KAKAKKU MERTUAKU

KAKAKKU MERTUAKU
PART 117 BARU


__ADS_3

Setelah mengetahui istrinya sedang hamil banyak hal yang harus di rombak oleh handy, termasuk kamar tidur mereka yang ingin dia pindah ke lantai bawah. Tapi tita kurang setuju, dia sudah suka kamar handy yang di lantai atas sehingga mereka harus buat perjanjian bahwa tita tidak boleh banyak naik turun. Walaupun begitu handy tetap antisipasi istrinya naik turun tangga.


Karena tita tidak mau pindah kamar ke bawah, handy akhirnya mencari satu perawat khusus menjadi asisten istrinya. Tugasnya adalah setelah handy berangkat keluar rumah, sang asisten harus mengurus sang nyonya, itupun di luar kamar tidur, karena tita tetap tidak mau ada orang sembarangan ke kamar tidur mereka.


"valdo tolong Carikan satu orang cewek, kalau bisa yang sedikit paham wanita hamil untuk selalu menemani tita" perintah handy ketika mereka sedang otw ke kantor.


"maksudnya asisten tita"? tanya valdo memperjelas karena takutnya kriterianya nanti salah.


"betul, hampir seperti itu" ujar handy


"baiklah, nanti saya akan Carikan" jawab valdo


"kalau bisa secepatnya, karena saya tidak mau tita naik turun sendiri ke bawah"


"baiklah, secepatnya saya dapatkan" ujar valdo, karena menurutnya hal itu bukanlah hal sulit baginya, karena mereka sering bekerjasama dengan jasa penyalur tenaga kerja.


Baru aja handy tiba di ruangannya bersama valdo salah satu artnya sudah telepon handy dengan panik.


dddrrttt dddrrttt


"hallo"


"tuan, ini bibi, tuan nona muntah terus tuan sampai lemas" tutur bibi emak sampai terdengar panik. Gimana ngga panik, kalau terjadi sesuatu dengan nyonyanya tuan handy pasti tidak bisa mengontrol emosinya, bisa aja semua pembantu menanggung akibatnya.


"apahhh, tunggu saya segera pulang" ucap handy tanpa mikir lagi. Dia langsung melangkah berbalik sebelum sempat duduk di kursinya.


Valdo yang bahkan baru mau menjelaskan kerjaan mereka harus mengalah lagi demi nyonyanya. Dia tahu sekarang fokus handy memang nyonya tita, tidak bakal ada hal yang bisa bersaing dengan nyonya nya itu.


Tapi bagaimana ini, jam dua belas handy harus meeting penting, penting banget malah dan tidak bisa di wakilkan, karena kolegannya juga akan berkunjung ke kantor mereka.


Sepanjang perjalanan pulang handy sudah sangat panik memikirkan tita, sementara valdo panik dengan meeting nanti siang.


Begitu sampai rumah handy langsung aja turun tanpa menunggu security buka pintu mobilnya. Dia langsung menuju kamar mereka dimana disana ada bibi emak sering di panggil, karena bibi yang paling tua di rumah handy.

__ADS_1


ceklek


Handy melihat sang bibi berdiri dekat pintu kamar mandi sedangkan di dalam terlihat istrinya muntah - muntah sampai tidak menyadari kehadiran handy. Dan begitu handy memeluknya tita Langsung tenang.


"Sayang kenapa sampai muntah begini" tanya handy tanpa perduli sedang memakai baju kerja langsung memeluk istrinya yang terlihat sudah terlihat capek dan keringatan serta berantakan.


"biasalah kak wanita hamil" ucapnya pelan


"Ya ampun masa harus sampai begini sih" ucap handy langsung mengangkat istrinya ketika istrinya bilang udah ngga lagi.


Bibi emak yang tadinya berdiri dekat pintu kamar mandi langsung keluar.


"mau saya buatkan minum hangat non"? tanyanya pelan


"iya bi, susu jahe ya" ucap tita sudah lemas.


Handy meletakkan istrinya di kasur dan membersihkan sekitar bibirnya lalu menutupinya dengan selimut. Handy duduk dekat istrinya sambil mengusap - usap kepalannya.


Setelah selesai minum susu jahe itu, tita kembali rebahan, dan handy masih berada di sampingnya sambil menggaruk kepala istrinya.


Tidak berapa lama handy melihat istrinya itu sudah tidur lelap. Handy ingin bekerja dari sebelah istrinya aja, biar dia bisa kontrol keadaan istrinya.


"val, hari ini ada yang urgent banget ga" tanya handy lewat telepon karena valdo sudah balik ke kantor.


"ada pak, jam dua belas dengan suplier dari luar negri dan mereka akan segera kembali juga" tutur valdo.


Handy tampak berpikir, satu - satunya solusi yang dia percayai adalah mertuannya. Handy langsung menelepon ibu mertuanya dan minta tolong untuk ke rumahnya dulu karena pagi ini tita muntah - muntah, sementara dia harus meeting dulu.


Setelah mertuanya oke, perlahan handy keluar dari kamarnya supaya tidak mengganggu tidur istrinya.


Tidak berapa lama setelah handy berangkat, ibu mertuannya pun tiba di rumah handy. perlahan ibu Linda masuk ke kamar putrinya itu dan melihat putrinya masih tertidur pulas.


Ibu Linda langsung telepon menantunya yang ternyata baru memulai meetingnya, syukurnya handy masih sempat angkat teleponnya dan dia sangat tenang begitu tahu kalau ibu mertuannya sudah sampai di rumahnya.

__ADS_1


Setelah telepon menantunya, ibu Linda juga telepon suaminya untuk memberitahu bahwa dia sedang di rumah putrinya dan sekarang putrinya baik - baik aja. Sekarang hubungan ibu Linda dan pak David memang sudah sangat mencair, hanya saja mereka enggan untuk saling memulai.


Setelah menelepon suaminya, akhirnya ibu Linda ingin keluar sebentar dari kamar putrinya untuk mengambil minum. Tapi baru aja ibu Linda mencapai pintu, belum sempat membukanya dia sudah dikejutkan suara putrinya yang kembali mual.


Dengan terburu - buru tita langsung turun dari tempat tidur dan berlari ke kamar mandi. Ibu Linda yang sudah pernah hamil sedikit lebih tenang menghadapi tita yang terus muntah - muntah, karena dia tahu bahwa itu wajar bagi orang yang hamil muda.


Tapi karena tita terus muntah ngga berhenti - berhenti akhirnya ibu Linda juga jadi khawatir, dia khawatir tita pingsan lagi. Mau ngga mau ibu Linda telepon menantunya lagi, tapi sepertinya sudah mulai meeting karena sudah tidak diangkat panggilannya.


Ibu Linda akhirnya minta tolong sama bibi emak, untuk membuatkan tita minuman hangat.


"mungkin Dede bayinya mau dekat papinya terus nyonya, soalnya kalau dekat tuan nyonya tidak pernah muntah - muntah" ujar bibi emak prihatin melihat nyonyanya tersiksa.


"tapi handy sedang meeting penting bi" ujar ibu Linda ngga enak.


"gimana kalau nona sama nyonya aja yang ke kantor tuan handy nya" ujar bibi itu lagi.


Akhirnya karena bingung, ibu Linda minta supirnya untuk mengantar mereka ke kantor handy. Siapa tahu ucapan bibi itu benar adanya.


"Sayang udah ya, sekarang kita ke kantor handy, mungkin anakmu ngga mau jauh dari daddynya. Kamu ganti baju ya sayang" ujar ibu Linda membantu putrinya untuk duduk dan ganti baju. Tita hanya menurut walau lemas.


Terlihat wajah tita lebih bersinar mendengar ucapan maminya mau ke kantor suami tercintanya, entah kenapa tita jadi sangat manja.


Ibu Linda membantu memoles wajah tita dengan bedak tipis dan lipstick tipis supaya tidak terlihat pucat.


"jangan nakal ya de di dalam, kita akan ketemu daddymu, kita mau ke kantornya" ucap ibu Linda mengusap perut putrinya, tita terlihat sangat bahagia.


Akhirnya mereka berangkat ke kantor handy di antar supir ibu Linda.


Dukung terus ya guys


like, coment dan vote


Terimakasih🙏

__ADS_1


__ADS_2