
Sebenarnya handy juga belum terlalu yakin untuk melepaskan tita keluar rumah, sekalipun sekolah. Karena handy juga yakin pasti Linda akan menolak bantuannya untuk menjaga tita, padahal handy ada banyak bodyguard yang bisa di kerahkan.
"tapi nanti tita ketinggalan pelajaran lho" ujar handy lagi.
"iya sih, tahun depan aja deh, sekarang saya masih cemas" ucap Linda melirik anaknya.
"gimana kalau tita home schooling aja, jadi ngga usah keluar rumah"?
"iya , ide bagus tuh" dukung valdo
Linda jelas berpikir dulu, karena home schooling pasti biayanya sangat mahal, padahal mereka khususnya Linda belum bekerja. jadi mereka belum ada penghasilan tetap untuk kelangsungan hidup mereka ke depan.
"coba nanti aku pikirkan deh, tunggu rumah itu terjual, biar bisa aku bagi - bagi dulu" ujar Linda jujur apa adanya.
Handy dan valdo jadi paham sekarang, Linda kewalahan di biaya. akhirnya mau ngga mau mereka setuju dengan Linda aja, karena dialah yang bertanggung jawab dengan tita sekarang. Dan kalau di tawari bantuan pasti Linda akan menolak.
"ya sudah, terserah kak Linda aja, rumahnya sudah ada yang mau sih, tinggal kemarin memastikan surat - suratnya" ujar handy melirik valdo. Valdo paham dengan lirikan bosnya itu.
"paling Minggu ini sudah jadi itu, sudah transaksi, ibu Linda siapin aja berkas - berkasnya" ujar valdo
"aku takut suamiku itu nanti mempersulit Han" ucap Linda lesu
"tenang aja, ngga akan dia persulit," ujar handy yakin.
"huuuu kamu ngga tahu seberapa cintanya dia sama Ica itu sekarang" ucap Linda kembali sedih.
"apapun akan dia lakukan demi Ica termasuk menghancurkan mereka yang mengusik Ica" lanjut Linda.
"apa ibu belum tahu siapa pak handy"?tanya valdo polos
"belum" jawaban pendek juga
"hahahah ibu tenang aja, pak David bukan level pak handy, masih jauh" ujar valdo
Terlihat Linda melirik handy dan valdo bergantian.
"makanya ibu jangan terlalu sungkan dan takut sama pak handy, kalau dia sudah mau menolong ibu dan tita, sejujurnya hal itu urusan kecil baginya. " ujar valdo lagi
Linda masih bingung maksudnya valdo, apa handy ini sebenarnya lebih kaya dari yang dia lihat. Memang sih handy ini pasti kaya, buktinya rumah lamanya saja sudah di komplek lumayan mewah, apalagi katanya rumahnya sekarang di komplek perumahan paling elit di kota ini.
Hanya saja Linda tidak berpikir bahwa handy ini orang yang sangat kaya, karena kemarin dulu mereka ketemu handy hanya menggunakan celana pendek dan kaos serta jangan lupa sandal jepit.
"Pak handy ini adalah, handy Winata, anak dari Hadi Winata, yang memiliki banyak departement store di kota ini, ibu ingat? bahkan kalau ibu ingat tempat kita pertama ketemu dimana pak David mempermalukan kalian, itu adalah milik pak handy" ujar valdo pada mode serius karena sepertinya dari kemarin Linda kurang yakin dengan pak bosnya itu.
__ADS_1
Linda melirik wajah handy yang terlihat sedang tersenyum kecil.
"ngga usah di bahas lagi" potong handy bangkit berdiri.
"val, kita ke kantor sekarang, kalau ada apa - apa hubungi saya atau valdo" ujar handy ke arah Linda dan tita.
Dan ngga lupa handy menggoda bocil nan imut ini, tita Keenan.
"halo cil, jangan nakal ya, kalau butuh sesuatu bilang valdo, jangan keluyuran dulu. Kalau mau balas Daddy itu dengan cara yang elegan" ujar handy senyum yang selalu senang melihat wajah cantik nan imut tita. Wajah polos anak remaja yang cantik alami dari ibunya. Hanya saja tuntutan keadaan saking kecewanya kemarin , membuatnya sampai melampaui batas anak seusianya, dan handy bisa merasakan itu.
Dan seperti biasa wajah tita pasti di cemberutin malah, membuat dia makin lucu ditambah dengan bola matanya yang dia putar - putar, merupakan hiburan tersendiri buat handy.
"tidak boleh begitu sayang" selalu Linda yang jadi penengah, karena dia belum tahu karakter handy takutnya dia malah tersinggung.
"udah kak, biari ngga apa - apa, makin imut" ujar handy pendek.
Akhirnya handy dan valdo sudah keluar dari rumah itu dengan senyum - senyum menuju kantor handy.
Kembali Linda dan tita tinggal berdua di ruangan itu, karena pak Amir juga langsung jaga di depan. Linda dan tita sedang memutar otak untuk mencari pekerjaan apa yang bisa mereka lakukan untuk memiliki penghasilan.
Dalam setahun ini, mereka memang sudah bayar kontrakan rumah handy, tapi kan mereka juga butuh makan dan minum sehari - hari.
"oh iya mi, mami kan pintar bikin kue"? tanya tita tiba - tiba.
"terus" Linda masih bingung
"apa nanti ada yang beli sayang"? ujar Linda pesimis
"kita coba aja dulu" ucap tita antusias
"nanti aku minta bantuan Rara untuk promosi juga, gimana"?
"jangan suka merepotkan orang sayang" ujar Linda
"ya sudah kita jual online mi" tita masih semangat.
"kalau begitu, sekarang kita bikin kue tester dulu" ucap Linda semangat, karena membuat kue memang hobbynya.
Setelah mencatat semua bahan yang di butuhkan, mereka minta tolong pak Amir untuk ke toko bahan - bahan kue .
Pak Amir pun tidak keberatan, dia langsung bergerak dengan cepat.
Akhirnya sore hari, kue buatan Linda sudah jadi. Karena ingin mendapat coment tentang masakan kuenya Linda minta tolong pak Amir untuk antarkan kuenya ke kantor pak valdo.
__ADS_1
Dengan sepeda motor pak Amir langsung menuju kantor handy dan menemui valdo.
"ada apa pak Amir, sore - sore ke sini" tanya valdo heran, takutnya ada sesuatu dengan tita dan Linda.
"ini pak valdo, ibu Linda membuatkan kue untuk di cicipi katanya" ujarnya sambil tersenyum ramah. Sekarang di rumah memang jadi sedikit tidak kesepian karena ibu Linda dan juga tita.
"oh hhh begitu, terimakasih pak" ucap valdo
"sama- sama, kalau begitu saya langsung pulang ya pak" ujar pak Amir sambil undur diri untuk pulang.
Valdo langsung membawa kue itu ke ruangan handy sambil tersenyum sumringah.
"ini ada kiriman bos" ujar valdo sambil meletakkan kue itu di hadapan handy.
"apa ini"? tanya handy heran
"kue buatan Bu Linda katanya, buat kita cicipi sambil kerja" ujar valdo lagi
"oh iya" handy langsung antusias membukanya, ternyata ada kertas kecil dengan tulisan singkat.
' cicip terus kasih koment ya om, masakan mami, buat masukan ke depan, siapa tahu kita bisa buka toko kue' ditambah emot malu - malu.
"pasti bocil nih yang nulis" ujar handy
"emank bilang apa"
"nih baca sendiri" handy menyodorkan kertas itu lalu mengambil sepotong kuenya.
"kuenya benar - benar enak" ucap handy setelah makan sepotong.
"kamu tidak ingin bantu mereka"? tanya valdo sambil mengambil juga satu potong lalu memakannya, lalu membuat mereka saling tatap sejenak tapi otak mereka bekerja masing - masing.
"iya, kamu benar" ucap handy seperti punya ide baru
"pesan dua ratus potong setiap hari, bagikan kepada siapa aja" ujar handy yakin
"kenapa tidak untuk karyawan kita aja"? ucap valdo, terlihat handy berpikir sejenak.
"benar juga"
Hallo semua pembaca setiaku
Jangan bosan ya
__ADS_1
Like, coment dan vote
Terimakasih 🙏