
Linda dan tita mengumpulkan barang berharga mereka masing - masing. Linda memasukkan semua buku tabungan dan juga barang berharganya untuk dia taruh dulu di bank untuk sementara.
Begitu juga tita. Barang - barang bernilai dia satukan lalu di serahkan ke mamanya.
Saat mereka kembali ke ruang tamu ternyata pak Bastian sudah tidak ada di sana.
"pak Bastiannya kemana"? tanya Linda
"dia masih harus ketemu klien kak. Oh iya kalau menurut saya , malam ini kalian jangan tidur di sini dulu, tinggallah di rumahku dulu" saran handy
Linda menatap putrinya seolah minta persetujuan. Jujur dia juga masih sedikit trauma dengan kejadian kedatangan Ica kemarin. Tapi kalau putrinya tidak setuju mendingan mereka menginap di hotel aja.
"kita belum tahu apa rencana wanita licik itu sekarang, apalagi valdo dan Bastian masih menahan identitasnya dan juga beberapa barang berharganya seperti kartu ATM, takutnya dia merencanakan sesuatu."tambah handy
"iya sih" ucap Linda melihat ke arah anaknya.
"ya sudah mi, tita terserah mami aja, kalau menurut mami kita ke rumah om ini aja, ngga apa - apa mi, kita ke sana aja" ucap tita yang menyebut handy om, membuat handy geram - geram gemas melihat bocah yang pemarah ini.
Melihat kelembutan maminya, handy yakin emosi tita yang tidak terkendali hanya karena masalah yang dia hadapi, bukan karena karakternya.
"ya sudah kita ikut ke rumahmu aja Han sementara" ucap Linda yakin, apa lagi yang harus dia takutkan sekarang.
"kalau begitu siapkanlah barang kalian, kita lihat sampai situasi aman" saran handy lagi.
Akhirnya malam itu Linda dan tita membawa koper mereka dan barang - barang berharga mereka untuk sementara tinggal di rumah handy yang lama. Sementara rumah itu mereka kunci dan titipkan ke pak RT.
Walaupun keluarganya hancur berkeping - keping, Linda sedikit tenang dengan mereka mendapatkan surat dan kunci rumah mereka. Paling tidak tita tidak akan terlalu sengsara secara keuangan karena daddynya sudah tidak mau lagi membiayai anaknya.
Begitu sampai di rumah handy, mereka sudah di sambut oleh pak Amir, yang ternyata sudah di perintahkan oleh valdo untuk berjaga dua puluh empat jam di rumah handy.
Linda dan tita langsung masuk ke dalam, sudah ingin istirahat dulu.
"baiklah kak Linda, sekarang kalian istirahatlah dulu, besok kita pikirkan lagi apa yang harus di lakukan" ucap handy
"Kalian bebas memakai rumah ini, dan juga perabotannya, kamarnya juga boleh kalian gunakan semuannya, bebas, kalau butuh sesuatu telepon valdo aja, sebaiknya sih jangan keluar dulu karena kita belum tahu apa rencana Ica itu selanjutnya" ujar handy lagi
"baik Han, sekali lagi terimakasih ya" ucap Linda tulus.
__ADS_1
"sama - sama kak. Hai bocah kecil, istirahat ya, jangan nakal, kasian mamimu" ucap handy ke tita membuat dia memutar bola matanya malas.
"iya" ucap tita pasrah
Akhirnya handy dan valdo pulang ke rumah setelah seharian ini mereka di sibukkan dengan urusan orang yang baru mereka kenal. Hanya karena merasa mereka senasib handy sampai bela - belain membantu dua wanita beda generasi ini.
"ada - ada aja ya Han, aku kirain hari ini bisa istirahat, tapi malah kita dapat job luar biasa" gurau valdo saat mereka sudah berada di mobil dan sambil nyender di senderan jok mobil karena capek.
"tapi saya senang banget dengan yang kita lakukan hari ini val" ucap handy lagi.
"iya sih"
Handy ingin langsung istirahat supaya besok bisa mikir kira - kira mau ngapain.
Keesokan harinya Linda yang memilih tidur di kamar tamu di rumah handy bersama putrinya, sudah bangun sejak pagi - pagi sekali. Seperti biasa di rumahnya dia mulai menuju dapur, tapi belum ada apa - apa.
'ahhh nanti beli sarapan di luar aja' batin Linda.
Kemudian dia masuk lagi ke kamar dan membuka koper yang tadi malam dia bawa.
Dia kemudian mengumpulkan barang berharga putrinya dan juga miliknya untuk di taruh Senin besok ke bank, karena hari ini kebetulan hari Minggu jadi Save deposit box tutup.
'syukurlah ini masih milik tita, syukurlah wanita itu tidak berhasil ambil rumah itu' batin ibu Linda.
'Tapi bagaimana ya, kalau sampe Ica itu nekat lagi dengan cara lain, sedangkan mas David sekarang sedang tergila - gila sama Ica, apapun akan dia lakukan demi wanita itu, sementara Ica itu sangat licik' batin Bu Linda lagi.
'apa mendingan rumah itu aku jual aja ya' batin ibu Linda lagi
'paling tidak kalau uangnya ada di rekeningku bisa aku kelola dulu atau aku diamkan dulu sampai aku tahu harus ngapain' batinnya lagi.
Saat i Bu Linda bongkarin kopernya, dan melihat - lihat sertifikat rumahnya, tita putrinya juga sudah bangun dan menatap ke arahnya.
"mami" ucap tita
"iya sayang, kamu sudah bangun" kata Bu Linda sambil bangkit memeluk anaknya.
"sudah mi, mami lagi ngapain"? tanya tita
__ADS_1
"ini nak, menurut kamu gimana ya, kalau rumah itu kita jual aja, biar kita hidup bebas dari mereka. Mami tidak ingin ada kekacauan lagi karena wanita itu" ucap Bu Linda sambil menatap lembut putrinya.
"terus kita"?
"kita cari aja rumah yang lebih sederhana sayang, dan sekolahmu juga kita pindah, ya" saran ibu Linda. Tita terlihat berpikir sejenak, tapi pada akhirnya dia setuju aja sama maminya, karena dia sangat yakin dengan keputusan maminya.
"tita sih setuju aja mi, tapi tita sudah ngga mau sekolah mi, tita malu" ucapnya sendu
"kenapa nak"
"pokoknya tita ngga mau sekolah mi" ujarnya tetap
"Baiklah sayang nanti kita bahas lagi ya, sekarang kamu mandi biar kita cari sarapan"
"tapi katanya kita jangan keluar dulu mi" tita mengingat pesan handy.
"ohhh iya ya, terus gimana ya? apa kita minta tolong pak Amir" ujar ibu Linda.
"terserah mami aja, pesan online juga boleh mi" ucap tita bangkit ingin mandi
"ohhh iya ya"
Baru aja Linda dan tita ingin pesan sarapan online, handy sudah ada di ruang tengah bersama seorang wanita setengah tua. Wanita itu terlihat membawa rantang makanan.
"gimana tidurnya kak"
"yaaa begitulah, tau - tau sudah pagi aja. mungkin karena kemarin sangat menguras emosi dan tenaga serta pikiran, membuat kami bisa terlelap sampai pagi" ujar Linda tersenyum malu.
"oh iya, ini bi Lilis, akan membantu kakak dan tita untuk sementara disini. dan karena belum ada bahan makanan yang mau di masak, Lilis sudah masak tadi di rumah" ucap handy.
"ini nyonya, silahkan sarapan dulu" Lilis menyerahkan rantang makanan itu.
"ohhhhh taruh di meja makan aja bi" ujar Linda.
Hai semua
Dukung terus ya
__ADS_1
like, coment dan vote
Terimakasih🙏