KAKAKKU MERTUAKU

KAKAKKU MERTUAKU
PART 66 BINGUNG


__ADS_3

Handy akhirnya bicara serius dengan valdo di rumah tita, karena tita terus mendesak handy untuk segera perduli bapak itu.


"ada apa Lo manggil gue urgent, jangan bilang mau urus percintaan Lo lagi. Masa tita yang baru lulus ngga bisa Lo taklukan sih, padahal berhadapan dengan pengusaha kelas dunia Lo ngga takut" ujar valdo setengah ngeledek. Kadang mereka memang bukan seperti atasan dan bawahan, mereka terlihat seperti teman.


"bedalah kalau urusan kerjaan, gua ngga butuh Lo banget" ucapnya lagi sambil senyum kecil


"sialan Lo" gerutu valdo membuat handy ketawa terkekeh.


"terus ada apa nih" ujar valdo


" ini tentang laki - laki itu, menurutmu gimana? tita minta dia tinggal di rumahku atau aku sewa rumah yang lebih layak" ujar handy


"maksudmu on Hadi"


"hmmm" jawab handy singkat


"kalau menurutku sih terserah kamu Han, tanyalah hati kecilmu. Karena ikatan darah antara kamu dan om handy itu pastilah sangat kuat. kalian pasti saling merindukan dari lubuk hati yang paling dalam" ucap valdo


"kebanyakan ceramah kamu"


"ya elah di kasih tahu malah ngeyel" ujar valdo.


"ya sudah tempatkan aja dia di rumah bekas kak Linda itu, bilangin di kontrak" ucap handy sambil melangkah masuk.


'dasar bos ngga ada ahlak nih, sudah urusannya malah gue di tinggal pergi' gerutu valdo.


Handy melangkah masuk untuk pamit sama tita dan kak Linda. Setelah pamit, tita mengantar handy sampai mobil dan melihat sampai mobil handy berlalu seperti biasa.


Keesokan harinya valdo sudah mengurus semuannya dan memindahkan pak Hadi ke rumah bekas rumah tita yang di beli handy, tapi pak Hadi tahunya itu di kontrak oleh pak handy untuknya.


Pak Hadi merasa terharu, ternyata setelah kemarin melihat papinya dan kehidupannya, hati handy masih tergerak untuk membantu papinya.


Sementara handy, seperti biasa hari ini sepulang kerja dia ingin ketemu dengan tita. Tapi baru aja melangkah keluar dari ruangannya terdengar bunyi handphonenya berdering.


dddrrttt dddrrttt dddrrttt


"hallo"


"hallo pak handy" ucap pak David formal di sebrang. Dia masih takut memanggil dengan nama handy aja sekalipun dia tahu itu pacarnya tita, karena dia belum tahu isi hati handy yang sebenarnya.


"ya " jawab handy pendek


"apa kita boleh ketemu sebentar"


"untuk apa pak"?


"saya mohon sebentar aja"


"dimana"?


"terserah pak handy, biar saya yang kesana"! jawab pak David


Handy terlihat terdiam sebentar sambil berpikir harus ketemu dimana. Sampai akhirnya pak David yang punya ide.

__ADS_1


"di kantor pak handy juga tidak apa - apa, biar aku yang ke sana" ucap pak David sadar diri


"saya sudah mau pulang" ucap handy


"apa saya ke rumah pak handy atau bagaimana"? masih tanya pak David yang benar - benar ingin ketemu sekarang.


"saya mau ke rumah tita" ucap handy membuat pak David langsung terdiam. Jujur dalam hatinya ingin sekali ketemu putrinya itu. Tapi dia juga takut, takut putrinya itu nanti histeris lagi.


"kalau begitu kita ketemu dekat rumah tita aja, di restoran sky." ujar handy lagi


"baiklah, saya segera ke sana"


"iya, baiklah"


Sambungan telepon itupun terputus. Hati pak David sudah seperti nano- nano, dia sedih dan juga bahagia. Paling tidak dia akan memberikan sesuatu untuk tita dan linda, walaupun itu hanya materi karena tita masih takut padanya.


Dia langsung memerintahkan Dodi untuk melajukan mobil ke restoran yang di katakan oleh handy.


Sementara handy jadi bingung sendiri. Haruskah dia kasih tahu tita kalau dia akan ketemu daddynya. atau haruskah dia minta tita datang tanpa beritahu ada pak David di sana. Tapi handy merasa bahwa berbohong sama tita sangat sulit dia lakukan.


Handy akhirnya telepon tita.


dddrrttt dddrrttt dddrrttt


"hallo kak handy" terdengar suara manja tita di sebrang


"kamu lagi ngapain ta" tanya handy lembut


"kamu sudah makan"?


"sudah, kak handy belum makan"? tanya balik tita


"belum, ini baru pulang kantor" jawab handy jujur


"mau kesini , mau makan di rumah"? tanya tita


"valdo ngajakin di restoran sky ta, kamu mau kesana nemanin kakak, tapi..." handy nampak ragu untuk cerita.


"tapi apa"? tanya tita


Handy masih bingung untuk memutuskan, dia melirik valdo tapi valdo pura - pura ngga tahu dan ngga dengar.


"tapi kenapa kak" tanya tita lagi ngga sabar


Akhirnya handy keceplosan juga, bibirnya sulit di ajak kerjasama.


"Daddy kamu ingin ketemu kakak" ujar handy akhirnya. Tita sangat kaget, tumben daddynya ingin ketemu kak handy, apa rencana daddynya.


"kok bisa" tita bicara sedikit kencang tanpa bisa menyembunyikan rasa terkejutnya.


"iya ta, kakak juga ngga tahu, tapi kamu kan bilang, kita harus menghormati orang tua, iya kan? jadi ya saya setuju aja" ujar handy


"iya tapi dia kan..."!

__ADS_1


"dia kenapa ta"?


Tita akhirnya habis kamus, dia terdiam sejenak.


"ta, kakak tahu pak David pernah bersalah juga, tapi dia jelas sudah menyesal. Dia kangen banget sama kamu. Ohhh iya, kalau kamu mau, kamu bisa ikut ke restoran sky, tenang aja, kakak ngga akan biarkan siapapun menyakitimu. Tapi kalau kamu belum siap ngga apa - apa ta, lain kali aja" ujar handy


"saya ngga mau kak, saya ngga mau. Dia menyesal punya anak seperti saya" ucap tita sudah sedih


"ya sudah ta, jangan sedih, jangan nangis oke, kakak akan temui pak David dulu ya, biar kakak tahu apa niat dan maksudnya, ngga apa - apa kan"? bujuk handy


"terserah" jawab tita


"jangan begitu donk ta" ucap handy


Tita masih terdiam karena bingung mau jawab apa. Sampai akhirnya terdengar handy membujuknya lagi.


"ta, boleh ya, kakak ketemu pak David"? tanya handy lembut.


"Untuk apa"?


"untuk mengetahui apa yang ingin pak David sampaikan ta" ucap handy lagi


"apapun yang dia katakan sudah tidak ngaruh kak" ucap tita


"tapi paling tidak kita dengar dulu ta" bujuk handy lagi


"ya sudah, terserah kakak aja" ucap tita


"ya sudah, nanti kakak ke rumah ya, kamu mau di bawain apa"? tanya handy mengalihkan perhatian tita.


"mau pisang goreng" jawab tita


"oke cantik, nanti kakak bawain" ujar handy sedikit lega karena tita sudah sedikit rileks.


Tidak berasa handy sudah tiba di restoran sky. Saking lamanya ngobrol sama tita tanpa dia sadari sudah tiba di restoran itu.


Valdo tetap mengikut kemana pun handy pergi, bahkan urusan pribadi sekalipun.


"kamu yakin ketemu pak David" tanya valdo


"kenapa ngga,"? jawab handy


Akhirnya mereka langsung menuju ruang private yang sudah di reservasi oleh Dodi asisten pak David.


"tamu pak David ya, mari silahkan pak," ucap salah satu karyawan pria sambil berjalan di depan handy dan valdo untuk mengantar mereka ke ruangan private.


Hallo semua


Dukung terus ya


Like, coment dan vote


Terimakasih 🙏

__ADS_1


__ADS_2