
"kamu benar juga"ucap handy
Valdo menikmati kuenya sepotong lagi, barulah dia ingat kertas tadi.
"minta saran nih, kamu kasih masukan lah" ujar valdo
"menurutku sih sudah oke, malah mengalahkan toko kue yang terkenal. Tinggal mereka kemas secantik mungkin" ujar handy
"setuju gua" ucap valdo.
"bagikan ini buat karyawan yang belum pulang" ucap handy.
Valdo langsung memanggil bagian pantry untuk mengambil kuenya dan membagikan kepada karyawan yang lembur.
"kita ngga usah kasih saran, kita langsung ke sana aja" ujar handy to the point.
Akhirnya setelah kerjaan kelar mereka langsung melaju menuju rumah lama handy, dimana Linda dan tita tinggal sekarang.
sekitar pukul delapan malam, handy dan valdo baru sampai di rumah Linda.
tin tin tin
Pak Amir langsung membuka pintu, dan mempersilakan mobil handy dan valdo masuk.
Linda dan tita yang tadinya sedang berada di kamar akhirnya keluar lagi.
"apakah kami mengganggu" tanya handy basa basi
"ahhh ngga Han, tapi tumben.." tanya ibu Linda balik.
"tadi kak Linda buat kue, sendiri"? tanya handy to the point sambil duduk. Padahal rumah ini sudah di kontrak oleh Linda dan tita.
"ehhhh masih bisa duduk kan, soalnya rumah ini sudah kakak kontrak nih, val pesanin kita kopi" ujar handy santai
"iya bos" ucap valdo karena ini bukan rumah bosnya lagi alias sudah di sewakan.
"pesan kemana? ngga mau kopi rumahan emank" tanya Linda senyum tulus , sementara tita sudah cemberut.
"biarin aja mi, pesan di luar biar kita juga di traktir" ucapnya asal sambil senyum ala remaja.
Handy makin gemes aja sama nih bocil, makin imut. Apalagi dengan baju tidur yang dia gunakan sekarang motif kerokeropi, membuatnya tambah imut dan menggemaskan.
Coba aja ini adik saya, akan saya usel - usel tiap hari baru setelah dia marah aku bujukin, batin handy.
"emank bocil mau pesan apa"? tanya valdo sambil ketawa.
__ADS_1
"om valdo deh yang traktir, mumpung om valdo baik, jarang lho om valdo menabur kebaikan" lanjutnya dengan nada bercanda
"idihhhhh, hitungan banget sih, pelitt" tukas tita
"tita sayang, tidak sopan", ucap Linda lembut. Dia hampir tidak pernah marah sama tita, selalu penuh kelembutan membuat tita juga sepertinya tidak ingin membantah maminya.
"biarin aja Bu, tita makin marah makin gemesin, kalau jadi adik gua udah gua gangguin Lo tiap hari"
"idihhh om ngarep banget dapat adek secantik gua" ucap tita sambil memutar bola matanya malas.
"maaf ya val, tita memang masih labil" ujar Linda ngga enak hati.
Sementara handy dari tadi hanya memperhatikan tita, ya mulut dan bibirnya di monyongin, bibirnya di bulatin atau matanya di putar - putar, semua sangat menggemaskan bagi handy.
"ya sudah bocil tita, mau pesan apa, aku sudah ingin ngopi nih" celetuk handy
"aku buatin aja ya, biar hangat, kebetulan kemarin itu masih ada sisanya" ucap Linda
"boleh deh, kopi buatan ibu Linda kemarin enak" valdo yang nimpalin.
Linda langsung menuju dapur diikuti oleh tita, karena dia juga ingin membantu maminya bikin kopi.
Setelah di buatin oleh maminya, tita membantu membawa ke depan dan meletakkannya di atas meja. Disusul oleh Linda di belakangnya.
"hmmmm" dukung valdo sambil manggut - manggut.
"ohhhh kalian bisa aja," ujar Linda merendah
"ngga, ini serius, kalau kak Linda mau buka toko kue, kita kerjasama, saya yang modal kak Linda di lapangan" ucap handy pasti dan tegas. Kalau sudah masalah bisnis handy memang ahlinya.
Linda tersenyum sambil melirik mereka semua, lalu terakhir melirik putrinya yang terlihat antusias juga.
"ngga Han, untuk sekarang ini, atau setahun inilah, aku ingin menenangkan diri dulu. Saya belum mau punya tanggung jawab, tapi kalau hanya porsi kecil aku akan layani bersama tita, sekedar mengisi waktu" ucapnya jujur
"kenapa kak, masa kak Linda terpuruk terus"
"bukan begitu Han, aku tidak mau tita merasa kehilangan, kemarin dia kehilangan daddynya dan semua kesukaannya, jangan sampai dia kehilangan maminya juga." ucapnya sendu
Mendengar ucapan Linda membuat handy kembali ingat dengan maminya, selalu bilang tidak akan kehilangan maminya , justru mami akan jadi mami dan papi bagimu' ucap almarhum maminya kalau handy ingin protes tentang papinya.
"ya sudah, kalau kak Linda ngomong begitu, tapi kalau kak Linda ada kendala apa aja, cerita aja, siapa tahu kita bisa bantu" ujar handy
"tapi kalau buat seratus potong kue setiap hari mampu ngga Bu Linda" tanya valdo serius.
"kalau segitu sih bisa val" ucap Linda
__ADS_1
"berarti mulai besok kak Linda buat seratus, pembayarannya akan di transfer kantor" ujar valdo semangat
"emank iya om valdo" tita yang terlihat antusias
Valdo dan handy saling lirik lalu tersenyum dan mengangguk bersamaan.
"asyik mi kita dapat pelanggan seratus potong tiap hari, kita sudah ada pemasukan mi" ucap tita senyum sumringah.
"senang banget punya penghasilan" ucap handy penasaran.
"iyalah om, kita kan ingin hidup mandiri, biar laki - laki itu jangan anggap remeh mami" ucapnya serius
"tenang aja tita nanti juga dia dapat balasannya, liat aja papiku nih sekarang jadi gelandangan" tutur handy ringan.
"emank iya han"? tanya Linda serius
"salah dia sendiri jual rumahnya, terus sekarang mau ngikut saya gitu, ohhh no" ucap handy.
"kamu sudah bertemu papimu Han" tanya Linda lagi.
"Sudah, bahkan kemarin di depan dia aku tendang wanita itu, karena mulut kotornya sudah menghina mamiku" ucap handy geram dan tidak merasa bersalah.
Mereka semua tidak ada yang berani berkomentar, semuanya diam. Karena terlihat jelas kalau handy sangat marah.
Malah tita yang mendekati handy dengan senyum cerianya.
"bagus om, biar pelakor jera. Mereka ngga sadar sih berapa banyak anak yang kehilangan ayahnya gara - gara keegoisan mereka. Nanti kalau aku sudah mapan, aku akan suruh orang seret - seret si Ica pel.kor itu di depan laki - laki itu. Tunggu aja aku sukses'" ucap Ica terlihat antusias dengan ekspresi berubah - ubah. kadang geram, marah dan kadang dia senyum melihat ke arah kosong.
Mereka semua jadi terdiam karena ucapan dan perilaku tita. Dia yang biasanya selalu marah dan keki kalau di godain handy, malah mendekati handy demi balas dendamnya.
Linda yang paling dekat dengan anaknya jelas merasa khawatir, dia tidak mau anaknya tumbuh dengan dendam yang sangat dalam, tidak baik untuk kehidupannya ke depan. Takutnya dia menjadi orang yang kurang perduli. Tapi Linda adalah ibu yang lembut, hampir tidak pernah memarahi anaknya kecuali keadaan genting.
"tita sayang, sekarang tita tidak usah memikirkan hal - hal negatif dulu ya, kita pikirkan gimana kita buat kue yang di pesan valdo dulu besok" ucapnya lembut sambil mengusap kepala putrinya.
" Anak mami harus jadi anak baik, jauh dari rasa benci karena itu toxid yang merusak." ujar Linda penuh keteduhan.
Handy sangat terharu dengan kasih sayang dan kelembutan Linda.
Hai semuannya
Jangan bosan ya
aku tetap tunggu like, coment dan votenya.
Terimakasih🙏
__ADS_1