
Tita masih merasa tidak percaya bagaimana Tuhan mempertemukan mereka sekarang dengan papinya handy.
Ini suatu kebetulan yang ajaib, bagaimana tita hari ini di suruh mengikuti handy ke daerah sini, dan tadi tita hampir membuat bapak itu kena senggol dan akhirnya terduduk di pinggir jalan karena kaget.
Tita berpikir mereka harus bicara dulu, akhirnya tita punya inisiatif untuk mencari tempat buat mereka bicara. Tita melihat sejujurnya batin handy juga bergejolak sebenarnya. Tita lalu duduk kembali di belakang kemudi melajukan mobilnya kembali dengan perlahan. Tidak sampai sepuluh menit , mereka sudah tiba di salah satu cafe yang tidak terlalu ramai.
Handy yang masih bingung harus bersikap gimana kepada papinya yang duduk di belakang, terus terang dia belum siap untuk ketemu papinya di saat begini. Tapi jujur dari hatinya yang paling dalam handy sangat kasian juga sama papinya harus jalan kepanasan di luaran.
"ayo pak duduk dulu, bapak mau ngopi atau makan dulu" tanya tita ramah
"terserah neng aja"
"kak handy sudah makan"? tanya tita lembut menatap handy, membuat hati handy sedikit teduh
"ngopi aja sayang"
"kalau begitu kita berdua yang makan ya pak, saya juga lapar" ujar tita supaya mereka bisa makan bareng bapaknya handy tanpa bapak itu merasa sungkan. Sebenarnya tita tidaklah begitu lapar karena dia selalu makan dari rumah.
"kenapa tadi ngga bilang kalau lagi lapar, kita bisa makan dulu" ujar handy khawatir tita kelaparan dan sakit gara - gara menunggu dia.
Tita hanya melihat handy sekilas lalu tersenyum kecil. Kemudian dia melihat ke arah pak Hadi lagi.
"bapak mau makan apa pak"? tanya tita kembali ke pak Hadi.
"terserah neng aja"
"bapak tidak alergi seafood kan"?
"tidak neng" ucap pak Hadi takut - takut. Tapi dia sangat penasaran siapa cewek ini, apa dia pacar handy? Memang terlihat sih masih sangat muda, tapi sangat ramah, baik dan sangat cantik. Beruntung banget kalau handy bisa memilikinya. Pak Hadi hanya bisa mendoakan dalam hati agar handy selalu bahagia.
Akhirnya tita memesan dua porsi makanan untuknya dan papinya handy, sementara handy dia pesanin kopi.
Sambil menunggu pesanan mereka tita pun mencoba mencairkan suasana yang sangat kaku itu. Terlihat dia membisikkan sesuatu ke telinga handy.
"kak handy, nanti bantu tita makan ikan ya"bisiknya dengan rayuan mautnya membuat handy gemes dan lupa dengan marahnya kepada papinya sejenak.
"mmmm iya" ucap handy senang dan senyum kecil.
Pak Hadi melihat tatapan handy ke tita bukan tatapan biasa. Pak Hadi yakin tita ini adalah pacar handy.
"Pak, emank bapak tadi habis darimana kok bisa panas - panas begini bapak di jalan" tanya tita ke arah pak Hadi membuat lamunan pak Hadi buyar.
"itu neng..." ucap pak Hadi ragu - ragu
__ADS_1
"saya tita pak, panggil aja tita" ucap tita sambil mengulurkan tangannya tanpa sungkan sedikitpun. Dia malah terlihat sangat rileks dan senang.
"saya Hadi nak" ucap pak Hadi menunduk. Pak Hadi persis seperti seorang terdakwa di depan penegak hukum, takut dan tidak berani mengangkat kepalanya di hadapan handy.
Tita melihat ke arah handy yang terus menatapnya, tita berharap kak handy mengajak pak Hadi bicara.
Tapi handy terlihat sangat dingin dan datar.
Mungkin masih ada rasa marah dalam hati kak handy, batin tita.
Tita tidak menyalahkan handy seratus persen karena tita juga bisa merasakan perasaan marah itu ketika mengingat pengkhianatan daddynya.
Tapi sebagai manusia yang tidak luput juga dari kesalahan, berilah sedikit celah untuk bapak itu membela diri. Terlepas dia papinya handy kita harus menolongnya.
"Emank bapak tinggal di daerah sini pak"? tanya tita yang hanya di angguki oleh pak Hadi sebagai jawaban.
"terus tadi bapak dari mana"? tanya tita lagi makin antusias.
"itu nak tita, Pengen beli sayur doank" ucap pak Hadi
Saat mereka berbincang tiga orang pegawai cafe datang membawa pesanan mereka.
"silahkan pak, ibu" ucap salah satu dari mereka.
Sementara tita langsung mendekatkan satu porsi pesanan ke dekat pak Hadi.
"ayo pak kita makan dulu" ujar tita lembut ke arah pak Hadi membuat pak Hadi merasa terharu.
"iya nak tita" ucapnya senang, walaupun dari tadi anaknya handy belum mau bicara sama sekali dengannya, tapi melihat handy sukses dan punya kekasih cantik dan baik pak Hadi sudah senang.
Handy langsung menarik piring ikan tita dan duduk sedikit lebih dekat ke tita. Lalu tanpa malu handy membuang duri ikan itu dan dagingnya di taruh di piring tita.
Pak Hadi melihat semua hal yang di lakukan anaknya itu. Dia sangat bangga dengan putranya itu walaupun kebanggaan itu hanya dalam hati tanpa bisa di ucapkan.
Pak Hadi makan dengan perasaan yang campur aduk, bahkan dia seperti kegerahan di ruang ber AC itu. Nikmatnya rasa makanan itu mungkin tidak di nikmati pak Hadi karena perasaannya.
Handy sendiri tetap fokus mengurus makan tita seolah ngga perduli dengan kehadiran pak Hadi di tempat itu.
Setelah tita dan pak Hadi selesai makan, dan handy sudah menyeruput kopinya mereka pun duduk santai sejenak.
Tita akhirnya kirim chat ke temannya akan telat sampai di tempat itu. Karena dia masih jauh dari tempat itu.
Sementara handy mengirim chat ke valdo tentang papinya.
__ADS_1
'val, laki - laki itu ada di sini'
'emank dimana mereka tinggal'
Tidak berapa lama valdo juga membalas chat handy.
'laki - laki mana, om Hadi? lho kok bisa, tapi ngga apa - apa kan'
'kalian tegur sapa'
'ga, cuma tita yang ajak ngobrol' balasan chat handy ke valdo
'emank tita sudah tahu siapa dia' tanya valdo membalas chat handy
'sudah'
' hebat tuh anak' balas valdo membuat handy tersipu malu, valdo benar, hebat juga ya pacar kecilnya ini bisa ngobrol dengan bapak - bapak tua seperti papinya.
"kenapa kak, ada yang lucu" tanya tita melihat handy tersenyum kecil
"iya sayang, kamu tuh lucu" ucap handy asal sambil menatap tita
"ihhhh kak handy, tita serius juga" ucapnya lagi.
Interaksi di antara mereka membuat pak Hadi sedikit merasa terasing. Biar bagaimanapun anaknya tidak mau bicara dengannya sementara tita adalah cewek yang belum pak Hadi kenal lebih jauh.
"kalau begitu bapak duluan aja nak tita, terimakasih makan siangnya" ucap pak Hadi sambil bangkit berdiri.
"ehhh tunggu dulu pak, nanti kita antar bapak sampai rumah, tenang aja" ucap tita sambil bangkit berdiri juga.
"ehhh ngga usah nak, ngga usah, bapak jalan sendiri aja" ucapnya sudah hendak melangkah.
Tita jelas merasa ngga enak sama bapak itu.
"kami antar aja pak, ayok" ucap tita sambil menarik tangan handy membuat handy merasa melayang. Handy langsung mengikuti langkah tita.
Hai semua
Dukung terus ya
like, coment dan vote
Terimakasih🙏
__ADS_1