KAKAKKU MERTUAKU

KAKAKKU MERTUAKU
PART 47 PERMULAAN


__ADS_3

Mereka akhirnya memesan makanan sesuai dengan selera masing - masing. Dan handy sengaja menawarkan ikan untuk tita supaya dia nantinya harus di bantu. Dan akal bulus bosnya sekaligus temannya itu jelas sudah ke baca oleh valdo. Tapi dia senang, semoga mereka semakin saling membutuhkan.


"ta disini, ikan gurame asam manisnya terkenal enak lho, ngga mau coba"? tanya handy ke tita membuat tita ragu untuk menjawab. Bukannya dia ngga suka ikan, suka banget malah, tapi nanti gimana makannya karena maminya nggada di sini, sementara minta tolong sama handy dia malu sekarang, semenjak dia tahu handy suka sama dia.


"coba aja dulu, nanti kalau ngga habis buat gue" ujar handy


Setelah membuat list makanannya pelayan itu segera berlalu. Dan tidak berapa lama pesanan mereka sudah terhidang di atas meja.


Melihat hubungan handy dan tita makin dekat, valdo ingin segera berlalu dari tempat itu. Tapi gimana cara pamitnya. Akhirnya valdo punya ide dengan chat istrinya, untuk menyuruhnya pulang sebentar, karena ada saudaranya datang.


Belum mulai acara makan terlihat valdo sok antusias makannya.


"wah mumpung di traktir bocil nih, makan yang banyak ah" ujar valdo pura - pura, padahal dia sedang menunggu telepon Tini istrinya.


dddrrttt dddrrttt dddrrttt


"hallo"


"mas, valdo lagi sibuk ngga"?


"Napa ma"? tanya valdo sok serius


"bisa pulang bentar mas, ada si itu nih, penting bentar katanya"


"ya elah baru mau makan ma, ya sudah aku pulang bentar" ujar valdo serius lalu mematikan sambungan teleponnya.


"mas" panggil valdo kepada pelayan


"tolong ini pesananku di bungkus mas, ada perlu bentar, mubajir di tinggal" ujar valdo


"Han, cil gue ke rumah bentar ngga apa - apa kan" tanya valdo terlihat serius


"ada apa istrimu" tanya handy ikut serius


"katanya suruh pulang bentar ke rumah, ntar balik lagi" ujar valdo


"tapi bukan karena dedeknya sakit kan om" tanya tita


"bukan, sepertinya ini ada keluarga"


"ini pak makanannya" ujar pegawai restoran yang telah membungkus makanan valdo tadi.


"iya, makasih mas. Cil makasih ya" ujar valdo sambil bangkit berdiri.

__ADS_1


Setelah kepergian valdo, tinggallah tita dan handy yang di ruangan itu.


Handy langsung menarik ikan gurame nya dan membuang duri - durinya. Setelah itu di taruh di piring tita. Tita dengan lahap makan setiap ikan yang sudah di bersihkan oleh handy.


Handy merasa sangat bahagia, hari ini tita full tergantung padanya. Setelah selesai makan handy akan mengantarnya pulang.


"apa kamu mau beli sesuatu ta" tanya handy


"ngga ah kak, aku ngga butuh sesuatu" ucap tita lagi.


Mereka akhirnya langsung naik mobil handy yang di supiri pak Yanto.


"kak, kakak kan mau ke kantor, aku bisa pinjam pak Yanto ngga"? tanya tita senyum seperti biasa sambil memutar - mutar matanya kalau ada maunya.


"mau ngapain ta"? tanya handy heran. Tapi tita bukannya takut malah langsung ngomong lagi.


"hehehe aku ingin di ajarin nyetir " ucapnya ketawa


Handy jadi gemes dan sekaligus geram. Masa cewek yang dia suka malah minta tolong sama supirnya, apa kata dunia. Kenapa tita tidak minta tolong dia aja coba.


"tidak " jawab handy tegas


Tita terlihat kecewa dengan jawaban handy. Tapi dia tidak terlalu larut karena masih ada maminya yang bisa ajarin dia nanti.


"ya sudah, nanti sama mami aja" jawab tita


Handy kembali menatap datar ke depan, lalu dia meraih tangan tita.


"kenapa ngga minta tolong sama kak handy, hemm" tanya handy menatap intens mata tita membuat tita kaget. Karena sejujurnya dia tidak pernah kepikir untuk minta tolong sama handy untuk mengajari nyetir karena dia tahu handy sangat sibuk.


"kak handy kan sangat sibuk, aku takut hal kecil begini mengganggu kak handy" ucapnya berani menatap mata handy juga.


Lama saling bertatapan akhirnya tita menunduk.


"aku takut kak handy menganggap aku cewek ngerepotin karena ngga bisa menyelesaikan hal - hal kecil" ujar tita masih menunduk.


"mulai sekarang minta tolonglah sama kak handy, walaupun dalam hal kecil, oke" ucap handy mengusap kepala tita.


Tita menganggukkan kepalanya.


"pak Yanto, kita kelapangan yang di daerah itu dulu" perintah handy ke supirnya


"baik pak"

__ADS_1


Mobil mereka akhirnya melaju kelapangan yang ada dekat daerah tersebut. Sebenarnya bukan lapangan juga, hanya saja daerah itu belum terlalu di fungsikan sehingga seperti terbengkalai.


"pak Yanto, turun dulu, tunggu di warung itu dulu" perintah handy


"baik pak"


Setelah pak Yanto turun handy mulai menjelaskan cara - cara menyetir yang baik.


Terlihat tita sangat antusias mengikuti setiap arahan handy. Bahkan tita kadang tidak sadar kalau handy sudah sedang memanfaatkan ke adaan hanya untuk mencium rambut tita.


Seperti sekarang, handy malah memundurkan kursi supir agak ke belakang dengan alasan supaya bisa mengajari tita dengan duduk di pangkuannya.


Awalnya tita agak risih, tapi demi cepat bisa nyetir dia oke saja. Tita yang berada di hadapan handy bahkan seolah di pangkuan handy, tidak sadar kalau handy dari tadi hanya mencium rambut wanginya.


Handy sendiri bukannya fokus ngajarin malah menikmati aroma tubuh tita yang sangat wangi. Ketika tita menyadari itu, dia ingin pindah tapi sudah terlambat, karena handy sudah memeluk perutnya dari belakang.


"biarkan begini sebentar ta, sebentar aja. Kakak ingin merasakan ketenangan dengan memelukmu begini. Kakak tidak akan aneh - aneh, hanya ingin memelukmu" ucap handy sudah meletakkan dagunya di pundak tita.


Tita yang masih bingung akhirnya tidak bisa menjawab. Dia hanya diam di tempatnya seperti batu. Entah kenapa dia juga suka handy memeluknya begini, ada rasa tenang dalam hatinya sekaligus getaran yang tidak dia mengerti.


"ta, kalau aku cape di kantor, bolehkan aku pinjam bahu kamu sebentar begini untuk tenang" tanya handy lembut


Walaupun tita belum paham seluruhnya, tapi akhirnya dia bertanya juga.


"Emank kak handy lagi cape di kantor ya'? tanya tita polos


"iya ta, makanya kak handy butuh pundak tita bentar" ujar handy


"bukan cape urusin tita kan"? tita mencoba becanda


"bukan, justru tita adalah obat buat kakak, makanya biarkan dulu begini ya"! ujar handy sambil terus meletakkan dagunya di pundak tita.


"kalau kak handy sedang cape, kita tidak usah dulu belajar nyetir, besok - besok aja" ucap tita.


"ngga, sekarang aja" ucap handy bangkit takut tita jadi tidak ingin belajar nyetir terus besok minta tolong pak Yanto lagi.


Akhirnya handy mulai lagi serius mengajari tita untuk menyetir. Dan tita juga sudah banyak di ajarin oleh maminya sebenarnya, tinggal mematangkan saja.


Handy tidak berasa sudah satu jam mengajari tita menyetir. Mungkin karena hatinya sedang berbunga - bunga, sehingga tidak berasa waktu berlalu.


Dia sadar waktu ketika valdo meneleponnya, untuk mengingatkan jadwalnya.


hallo guys

__ADS_1


tetap like, coment dan vote ya


Terimakasih🙏


__ADS_2