KAKAKKU MERTUAKU

KAKAKKU MERTUAKU
PART 27 ULANG TAHUN LINDA


__ADS_3

Handy dan valdo akhirnya keluar dari cafe itu menuju gedung di sebelahnya. Mereka jadi terlambat lima menit karena urusan Ica, tepatnya sih isengin Ica.


Handy dan valdo sedang meeting dengan klien ketika handphone valdo ada notifikasi pesan masuk.


Valdo langsung melirik handy, yang di artikan oleh handy berhubungan dengannya. Tapi mereka kembali serius dengan meeting dulu.


Baru aja mereka keluar dari ruangan meeting, valdo sudah memberitahu handy.


"bocil chat gua nih"


"bocil,, tita maksud Lo, ngapain dia chat Lo"?


"ya ngga tahu gua tanya dulu" jawab valdo ingin telepon tita.


"ngga usah, aku aja yang telepon"


"ya sudah" ujar valdo ngalah


dddrrttt dddrrttt dddrrttt


"hallo" suara tita di sana


"hei cil, ngapain tadi chat valdo, ntar di baca bininya dimarahin Lo valdonya" canda handy


"orang mau minta tolong doank" ujarnya di sebrang


"minta tolong apa, bilang aku aja"


"omm handy galak"


"lebih galak kamu kali cil"


"ahhh bodo"


"ayo bilang tadi ada apa"? tanya handy serius


"sebentar ya om, aku keluar dulu" ucapnya agak berbisik


"om handy" suara tita kembali terdengar tapi seperti berbisik.


"ada apa"


"tita minta tolong donk, nanti di rumah tita ganti duitnya"


"iya minta tolong apa'?


"beliin kue ulang tahun donk om, yang kecil aja, yang penting enak" bisik tita


"buat siapa" handy ikut berbisik berniat menggoda tita dan benarkan, dia langsung emosi.


"ihhh om handy kan begitu, susah di ajak ngomong" tukas tita membuat handy langsung ketawa. tebakannya sangat benar, tita pasti langsung kesal, kesal - kesal manja gitu.


"hehehe sory, tapi buat siapa tita"


"buat mami om, nanti malam jam dua belas aku ingin berdoa bersama mami"


"ohhh mami kamu ulang tahun"?


"besok persisnya om, bisa ngga, ngga usah yang mahal ya om, yang murah aja" pesan tita lagi

__ADS_1


"iya nanti om belikan, bayarannya buatin aku kopi selama setahun ya"


"iya iya, biasanya juga ngopi gratis sama mami, timbang beli kue aja bayarnya setahun, katanya kaya" gerutu tita masih di dengar jelas oleh handy membuat dia cekikikan di sebrang sana.


"jadi beliin ngga nih" goda handy lagi


"iya iyaa ya" ucapnya takut.


"beliin, nanti aku bayar dirumah atau buat kopi setahun" ucap tita


Handy mematikan sambungan telepon itu sambil ketawa ngakak.


"Napa Lo" tanya valdo yang heran melihat handy ketawa sampai segitunya. Padahal handy bukan lah orang yang humoris bahkan jauh dari kata itu.


"itu si bocil, seru aja godain nya" ujar handy masih ada sisa - sisa ketawanya.


"oh iya, Napa tadi bocil"


"val, tolong pesanin cake buat ntar malam, ternyata kak Linda ulang tahun"


"ohhhh itu, dia tadi mau bilang itu"


"hmmmm, dia bilang yang murah aja, nanti di rumah aku ganti duitnya" ucap handy lagi ketawa ngakak..


"idihhh apanya yang lucu" ujar valdo


"yang lucu ucapan bocil itu val, aku bilang bayarnya buatin aja aku kopi setiap datang selama satu tahun, ehhh Lo tau ngga jawabnya apa?" tanya handy masih ketawa


valdo menggeleng bingung, ya ngga tahulah emank dukun.


"biasa juga minta kopi gratis sama mami, timbang kue doank pelit banget sih, katanya kaya" ujar handy menirukan gaya bicara tita yang cepjas ceplos. Mau ngga mau valdo juga merasa lucu melihat mimik handy menirukan tita.


"justru itu val, tuh bocah asli lucu banget" ujar handy


"Han, awas Lo ntar jatuh cinta Lo" ucap valdo mbyat handy terbengong sejenak.


"ahhh gila Lo, emank gua pedofil apa, penyuka bocah"?


"lha kata siapa, tita itu sudah tujuh belas tahun bos" ucap valdo


"ahh ngawur Lo, pesan aja cakenya" ujar handy tiba - tiba merasakan sesuatu getaran memang dalam hatinya.


'apa iya aku suka gadis ingusan itu' batin handy lagi.


'gadis labil yang sangat cantik itu? handy malah melihatnya seperti barang antik yang harus di lindungi'


"iya iya" ucap valdo langsung merogoh sakunya untuk mengambil handphone.


Valdo langsung memberi kabar kepada tita kalau nanti malam jam sebelasan mereka akan datang.


Tita sangat senang, paling tidak di ulang tahun maminya masih banyak orang di sekitar mereka.


Sore harinya ketika jam kantor usai, valdo dan handy tidak langsung pulang. Mereka mampir ke toko kue dan mengambil kue pesanannya. Valdo malah mengajak anak semata wayangnya untuk ikut kerumah lama handy, untuk bersama - sama merayakan ulang tahun Linda. Pikir handy lebih rame, lebih baik.


Tita sudah sengaja begadang dengan alasan mengerjakan tugas, supaya maminya tidur dulu. Niatnya tita akan menyiapkan minuman untuk tamunya nanti.


Benar saja pukul sebelas lewat, masuklah dua mobil mewah ke rumah mereka. Tita langsung menyambut mereka ke depan. Tita sudah menggunakan gaun warna pink, dengan bagian bawah berbentuk circle dengan motif polkadot, membuat dia terlihat sangat imut dan cantik. Kecantikan tita tidak perlu di ragukan lagi.


Handy sempat terpesona dengan kecantikan tita. Dia menatap tita tanpa kedip, dan itu jelas di lihat oleh valdo orang terdekatnya.

__ADS_1


"woi kedip Lo" ujar valdo meledek handy


"apaan sih Lo"


"hallo tita, kenalin ini Tini istri dan anak om, sengaja om ajak untuk mami kamu, biar jangan merasa sepi" ujar valdo.


"hallo om, Tante, makasih banyak ya, sudah sayang sama maminya tita" ucapnya terharu


"ITS ok tita, slow aja" ujar Tini istri valdo.


"om galak, jadi kan bawa kuenya" tanya tita ke arah handy.


"apah om galak, giliran valdo aja, senyum - senyum Lo" sungut handy kesal karena dirinya selalu di anggap galak sama tita.


"iya om valdo kan baik, sampai bawa Tante Tini dan si kecil ke sini" ujar tita ngga mau kalah.


"Hei, kalian masih berdebat, mau bangunin ibu Linda" ujar valdo sudah menggendong anaknya.


"sssstttttt " handy dan tita kompak menaruh jari di ujung bibir mereka.


"mana cakenya" bisik tita dekat kuping handy, tapi karena ngga sampe tita harus mendongak ke atas dan jinjit. Melihat posisi tita yang seperti ini dan sangat dekat handy sangat deg - degan.


Kenapa ya, kok jantungku sepertinya berpacu lebih cepat, batin handy terlihat gugup.


Dia akhirnya langsung mengatur jarak dari tita.


"ada bentar aku bawa"


"terimakasih ya om, ntar aku ganti kok duitnya" ucap tita


"tidak usah, anggap aja hadiahku untuk kak Linda"


"yakin nih"


"iya yakin, tapi kopi setahun tetap gratis" ujar handy menarik tangan tita mendekat ke mobil.


Sejujurnya Handy deg - degan, tapi ada sebersit rasa bahagia di sana. Dengan bersentuhan tangan dengan tita dengan jarak dekat begini.


"pak Amir tolong keluarin yang di dalam" perintah handy kepada penjaga rumah itu.


Pak Amir dan pak Yanto supir handy langsung mengambil kuenya dan paper bag satu lagi.


Mereka langsung menunggu di ruang tamu dengan mengelilingi kue setengah lingkaran. Sementara Tita langsung jemput maminya ke kamar.


"mau kemana ta"


"temanin tita bentar mi, ke dapur"


"ohhh ya udah" Linda yang baru bangun mengikut aja sampai terdengar lagu selamat ulang tahun dan lampu dinyalakan.


Linda benar - benar menangis, ternyata masih banyak yang ingat ulang tahunnya. Dia sendiri bahkan lupa.


Selamat pagi semua


Semoga hari kita sangat indah dan bahagia


Tetap like, coment dan vote ya


Terimakasih🙏

__ADS_1


__ADS_2