
Akhirnya Dodi memutuskan untuk segera menemui ibu linda dan tita. Dia memberikan tugas kantor kepada kepala bagian masing - masing dulu sampai pak David masuk kantor. Dan sekali - sekali dia akan ke kantor untuk meminta laporan mereka untuk dilihat pak David.
Dodi langsung melajukan mobilnya ke arah rumah tempat tinggal Linda dan tita. Kebetulan Linda dan tita baru selesai menyiapkan pesanan kue buat kantor handy dan sudah di bawa oleh kurir. Baru aja hendak beres - beres, sudah ada pak Amir penjaga depan.
"Bu ada tamu ingin ketemu, namanya pak Dodi" lapor pak Amir yang jaga di depan.
Terlihat Linda dan tita saling tatap, tapi tita malah mengangguk yang Linda artikan kita temui aja. Sebenarnya Linda ragu, takutnya pak Dodi bersama pak David, Linda belum siap untuk berhadapan lagi dengan pak David.
Akhirnya Linda dan tita berjalan ke depan mengikuti pak Amir. Begitu sampai pintu pagar ibu Linda melihat Dodi berdiri di luar pagar, tapi dia masih ragu takutnya David ada dalam mobil.
"pak Dodi, ada apa ya pak" ucap Linda
Sementara tita yang ada di sebelah Linda melihat sana sini takutnya di situ ikut daddynya.
"pak Dodi hanya sendiri atau bersama orang lain" tembak tita to the point.
"saya sendiri non, nyetir sendiri juga" ujar Dodi pasti
"ya sudah ma, ajak masuk dulu om dodinya" ucap tita simple.
"masuk pak Dodi" ujar Linda menuruti putrinya.
Pak Amir pun membuka pintu pagar itu dan membiarkan pak Dodi masuk tanpa mobilnya.
Mereka langsung duduk di teras rumah handy yang sangat lebar itu.
"silahkan duduk pak Dodi" ujar Linda sopan
"terimakasih Bu"
"jadi ada angin apa nih om Dodi ke sini, jangan bilang pak David yang menyuruh om" ucap tita sarkas bahkan tidak mengatakan Daddy lagi, tapi pak David.
Dodi sangat yakin kalau putri dari bossnya ini masih sangat kecewa dan marah.
__ADS_1
"tita" panggil Linda lembut untuk mengingatkan anaknya untuk tidak ngomong kasar.
"iya, iya mi" ujar tita sewot seperti biasa.
"maaf non tita, tapi aku kesini bukan atas suruhan pak David, aku ke sini karena kemauanku sendiri" ujar Dodi lembut dan serius.
"emangnya ada apa pak dodi" tanya ibu Linda sopan dan lembut.
Dodi tidak langsung menjawab, malah dia kembali sedih mengingat bosnya itu. Kenapa bisa begitu bodoh dulu menduakan ibu Linda yang begitu baik dan lembut.
"sebenarnya tidak apa - apa Bu"! ujar Dodi sambil melihat mereka berdua bergantian.
"paling juga, pak Dodi di suruh untuk minta uang penjualan rumah itu mi, sudah habis pak Dodi, sudah tita habiskan, bilangin sama dia" ujar tita langsung menyela pak Dodi , karena dia memang terlihat masih sangat emosi setiap ingat daddynya.
Linda hanya menatap tita dan Dodi bergantian. mereka memang harus tahu jelas dulu apa tujuan Dodi kesini, yang jelas ngga mungkin Dodi ke sini tanpa tujuan.
"ngga non, pak David tidak pernah membahas tentang rumah itu lagi. Dulu doank ketika baru di jual, bapak bilang rumah itu banyak kenangannya" ucap Dodi
Terlihat Linda juga sedih mengingat rumah itu. Rumah yang penuh kenangan emang. Tapi ya sekarang tiada gunannya mengingat itu, hidup harus jalan terus, lupakan masa lalu song- song masa depan.
"kami juga sudah mulai bisa move on kok, tidak terpaku lagi dengan masa lalu. Karena nyatanya indahnya masa lalu itu kadang menghempaskan kita kepada keadaan sekarang. Jadi untuk apa di ingat" ujar Linda lagi membuat Dodi diam terpaku
Saat mereka dalam kebekuan itu mba Susi datang untuk menanyakan tamunya di buatin minuman apa.
"minum apa pak Dodi" tanya Linda tetap ramah dan tenang.
"kopi mba kalau ada" ujar Dodi ke arah Susi.
"ada pak" langsung jawab Susi.
"ibu Linda dan non tita, sebenarnya sekarang pak David sedang sakit" ucap Dodi pelan - pelan setelah Susi berlalu ke dalam.
"ohhhh, apa pelakor itu ngga mengurusnya dengan baik" ujar tita lagi dengan santai tapi penuh makna ledekan.
__ADS_1
Sementara Linda hanya diam sambil melirik tita, sejujurnya, dia cukup kaget dan kasian juga dengan berita ini, biar bagaimanapun belum ada orang yang berhasil menggantikan posisi David di hatinya, tapi ketenangannya bisa menutupi rasa perdulinya dan rasa khawatirnya.
Dodi belum bernafas lega dari tadi sudah di skakmat lagi sama non tita nya. Dia hanya bisa menarik nafas panjang dulu sebelum menceritakan keadaan bosnya itu. Bukankah dia sudah menyiapkan mental untuk menerima kekecewaan mereka berdua atas bosnya.
"Pak David sudah lama hidup sendiri non tita" ujar Dodi lagi. Sebenarnya Linda sudah pernah dengar berita ini dari valdo, walaupun valdo tidak dapat memastikannya, karena Linda juga melarang untuk mencari tahu tentang kebenaranya mengingat david bukan lagi suaminya, jadi untuk apa di cari tahu.
"kenapa,? pelakornya pergi cari lelaki yang lebih kaya" ujar tita tersenyum penuh ejekan. Kembali Dodi tidak bisa berkata apapun tentang bosnya itu, karena itulah kenyataannya, Ica selingkuh lagi dari pak David , sehingga mereka harus berpisah ketika pak David sendiri yang menangkap basah kelakuan wanita nya itu.
Linda masih jadi pendengar setia, karena dia memang wanita yang bijak. Dia tidak ingin menyela tanpa tahu cerita sebenarnya.
Akhirnya setelah lama terdiam Linda bertanya juga kepada pak Dodi.
"sakit apa bosmu itu" tanya Linda datar
"ngapain di tanya mi, kegeeran dia, ntar dia pikir mami sok peduli karena minta balikan" sela tita marah
"tidak boleh begitu nak, biar bagaimanapun dia itu daddymu" ucap Linda lembut
"whatssss, mami bilang dia daddyku! itu hanya menurut mami. Apa mami tidak lihat ekspresinya ketika mau menampar tita, dia menyesal punya anak kayak tita mi, dia menyesallll mi, menyesalll. Mami tahu menyesalkan! Dan pak Dodi juga tahu kan gimana perasaan kita menjadi anak yang di sesali kelahirannya? pak Dodi juga anakkan"? ujar tita berapi - api sambil meneteskan airmata . Terlihat dia sangat marah dan sudah menangis.
Dodi jadi merasa tidak enak, kedatangannya kembali menguak kenangan pahit dan sedih mereka.
"tita sayang, sudah ya, sudah, sudah" bujuk Linda, dia tidak mau anaknya sampai stress lagi. Apalagi tita mungkin belum bisa menguasai emosinya.
"non tita maafin om Dodi ya, bukan begini maksud om Dodi" ucap Dodi jadi merasa bersalah. Dia memang sudah siap bakal mereka maki - maki demi bosnya, tapi Dodi tidak ingin melihat non Titanya sampai marah dan sekecewa itu. Apalagi mengingat dulu non tita sampai pingsan saking emosinya.
"tidak apa - apa pak Dodi, pak Dodi ngga salah. Tita hanya belum siap menghadapi ini sekarang. emosinya masih gampang naik pak, masih labil" ucap Linda lembut sambil membelai rambut anak gadisnya. Kalau sudah begini, tita bukanlah gadis yang mandiri, dia terlihat sebagai gadis rapuh.
Hallo guys
dukung terus ya
like, coment dan vote
__ADS_1
Terimakasih🙏