
Walaupun sudah lama tidak pernah lagi makan di pinggir jalan, tapi demi istrinya dan anak yang di kandungan istrinya, handy tetap mengikuti kemauan sang istri.
Mungkin bagi sebagian orang, permintaan tita ini bukanlah hal yang berat. Tapi bagi handy ini jelas berat, dimana dia yang biasanya makan dengan nyaman dan dilayani oleh para asisten rumah tangganya, sekarang harus makan di pinggir jalan dengan debu yang banyak dimana - mana .
Tapi mau menolak jelas handy juga tidak berani, karena konon kata orang kemauan ibu hamil harus selalu di turuti supaya anaknya tidak ileran. Apakah ini hanya mitos handy juga tidak tahu, yang pasti dia sudah mendengar ungkapan itu dan dia tidak ingin menjadi salah satu yang menentang hal tersebut.
Akhirnya handy dan tita keluar dari kantor handy di supir oleh pak Yanto, sementara ibu Linda di supiri oleh supirnya sendiri
Tapi handy tetap minta mertuannya itu ikut mereka dulu, takut tita nanti muntah dan handy ngga bisa handle.
Sepanjang jalan tita terlihat melirik ke Kiri dan ke kanan, mencari gerobak soto atau ayam goreng. Kalau ayam goreng sih biasanya ada di pinggir jalan dekat kantor handy tapi kalau soto ayam itu yang tidak ada di pinggir jalan sana.
Ketika mencari soto ayam, tiba - tiba tita melihat penjual buah di pinggir jalan itu. Dasar ibu hamil bisa berubah dalam sekejap tita tidak jadi minta soto tapi minta beliin rujak di pinggir jalan, padahal handy sudah menawarkan rujak yang di mall atau di buat bibi di rumah.
Jadilah handy membeli rujak di Abang - Abang gerobak itu, karena tita ngga mau juga kalau yang beli pak Yanto supir Handy. Handy langsung turun tanpa banyak pikir, demi tita dan anaknya, Handy yang ingin cepat selesai karena panas akhirnya asal jawab aja ketika penjualnya bertanya.
"mau beli berapa pak" tanya penjualnya
" seratus ribu aja, nih", ucap handy santai sambil menyipitkan matanya karena panas. Bagaimanapun semenjak dia sudah berhasil ini pertama kali handy panas - panasan. biasanya dia panas - panasan paling kalau meninjau proyek bangunan, itupun pasti ada yang menyediakan payung.
Bapak penjual buah yang merasa mendapat rezeki langsung beraksi membungkus rujaknya.
Saking inginnya langsung kunyah, titapun menyusul suaminya turun dari mobil. Dia langsung berlari menemui suaminya sehingga jadi perhatian pedagang sekitar situ. Tita yang sangat cantik dengan kulit putih mulus mau beli buah di tempat begini, panas banget lagi.
Handy sangat posesif, sekarang dia tidak lagi fokus ke panas teriknya, dia malah fokus ke istrinya tita yang sekarang ikut kepanasan dan wajahnya mulai merah.
"kok kesini sayang, panas, tunggu di mobil aja ya" bujuk handy lembut masih memeluk istrinya.
"ngga mau di sini aja" jawab tita
Handy sudah tidak ingin berdebat, dia hanya langsung beraksi membuka jasnya untuk menutup kepala istrinya.
Akan tetapi ketika bapak penjual itu menyerahkan rujaknya, handy lumayan kaget, karena dua bungkus banyak - banyak lagi. Tapi karena merasakan panas terik itu, dia sudah tidak ingin bertanya lagi, dia ingin langsung masuk mobil aja.
__ADS_1
"ayo sayang, sudah, makan di mobil Yo" bujuk handy yang langsung di angguki oleh tita juga.
Handy langsung menuntun istrinya masuk mobil lalu dia mengitari mobil untuk duduk di sebelah.
Setelah mereka berada di dalam mobil, handy melihat wajah istrinya itu kemerah - merahan, tapi tetap cantik luar biasa.
cup
"Makan yang banyak ya, biar anak kita cukup gizinya" ujar handy setelah mengecup bibirnya sekilas.
"hmmmm, makasih kak handy sayang" jawab tita simple sambil senyum dan menjatuhkan kepalanya di dada handy.
"badan kak handy bau sayang, bau matahari keringatan" ucap handy ngga enak. Karena dia sendiri sudah merasa sangat lepek.
"ngga kok, kata siapa" ujar tita sambil malah mengusel - ngusel hidungnya di lengan handy.
Handy sudah tidak bicara lagi, dia takut salah bicara mengganggu mood istrinya.
Tita mulai membuka bungkusan rujak yang tadi di beli. Mencium aroma sambalnya aja tita langsung semangat.
'Berarti tita sangat suka buah mangga ya, besok aku harus perintahkan orang dapur menyediakan mangga' batin handy
Tanpa berhenti dan bibirnya sudah merah karena kepedasan, tita masih membuka satu bungkusan lagi.
"kak handy ngga mau" akhirnya tita menawarkan ke handy juga
"ngga sayang, buat kamu aja," ujar handy mengusap kepala istrinya lembut.
"enak lho kak" ucapnya merasa yakin
Handy hanya tersenyum. Dia mengusap kepala istrinya lembut.
"buat kamu aja sayang, sekarang kamu dan anak kita yang utama. Kak handy ngga kuat lihat kamu muntah - muntah terus. Kalau bisa ma kak handy minta biar kak handy aja yang mual dan muntah - muntah" ucap handy tulus dari hatinya, tapi tita malah ketawa.
__ADS_1
"hahaha kakak aneh - aneh aja, masak ada laki - laki hamil, ya ngga mungkinlah" ucapnya sambil ngakak dan lanjut mengunyah.
Dengan sabar handy tetap mengusap punggung istrinya.
"bukan hamilnya sayang, tapi merasakan mual dan muntahnya" ujar handy
"kan muntah - muntah karena pengaruh hormon kak, ya wanita hamillah yang merasakannya" ujar tita masih mengunyah.
"iya sayang, makanya kalau bisa muntahnya aku yang merasakan, aku rela tita sayang daripada aku harus lihat kamu terus muntah - muntah" ujar handy masih serius.
Tanpa terasa buah tita tinggal sedikit. Sambil ngunyah dan ditemani oleh handy membuat selera makan tita sangat bagus.
Tanpa hambatan kedua bungkusan itu sudah habis semua, hanya untuk tita. Bahkan sepotong pun tidak ada untuk handy.
'Ya ampun tita menghabiskan rujaknya segitu banyak, berarti besok aku harus bilang orang rumah menyediakan mangga yang banyak dirumah.' batin handy senang.
Sementara tita mulai membereskan bekas bungkus mangganya dan mengumpulkannya dalam satu plastik. Handy langsung memberikannya ke pak handy lalu mereka lanjut pulang ke rumah.
Baru aja mobil mulai melaju, tita sudah sudah menjatuhkan kepalanya di lengan handy pertanda dia sudah mulai ngantuk. Dan handy dengan senang hati memeluk istri cantiknya itu dari samping dan mencium pucuk kepalanya.
"Sekarang kamu sudah kenyang, hmmmm"? tanya handy
"iya kak, aku sudah kenyang" ucap tita mulai mengatur posisi lebih nyaman. Handy tidak bosan - bosan mengusap kepala dan punggung istrinya, sehingga tita semakin terbuai dalam mimpi.
"nanti kalau tita mau apa aja jangan di tahan ya sayang, " ujar handy lembut.
"walaupun kak handy sesibuk apa, kalian adalah prioritasku sekarang, jadi harus bahagia selalu ya" ujar handy lagi.
Tapi handy belum sadar kalau tita sudah tidur. Barulah setelah dia lihat tidak ada pergerakan dia langsung mengangkat dagu istrinya dan melihat bahwa istrinya itu sudah pulas.
Handy tersenyum senang melihat istrinya itu tidur lagi. Itu demi anak - anaknya, untuk memulihkan dia tadi yang muntah - muntah.
Dukungannya ya pembaca setiaku
__ADS_1
jangan lupa tetap pencet like, coment dan vote
Terimakasih🙏