
Handy dan valdo langsung masuk ruangan yang pak David booking. Handy dan valdo sudah melihat ada pak David dan Dodi asistenya di sana.
"mari silahkan pak handy" ucap Dodi dan pak David
"hmmm"
Handy dan valdo duduk berseberangan dengan tempat duduk pak David dan asistennya.
Setelah mereka semua duduk pak David langsung memulai pembicaraan.
"silahkan di minum dulu kopinya pak handy" ujar pak David mencoba mencairkan suasana yang agak kaku.
"terimakasih"
"pak handy, maaf sudah mengganggu waktunya sebentar. Saya hanya ingin nitip sesuatu buat tita." ucapnya yakin sambil melirik Dodi asistennya.
"maksudnya, to the point aja, saya juga mau ke rumah tita" ujar handy
"ini uang sudah saya kirim ke rekening tita, saya ngga mungkin bilang ini dari saya, takut tita dan Linda menolak, kalau tita tanya katakan saja itu dari pak handy" mohon pak David.
Handy menatap pak David serius membuat pak David jadi ciut, padahal tita adalah putrinya.
"saya tidak mau berbohong sama tita" tegas handy
"kami sudah janji ngga ada kebohongan. karena kami sama - sama korban broken home" tutur handy lagi
Pak David terlihat jadi bungkam, benar juga, dia seolah - olah mengajari handy untuk membohongi tita, itu bukan prilaku yang bagus.
"maaf pak David, saya bukan anda, yang mungkin gampang untuk berbohong dengan orang yang di cintainya. Kalau bagi saya, sekali saya bohong sama tita saya akan terbiasa dengan kebohongan itu" ucap handy mantap membuat pak David makin terdiam.
"kenapa anda takut tita tahu itu dari anda,? toh anda sudah kirim. Biarkan saja tita tahu yang sebenarnya, saya yakin kalau anda tulus tita juga akan luluh. Saya yakin anda tahu sifat putri anda, dia itu sebenarnya sangat lembut, keadaan lah yang sempat membuatnya jadi keras kepala, sejujurnya dia cewek yang sangat lembut"! ucap handy tegas
Pak David terdiam, jelas dia mengakui apa yang di bilang handy. putrinya itu adalah cewek cantik dan sabar.
"paling tidak tolonglah saya untuk menjelaskan ke tita, kalau saya sangat menyesal dan saya sudah di hukum Tuhan sekarang. Saya sakit dan hidup sendiri, tolong maafkanlah saya, saya kangen banget sama tita, saya ingin memeluknya erat" ucap pak David sendu.
__ADS_1
Handy meneliti wajah pak David dengan seksama, dengan kejelian pandangannya handy memang melihat penyesalan di mata pak David.
"baiklah pak, akan saya usahakan, tapi saya ngga janji, karena sekarang mendengar nama anda saja sepertinya tita masih trauma. Dia merasa menjadi anak yang paling tidak diharapkan oleh orang tuanya karena ucapan anda dulu yang mengatakan menyesal punya anak seperti dia" ujar handy hanya mengingatkan tanpa berniat membuat pak David sedih.
Tapi kenyataannya ucapan handy yang mengingatkan pak David itu membuat batin pak David kembali tersentuh dan sangat merasa bersalah. Dia bahkan tidak berani lagi mengingat kejadian di mall itu, dimana dia hampir menampar tita demi Ica si j.lang itu.
"iya, saya memang sangat menjijikkan pak handy" ucap pak David.
"jika ada yang bisa saya lakukan untuk mendapatkan maaf mereka, akan saya lakukan tanpa pikir panjang. Bahkan kalau mereka minta semua milik saya akan saya berikan sekarang" ucap David
"sayangnya mereka bukan wanita seperti itu, apalagi ibu Linda itu sangat berkelas dan menjaga harga diri dan kehormatannya" ujar handy sambil senyum meledek.
"ya, saya sudah kehilangan mas gara - gara mengejar batu kerikil jalanan yang bahkan sudah melukai saya" ucap pak David sedih
"yahhh begitulah penyesalan pak David selalu datang terlambat. Syukurnya bapak belum kehilangan segalanya, hanya kehilangan keluarga. Kalau papiku sampai hancur lebur berkeping - keping di buat oleh wanita yang kalian banggakan itu. Kalau pak David memuja Ica anaknya, papiku memuja Laura ibunya Ica. Dunia memang sempit ya? Tuhan mempertemukan aku dengan tita yang sama - sama anak terbuang korban pelakor" ucap handy jelas dan tegas.
"apah" David kaget dengan penuturan handy
"maksudmu kamu kenal dengan keluarga Ica"
David terlihat sangat malu di depan handy. Dia adalah laki - laki yang sangat bodoh.
"baiklah pak David, kalau tidak ada lagi saya ingin mohon diri. Tita sudah menunggu saya" ucap handy melirik valdo
Valdo mengangguk tandanya setuju dengan handy. Karena memang tidak ada lagi yang harus mereka bicarakan. Semua tergantung tita dan ibu Linda yang belum mau memaafkan mereka.
Handy dan valdo akhirnya beranjak menuju mobilnya. Handy merasa kasian juga dengan pak David, tapi mau gimana lagi. Dia juga ngga mungkin memaksa tita untuk memaafkan daddynya.
Sementara pak David, sepeninggal handy dan valdo dia malah meneteskan air mata. Dia sedih sekali, susah di ucapkan betapa hancur hatinya sekarang.
"Apa masih mungkin ada jalan ya dod untuk bisa minta maaf sama tita dan Linda"? ujar David sedih
"Jangan putus asa pak, selagi kita berusaha masih tetap ada kemungkinan itu, tapi kalau bapak menyerah bapak sudah pasti kalah" ujar Dodi bijak.
Pak David terlihat menarik nafas panjang dan membuangnya kasar.
__ADS_1
"tapi semua pintu dan bahkan celah sudah tertutup dod. Tadinya aku pikir lewat pak handy ini bisa, tapi ternyata tidak berhasil juga" ucap david
"sabar pak, selalu ada jalan terbuka bagi orang yang tulus" ujar Dodi lagi
"semoga aja dod" ucapnya
"apa menurutmu handy akan menolongku menjelaskan ke tita dan Linda"? tanya pak David.
"maaf pak, saya tidak tahu, tapi yang pasti dari informasi orang kita dilapangan pak handy sangat mencintai tita, jadi mungkin aja dia akan membantu. Biar bagaimana pun bapak adalah ayah kandung non tita." ucap Dodi lagi.
"semoga aja ya dod" ucapnya pasrah
Pak David dan Dodi juga akhirnya meninggalkan restoran itu.
Di dalam.perjalanan pulang, pak David mengingat gimana dulu hubungannya dengan Linda istrinya dan juga tita anaknya.
"aku memang bodoh, bodoh, bodoh" ujar pak David untuk diri sendiri. Dodi tidak berani menanggapi karena dia takut bosnya makin terpuruk. Nanti aja kalau bosnya itu sedikit sudah lebih tenang.
"Dulu betapa bahagiannya aku sama Linda, dia itu wanita yang sangat baik. Tidak gampang marah dan bahkan selalu menjaga perasaanku. Tidak pernah neko - neko." ucap David lagi entah untuk siapa, karena kalau untuk Dodi, jelas Dodi tahu karakter Linda tanpa di jelasin oleh David.
Dodi belum berani menanggapi ucapan bosnya itu, dia hanya menjadi pendengar sejati.
Melihat bossnya terpuruk dalam penyesalan sejujurnya Dodi ngga tega, tapi dia juga ngga bisa berbuat apa - apa. Bahkan dulu dia sudah mencoba menemui tita dan ibu Linda tapi tidak membuahkan hasil. Mereka masih sangat sakit hati.
Hallo semua
Dukung terus ya
like
coment
vote
Terimakasih 🙏
__ADS_1