
Setelah Linda dan tita selesai sarapan, mereka pun bergabung ke depan bersama handy yang sedang menunggu asistennya valdo.
"sudah selesai sarapannya" tanya handy ramah. Terus terang handy lumayan kaget melihat ibu dan anak ini. ternyata setelah mereka tenang dan mandi sangat cantik, baik ibu dan anaknya. Linda yang umurnya di atas handy aja masih terlihat sangat cantik. Suaminya aja bodoh tidak tahu mana berlian asli dan mana berlian palsu. Padahal sudah dia lewati bertahun - tahun dengan Linda dan sudah memiliki anak se imut dan selucu ini masih sempat matanya jelalatan.
"sudah om, enak, terimakasih" ucap tita asal membuat handy senyum kecil. Entah kenapa handy suka aja melihat tita bicara, walaupun jutek dan mukanya kadang selalu curiga.
"iya, kamu sudah banyak banget membantu kami han, terimakasih ya" ucap Linda menbahi ucapan anaknya.
"tidak usah berlebihan kak, kalian adalah keluargaku sekarang, jadi aku akan melindungi kalian" ucapnya yakin.
"tulus ngga om, takutnya kayak laki - laki itu lagi, modus" ucap tita asal nyeplos.
"sayang, ngga bagus begitu ya nak, tidak semua orang sama dengan Daddy kamu" bujuk Linda selalu lembut sama tita.
"siapa tahu mi" ceplosnya lagi.
"maaf ya Han, tita ngga bermaksud begitu, cuma dia lagi labil" ucap Linda ngga enak sama handy.
"ngga apa - apa kak, aku kan sudah bilang aku pernah di posisi dia, jadi aku sedikit banyak sudah faham yang dia lakukan" ucap handy. Bersamaan dengan itu valdo muncul di ruang keluarga itu.
"selamat pagi semua, maaf bos gua telat" ucapnya ke arah handy
"asisten apa kaya Lo, duluan bosnya baru asistennya" gurau handy
"sory bro, gua kan dah punya buntut, kalau sudah keburu bangun kudu bujuk dulu" ucap valdo lagi.
"apa ibu sama bocil imut sudah sarapan"? tanya valdo mengalihkan pembicaraan.
"sudah om" jawab tita cepat
"waduh imutnya, nahhh kan begini manis, daripada kemarin itu galak banget, tapi berkharisma sih" goda valdo lagi.
Tita hanya menanggapi dengan mencebikkan bibirnya ke arah lain.
"jangan mengalihkan pembicaraan valdo" teriak handy pura - pura marah membuat valdo mau ngga mau harus pada mode serius. Entah kenapa handy sedikit kurang suka kalau valdo banyak bercanda dengan tita, padahal mereka bukan siapa - siapa handy.
"iya iya, sory, terus gimana Bu Linda rencana selanjutnya, apa yang harus kita lakukan" tanya valdo pura - pura serius menahan senyum. Dia tahu bosnya itu tidak suka dia becanda dengan ibu Linda dan juga tita, entah karena apa, tapi dari tatapannya valdo tahu itu. Valdo sudah sangat hafal bosnya.
Linda juga senyum kecil melihat mereka berdua, bukan seperti bos dan asistennya.
"iya val, saya sudah pikirkan, dan saya juga sudah bicarakan dengan putriku tita, mungkin saya akan jual aja rumah itu terus kami cari rumah petakan sambil aku juga cari kerja untuk biaya sekolah tita" ucapnya akhirnya membuat handy agak kaget. Tapi itu hanya sekejap karena ibu Linda langsung melanjutkan ucapannya.
__ADS_1
"Bukannya aku tidak sayang sama rumah itu, tapi aku takutnya nanti urusannya ribet belakangan, apalagi Ica itu sangat licik', dia pasti tetap berusaha mendapatkan rumah itu dengan cara apapun" cerita Bu Linda masuk akal.
Valdo langsung manggut - manggut setuju.
"ya feeling aku juga begitu, pel.kor itu pasti tidak tinggal diam, melihat karakternya dan juga percaya dirinya kemarin saat berhadapan dengan pak Bastian" tutur valdo.
"makanya itu val, aku ingin minta tolong lagi, tolong Carikan pembeli rumah itu, tapi kalau bisa ngga usah di publish dulu, takutnya Ica malah membujuk mas David untuk mengacaunya" ucap Linda lagi.
"ohhh begitu, nanti saya coba cari Bu kalau itu" ucap valdo serius.
"Iya val, mungkin lebih cepat lebih baik, supaya mereka lepas dari urusan laki - laki dan wanita bejat itu" ungkap handy yang di angguki oleh valdo.
"kira - kira berapa kita tawarkan Bu"? Linda bingung, dia jarang berurusan dengan properti, biasanya semua di lakukan oleh suaminya.
"atur aja val, kamu juga tahulah nilai rumah di sana" ucap Linda pasrah
Sementara handy yang berniat membantu Linda dan tita sampai tuntas berniat membeli rumah itu. Biar bagaimana pun setelah masalah ini clear dia ingin Linda dan tita bisa hidup tenang di rumah itu.
"saya juga akan coba tawarkan sama teman saya" ucap handy, dan langsung mengetik sesuatu di handphonenya dan ternyata dia langsung chat valdo.
"Beli aja rumah itu, bilang buat temanku" bunyi chat handy.
Sebenarnya tadi juga valdo sudah kepikiran begitu, tapi dia takut bosnya punya rencana lain.
"Kalau begitu saya pergi dulu, saya akan coba cari pembeli rumah itu Bu," ucap valdo.
Belum melangkah keluar ada notifikasi pesan masuk di handphone valdo.
"Bos, ini saya sudah peroleh data lengkap tentang Monica atau Ica yang kemaren bos minta, ternyata dia saudara bos handy ya bos, saya pikir orang lain" tutur orang lapangan itu.
Valdo menatap handy bingung, saudara, maksudnya apa coba.
"apa maksud kamu" balas valdo
Lalu orang suruhan itu mengirim lengkap data Ica atau Monica. Ibunya Laura dan ayahnya Hadi Winata. Orang lapangan itu jelas tahu siapa Hadi Winata karena beberapa tahun silam handy juga meminta mereka untuk mencari data dan keberadaan papinya sebelum dia hancurkan.
Valdo semakin tidak percaya dengan semua kebetulan ini. Sekali tepuk dua nyamuk mati oleh handy.
Valdo langsung mendekati handy kembali dan berbisik di telinganya.
"bos, aku mau bicara, urgent" ucapnya serius
__ADS_1
"disini aja" ucap handy
"ngga bisa"
"gayamu itu ya, sok ngatur yang bos kamu apa saya" ucap handy tapi mengikuti valdo juga. Begitu mereka agak jauh dari hadapan Linda dan tita valdo langsung to the point.
"maaf bos, ternyata Ica itu putrinya laura, selingkuhan om Hadi"
"hahhhhhh" bukan main kagetnya handy, tapi itu hanya sebentar, menit berikutnya dia terlihat sangat bahagia.
"hahaha anak dan ibunya memang ngga jauh beda, sama - sama gila" ujar handy
"lalu apa yang akan bos lakukan" tanya valdo
"tetap membantu kak Linda dan tita, kasian mereka, wanita itu harus di beri pelajaran" ucapnya
"kalau nanti benar dia kasih yang satu miliar, apa rencana bos" tanya valdo
"berikan itu buat Bastian"
"baik bos"
"valdo, tolong secepatnya bayarin rumah kak Linda, terus biarkan mereka tinggal disini selama mereka mau, supaya jauh dari jangkauan pelakor itu" ucap handy lagi
"terus"
"aku akan miskinkan pak David itu dulu" ujar handy.
"oke han, saya setuju aja, kalau begitu aku pergi dulu"
"mau kemana kamu"? tanya handy lupa tadi nyuruh apa.
"lha kamu bilang ngurus rumah itu kan"
"ohhh, oke lakukan secepatnya"
Hai semua
Dukung terus ya
like, coment dan vote
__ADS_1
Terimakasih🙏