ibu Linda.
Kembali temannya selalu bergunjing, tapi tita cuek aja. Tita tetap bisa bekerja dengan tenang.
Sorepun tiba, dia belum di hubungi oleh handy.
'apa aku naik taksi aja ya' batin tita
'ah takut salah ntar, takut juga naik taxi sendiri udah sore' batin tita
Akhirnya tita kirim chat ke handy dan itulah yang handy tunggu - tunggu. Sekali - sekali tita duluan yang kirimin dia chat.
"kak, tita pulangnya gimana" tanya tita lewat chat dan langsung di baca handy.
"tita naik taxi" isi chat tita
Melihat chat tita ingin naik taxi jelas langsung di jawab oleh handy.
"jangan naik taxi"
"bahaya"
"tunggu saya"
"ngga lama"
"ke ruangan saya aja"
Balasan handy langsung panjang dan bersambung kayak kereta.
"ya udah aku tunggu di bawah aja" balas tita. Dia lalu duduk di sofa besar di lobby kantor. Handy masih melihat semua pergerakan tita. Semua teman - teman tita sudah pulang yang bagian receptionist, karena bagian ini memang jarang ada yang lembur kecuali ada acara resmi kantor.
Handy yang melihat tita yang duduk di sofa, tidak mau membuang waktu. Dia tidak mau kalau tita menunggu lama, sejujurnya tadi dia hanya mau lihat gimana tita mengambil keputusan, langsung pulang atau tanya handy dulu, ternyata dia juga benar - benar menghormati handy sebagai pacarnya di balik sikap cueknya.
Handy langsung menekan interkom di ruangannya ke ruangan valdo.
__ADS_1
"aku mau pulang sekarang, kamu nanti pulang sendiri ya" ujar handy yang hanya bisa di jawab valdo dengan kata oke.
Padahal valdo sebenarnya masih mau bertanya handy mau kemana, tapi dia memilih cari tahu sendiri lewat pak Yanto nanti.
Handy langsung meraih tasnya dan menuju liftnya, tidak sampai satu menit dia sudah tiba di lobby dan langsung mendekati tita. Untung sudah tidak ada karyawan lain di sana, tapi masih suka ada satu dua karyawan bagian lain yang baru turun dari atas, mau ngga mau tita tetap harus waspada.
Melihat handy sudah datang reflek tita langsung berdiri, karena handy sudah mendekatinya.
"kak, katanya belum mau pulang, kok sudah langsung pulang aja" tanya tita agak pelan takut ada yang dengar.
Handy merasa geli dengan cara bicara tita, dia malah menggoda tita lagi dengan mendekatkan mulutnya ke kuping tita sambil berbisik.
"aku ngga mau kamu menunggu lama" bisiknya sambil tersenyum berbarengan dengan turunnya dua orang karyawan bagian kurir dari lantai atas.
Tita sudah sangat malu, kedua karyawan itu hanya menyapa pak handy sambil menunduk.
Tita langsung cemberut seperti biasa, karena menurutnya dia sudah ketangkap basah sama dua karyawan tadi.
"aku nunggu di halte aja" ujar tita sambil meraih tasnya.
"tidak usah, naik dari sini aja, sudah tidak ada orang kok" ujar handy
"itu menurut kak handy, takutnya masih ada karyawan yang belum pulang" ucap tita langsung berjalan. Handy membiarkan dulu tita berlalu, dia hanya bisa mengikuti kemauan tita.
Pak Yanto mengikuti perintah bosnya, dengan perlahan mobil handy mengikuti tita dari belakang. Tapi siapa sangka seorang laki - laki yang naik motor sport mendekati tita sambil membuka helmnya.
Laki - laki itu ternyata menanyakan alamat, sehingga dia harus turun dan membuka helmnya. Laki - laki tampan memang, pasti idola semua wanita. Hati handy jelas panas melihat itu, apalagi terlihat mereka sama - sama senyum ketika tita juga ngga tahu tentang alamat yang dia tanyakan.
Hati handy tak bisa di tahannya lagi, dan tita juga segera sadar kalau handy sedang mengawasinya. Dia tidak mau terjadi masalah karena salah faham, dia langsung beranjak meninggalkan cowok itu. Tita cukup tahu kalau handy sangat posesif dan tita juga menikmati hal itu, jadi dia tidak mau kalau handy marah - marah.
Sampai di halte tita tidak duduk lagi, dia hanya berdiri menunggu mobil handy. Dari tadi mobil handy hanya beberapa meter di belakangnya.
Tita langsung membuka pintu mobil tanpa menunggu handy lagi, handy menatapnya dengan intens.
"siapa cowok tadi, ganteng juga" ucap handy dingin.
"dia nanya alamat, tapi aku ngga tahu"
"pura - pura tanya alamat" ujar handy menatap keluar mobil
"kak handy ngga percaya" ucap tita tenang
"orang kamu terlihat senyum - senyum begitu"
__ADS_1
Tita akhirnya ngga bisa menahan tawanya, terus dia menjawab ucapan handy.
"masa iya aku menangis di tanya orang, seperti orang ketakutan. Aku kan tenang karena aku tahu kak handy menjagaku tadi" ujarnya tulus dan tenang.
"jadi kamu ngga kenal tuh cowok" tanya handy belum puas
"ngga"
"kamu harus hati - hati sama cowok yang belum kamu kenal ta" ujar handy meraih tangan pacarnya
"siap bos" ucap tita semangat
"aku ngga mau kamu di ambil sama cowok lain ta" ujar handy akhirnya
"iya ngga lah, cowok ganteng banyak kak, banyak banget malah, tapi yang mengerti tita cuma kak handy, mami benar mungkin kak handy orang yang di kirim Tuhan untuk jagain tita" ucapnya sambil menaruh kepalanya di pangkuan handy, karena ingin tiduran. Tita memang tidak pernah jaim atau pura - pura, dan itulah salah satu yang handy suka dari tita.
"aku senang mendengarnya ta" ujar handy tulus.
"ta kita jalan - jalan ya" ujar handy
"kemana"?
"terserah tita, aku ingin kencan sama bocilku ini" ujar handy sambil membenarkan rambut tita ke belakang kuping
"bocil bocil, tita sudah gede kak handy, buktinya sudah kerja, nanti tanggal satu tita gajian deh" ucapnya semangat membuat handy ingin ketawa ngakak.
"iya deh cil, iya, kamu sudah gede" ucapnya mengusap kepala pacarnya. Hatinya sangat damai kalau melihat tita tenang tanpa beban dan ceria.
"ya sudah, aku telepon kak Linda dulu" ujar handy sambil mengeluarkan handphonenya.
Tapi begitu dia telepon Linda, tidak di angkat oleh Linda.
"mungkin mami lagi bersih - bersih, jadi ngga megang handphone, kirim chat aja, kayaknya mami ngga marah asal jangan pulang larut" ujar tita yakin
"oke"
Sore ini handy ingin mengajak tita untuk makan malam dan mengajak tita belanja. Karena saking tita terlalu polos sampai sekarang handy belum pernah mengajak tita belanja keperluan mereka. Padahal handy selalu ingin memenuhi semua kebutuhan tita.
Hallo semua pembaca setiaku
Dukung terus ya
like, coment dan vote
__ADS_1
Terimakasih🙏