
...selamat membaca guys...
Pak David belum percaya seratus persen dengan ucapan handy, pak David masih sedikit merasa seperti di alam mimpi. Tapi melihat keseriusan handy David yakin kalau ini masalah serius, anak gadisnya, angelnya akan segera menikah. Itu berarti status dia akan bertambah satu lagi menjadi mertua dari handy Winata , pengusaha sukses yang masih muda dan terkenal sangat tajam dalam berbisnis.
"apa pak handy sudah yakin untuk menikahi tita, diakan masih kecil. Takutnya nanti pak handy kecewa karena banyak melihat kekurangan tita" ujar pak David merendah.
"kekurangan tita pasti ada pak, karena dia masih manusia biasa, tapi aku tidak butuh istri yang sempurna juga, karena aku juga butuh istri yang mencintaiku dan kucintai, istri yang membutuhkan aku dan bergantung padaku" ucap handy yakin
Pak David terlihat manggut - manggut mendengar ucapan handy.
"apa kalian sudah bicara banyak sama tita" ? tanya pak David
"tidak terlalu banyak, karena aku juga ngga pintar ngomong. Tapi yang pasti aku dan tita sudah sepakat akan segera menikah" ujar handy lagi lebih yakin.
"apa pendapat Linda"
"setuju aja, sejauh itu keputusan tita. Karena dia hanya menginginkan kebahagiaan tita" ujarnya lagi.
Pak David terlihat menarik nafas dalam - dalam. Dia juga sebenarnya setuju aja tita menikah dengan handy, cowok yang sudah mapan. Hanya saja pernikahan mereka kenapa secepat ini. Bahkan hubungan David dengan putrinya belum pulih, boro - boro bersama, di maafkan aja belum, batin pak David.
"pak handy sendiri kenapa buru - buru ingin menikahi tita"? tanya pak David
"karena aku ngga bisa jauh dari tita" ujarnya tegas
"apa tita tahu anda kesini"?
'tidak, hanya kak Linda yang tahu" ucap handy
"kalau boleh saya mohon, tolong pertemukan saya dengan tita, sebelum dia menikah" ujarnya lemah
Handy menarik nafas, bukannya dia ngga mau, tapi dia cukup tahu tita. Untuk saat ini tita pasti ngga mau ketemu daddynya.
"saya ngga tahu apakah tita bersedia, tapi akan saya usahakan" ujar handy
"tolong berikan aku kontak Linda" ucapnya lagi. Tapi handy tidak mau gegabah, paling tidak dia tanya ibu Linda dulu.
"akan aku tanyakan sama beliau dulu"
"kalau begitu berikan saja nomorku ini padanya, aku ganti kontak juga karena ulah Ica sialan itu" ucap pak David sendu sambil memberikan satu kartu namanya untuk di berikan ke Linda.
"baiklah akan saya berikan" ucap handy dan menerima kartu nama itu.
"kalau begitu saya pamit dulu, karena masih harus jemput tita mau kerja." ujar handy lagi
"baiklah, tolong kasih kabar kalau ada perkembangan." ujar pak David lagi dan di angguki oleh handy.
__ADS_1
Handy akhirnya keluar dari apartemen pak David dan langsung menuju mobil. Begitu dia masuk mobil mereka langsung menuju rumah tita, karena takutnya tita pergi sendiri kalau terlambat di jemput.
Sementara pak David, begitu handy berlalu dari apartemennya hatinya kembali sedih. Dia tidak menyangka akibat kesalahannya dulu mengenal tita membuat hidupnya sekarang hancur begini.
Putrinya segera akan menikah, seharusnya dia sangat senang, apalagi putrinya akan dinikahi oleh seorang handy Winata, lelaki sukses dan matang di usia muda.
Seharusnya sekarang dia sibuk mengurus pernikahan putrinya, karena ini moment langka dan hanya sekali seumur hidup untuk putrinya. Seharusnya David melakukan yang terbaik, memberikan yang terbaik sehingga putrinya bisa merasakan menjadi ratu sehari dalam hidupnya.
Tapi sekarang apa, putrinya sendiri tidak mau dia ajak bicara, putrinya sendiri sangat membencinya. Lalu apa yang bisa david lakukan sekarang.
'paling tidak aku harus bicara dengan linda' batin pak David.
Setelah itu dia langsung bangkit dan berniat menemui Linda, karena dia yakin putrinya itu akan berangkat kerja, jadi tidak berada di rumah. David ingin minta maaf sama Linda sekaligus berbicara tentang pernikahan tita.
"apa tuan mau mandi" tanya art pak David yang sudah lama mengikutinya.
"iya ni, saya mau ketemu istri saya" ucapnya lesu
"nyonya Linda tuan"?
"iya bi" jawab pak David tenang , tapi pembantunya itu malah yang heboh.
"syukurlah ibu dan tuan berbaikan lagi, titip salam untuk ibu Linda tuan" ucapnya semangat.
Setelah sarapan Doddy juga sudah tiba di apartemen David.
"pagi ini kita ketempat Linda dulu dod" ujar pak David
"kok " tanya Dodi bingung
"tadi pagi handy datang ke sini" cerita David
"oh iya"
"dia ingin menikahi tita"?
"oh iya" lagi - lagi Dodi kaget dengan berita ini. Dia sih sudah tahu handy mencintai non Titanya, tapi tak menyangka akan secepat ini menikahinya.
"syukurlah pak, non tita mendapatkan laki - laki yang bertanggungjawab" ujar Dodi akhirnya
"iya dod, bahkan paling tidak handy masih menghormati saya dengan meminta restu kepada saya" ujar pak David lagi.
"iya betul"
"tapi tita belum mau menganggap saya" ujarnya lesu
__ADS_1
"itu wajar pak, tinggal menunggu waktu saja. Non tita juga manusia biasa, mungkin kalau aku diposisi dia aku tidak akan mengakui bapak lagi juga setelah apa yang bapak lakukan padanya" ujar Dodi bijak
"iya dod, aku tahu, makanya aku ingin bicara dengan Linda. aku ingin walaupun tanpa aku pernikahan tita harus berjalan lancar dan harus penuh kebahagiaan buat mereka" ucap pak David sedih.
"amin, semoga pak" ujar Dodi dan akhirnya mereka turun dan segera menuju rumah tita.
Sesampai di depan rumah Linda David meminta tunggu dulu, mereka yakinkan dulu tita sudah berangkat kerja, karena David tidak mau tita marah - marah lagi pagi ini.
Dia hanya ingin ketemu Linda dan bicara empat mata dengan Linda.
"selamat siang pak, apa ibu Lindanya ada" tanya Dodi kepada pak Amir
"ada pak"
"kalau non tita sudah jalan ke kantor ya pak"? tanya Dodi lagi
"sudah pak, barusan den handy sudah jemput" ucap pak Amir karena sudah tahu juga bahwa pak Dodi ini orang dekatnya non tita dulunya.
"yahh, ya sudah pak, saya ketemu ibu Linda aja. Tolong bilang ada pak Dodi ingin bicara sebentar" ujar Dodi
Pak Amir berlalu ke dalam rumah dan memanggil ibu Linda.
"Bu ada pak Dodi di depan, katanya mau bicara sebentar" ujar pak Amir.
Linda yang sedang membuat adonan kue masih celemotan kesana kemari, bahkan tepung masih banyak di tangannya.
"suruh masuk aja ya pak, di teras aja" ucap Linda
"sus tolong terusin dulu ya, aku ada tamu bentar"
"iya Bu"
Setelah cuci tangan Linda langsung keluar menemui Dodi, tapi ternyata bukan hanya Dodi disana juga ada David, laki - laki yang sangat dia cintai dan sekaligus dia benci, dan tidak ingin dia temui saat ini.
"ada apa dod" tanya Linda masih berdiri melihat kedua tamunya sudah duduk.
"maaf Bu Linda, pak David ingin bicara sebentar dengan ibu" ucap Dodi. Dodi tahu ibu Linda kecewa padanya karena ngga bilang ada David tadi, tapi mau gimana lagi dia harus lakukan ini juga supaya bosnya itu bisa saling bicara.
Hallo semua pembaca setiaku
Dukung terus ya karya ini
like, coment dan vote
Terimakasih🙏
__ADS_1