KAKAKKU MERTUAKU

KAKAKKU MERTUAKU
PART 65 DIA LEBIH LAYAK


__ADS_3

Tita akhirnya melajukan mobilnya menuju alamat rumah yang di katakan oleh pak Hadi. Setelah keluar dari jalan protokol ternyata mereka harus melewati perkampungan lagi baru sampai rumah kontrakan mereka ( pak Hadi dan temannya).


Handy baru melihat aslinya rumah kontrakan papinya bersama suruhan valdo. Jelas sangatlah kontras dengan rumah handy yang bisa di bilang sudah termasuk golongan super mewah itu.


Ternyata dunia memang cepat mutarnya, batin handy.


"bapak tinggal di sini"? tanya tita antusias


"iya neng" jawab pak Hadi sambil berusaha buka pintu mobil.


"tunggu pak" ujar tita


Dia langsung turun dan membukakan pintu mobil untuk pak Hadi.


"mari pak tita bantu" ucap tita yang membantu pak Hadi tanpa sungkan. Melihat tita memegang tangan pak Hadi, handy tidak rela bandot tua itu memegang tangan ceweknya walaupun dia adalah papinya.


"ta, emank harus segitunya membantunya" ucap handy kesal


" aku cuma ingin melihat rumah bapak" ujar tita lagi, tapi tita juga tidak ingin menyinggung perasaan handy.


"boleh ya kak" ucap tita memohon dengan ciri khasnya tita.


Handy akhirnya turun dan berjalan di tengah, dia menggandeng satu tangan tita menuju rumah pak Hadi.


Handy sedikit merasa berdosa membiarkan papinya tinggal di daerah seperti ini, sementara dia tinggal di daerah yang penuh kemewahan.


Awalnya memang handy ingin memberi pelajaran kepada papinya, tapi melihat kondisi ini hatinya sedikit trenyuh. Tapi mengingat perbuatan papinya kembali hatinya marah dan tatapannya juga menjadi kosong.


Begitu sampai di rumah kecil itu, terlihat satu kursi plastik, dan ada kasur tipis. Pak Hadi mempersilakan mereka masuk. Sejujurnya Handy sangat malas dan mungkin tidak siap melihat penderitaan papinya yang lain di dalam sana. Tapi mau gimana lagi, tita bersikeras untuk ikut masuk.


"bapak di sini tinggal sendiri"? tanya tita


"ngga neng, berdua" ucap pak Hadi yang baru meletakkan sayuran yang dia beli tadi di dekat meja di samping pintu ke belakang.


"dengan siapa pak"


"ada seorang pemuda yang baik neng" tutur pak Hadi padahal itu suruhan handy dan valdo.


Melihat kondisi pak Hadi, tita akhirnya berbisik ke pada handy saat pak Hadi izin ke kamar mandi dulu.


"kak, bawa bapak tinggal di rumah kakak aja, kasian" ujarnya


"ohhh big no" langsung jawab handy langsung sementara pak Hadi makin menunduk.

__ADS_1


"tapi kak, kasian bapak ini"


"apaaaa, kasian, kamu ngga tahu sih gimana perbuatannya sama aku dan mami" ujar handy lagi.


"tapi kan bisa aja bapak ini sudah menyesal kak"! bujuk tita lagi. Jujur tita juga tidaklah berani melawan pendapat handy, dia hanya berani mencoba membujuk.


"penyesalannya tidak akan mengembalikan penderitaan mamiku dan aku"


"kak handy, mami selalu bilang jangan menyimpan dendam. Apalagi sekarang kak handy sudah sukses, masa kakak tidak memaafkan orang yang pernah salah sama kakak. Tuhan aja Maha pemaaf kak" bujuk tita lagi


"Aku bukan Tuhan titaaa" ujar handy lagi


"justru itu kak, kakak bukan Tuhan, berarti kakak juga masih pernah berbuat salah kan. terus gimana kalau orang tidak memaafkan kakak" ujar tita lembut, persis seperti cara Linda kalau sedang membujuk dia.


Handy merasa bangga dan lucu sekaligus, karena tita yang super manja ternyata bisa juga selembut dan sesabar itu sama dia.


"ahh ngga tahu ahh" ujar handy jadinya karena melihat pak Hadi datang lagi.


Melihat situasi ini handy memilih segera pulang, dia ingin tanya pendapat valdo. Biar bagaimana pun valdo sudah seperti penasehat juga baginya.


"ta kita pulang Yo, aku masih ada mau meeting" ujar handy, mau ngga mau tita harus ikut pendapat handy juga.


"pak, kami pulang dulu ya, kapan - kapan aku mampir lagi ke sini" ucap tita.


Handy bingung harus pamit atau tidak, dia langsung melangkah keluar aja dari rumah itu, sementara tita masih Salim dan mencium tangan pak Hadi.


Setelah handy dan tita keluar, pak Hadi kembali ke dalam rumahnya, ke dalam kesepiannya.


Pak Hadi sudah sangat menyesal meninggalkan anak dan istrinya dulu, dan inilah yang dia tuai sekarang di masa tuannya, hidup sendiri dan seperti terbuang. Sejujurnya pak Hadi tidak semiskin itu juga, dia masih memiliki tiga deposito yang nilainya cukup kalau hanya beli satu rumah. Hanya saja pak Hadi sudah merasa putus asa, dan tidak punya tujuan hidup sehingga dia lebih nyaman hidup sederhana dan terasing dari duniannya sebelumnya.


Pak Hadi ingin suatu saat meninggal, depositonya itu jatuh kepada anaknya handy. Paling tidak dia memiliki sesuatu yang dia tinggalkan untuk anaknya.


Sementara handy dan tita di dalam mobil masih sedikit berdebat.


"ta, aku ngga suka kamu terlalu dekat dengan laki - laki lain termasuk seperti bapak itu tadi" tutur handy dengan jiwa posesifnya.


"ya ampun kak, biar gimana pun itu papinya kakak lho"


"tetap aja aku ngga suka" ujar handy


"iya deh" ucap tita sewot dan langsung mesem dan diam.


"ya elah pacarku ngambek oi" ujar handy

__ADS_1


"jangan ngambek donk, kakak ngga fokus nyetir nih" ujar handy lagi


Bukannya menjawab tita langsung memanyunkan bibirnya ke depan.


"nahh kenapa tuh bibir" ujar handy lagi


"bodoh amat"


"nanti kakak cium lho kalau masih cemberut aja" goda handy lagi


"habis kak handy nyebelin, kan kasian bapak itu kak, dia tidak seharusnya tinggal di situ. Kami aja tinggal di rumah kakak yang bagus, masa bapak itu di rumah begitu"? protes tita


"kalian, kamu kak linda memang pantas di bantu ta, layak tinggal di rumah itu" ujar handy


"bapak itu lebih layak kak, karena itu rumah anaknya"


"ngga"


"layak kak"


"tidak ta, dia tidak layak karena dia begitu adalah akibat dari kesalahannya sendiri. kalau kalian kan korban, korban perselingkuhan juga" tutur handy


"tidak kak, tetap aja lebih layak bapak itu" ujar tita sewot dan cemberut.


"ya sudah deh, nanti coba aku tanya valdo ya. Aku bicara dulu sama valdo" ucap handy.


Tita sedikit lega karena handy mau memikirkan bapak itu, karena tita ngga mau handy jadi anak durhaka.


"udah jangan cemberut, nanti kakak cium nih" ujar handy


"hehehe, makasih ya kak" ucap tita membenarkan posisi duduknya dan mencium pipi handy membuat handy kaget. Hal begitu memang sering tita lakukan kepada maminya kalau suatu permintaannya akhirnya di penuhi. Tapi ini handy, orang yang sangat sayang sama dia. Seorang pimpinan perusahaan yang bisa grogi kalau di depan tita.


"hmmmm, kamu kayaknya senang banget kalau kakak bantu bapak itu" ucap handy lagi


"hehehe iya kak, soalnya bapak itu kan papinya kak handy, aku tidak mau kalau sayangku ini jadi anak yang tidak pemaaf" ucap tita sok bijak sambil memeluk lengan handy membuat hati handy tambah berbunga - bunga.


Hallo semua pembaca setiaku


author masih butuh dukungannya nih


jangan bosan ya like, coment dan vote


terimakasih🙏

__ADS_1


__ADS_2