KAKAKKU MERTUAKU

KAKAKKU MERTUAKU
PART 102 MAU BIASA AJA


__ADS_3

Setelah Handy berganti pakaian dengan pakaian kantor, dia mendekati tita yang masih malu dan memainkan handphonenya, entah aplikasi apa yang dia buka,buang pasti dia terlihat sibuk.


"ayo sayang kita berangkat, atau kita tidak usah ngantor aja" goda handy membuat tita langsung menatapnya.


Sebenarnya tita juga sudah illfeel sih kerja di kantor handy, karena baru kerja beberapa waktu sudah banyak masalah yang timbul karena tita, dan tita ngga mau jadi contoh buruk buat karyawan di sana.


"ihhhh" ucap tita sambil beranjak. Handy tersenyum melihat sang pacar sudah kembali normal, tidak hanya diam dan malu - malu.


Mereka akhirnya turun dan menuju mobil handy yang sudah standbye dekat gerbang.


"kak handy hari ini aku ngga ke kantor deh, aku pulang aja" ucap tita akhirnya begitu mereka berada di dalam mobil.


Handy jelas kaget dengan jawaban tita, soalnya biasanya tita paling tidak setuju bila di suruh tidak usah kerja.


"kenapa sayang, kok tumben? kamu marah ya sama kak handy"? tanya handy


"ngga kak aku cuma jadi ingin di rumah aja, kayaknya aku ngga cocok jadi receptionist di kantor kak handy, aku bikin masalah Mulu" ujar tita lembut tapi datar


"lho masalah apa sayang"? tanya handy serius


"pertama nih ya kak, baru mulai kerja aku sudah marahin Daddy waktu datang ke kantormu, kedua aku telat datang, pergi sesuka hati yang penting terima beres, entah apa yang di bilang om valdo ke atasan di sana yang penting selalu beres" ujar tita serius


"aku merasa kerjanya kurang menantang"


"emank maunya kamu yang gimana"? tanya handy juga serius


"maunya aku ya kak, pengen kerja seperti orang lain, bergabung dengan semua karyawan dan juga bergaul dengan mereka dengan bebas tanpa ada keistimewaan" ujar tita membuat handy tambah salut dengan tita, dimana banyak wanita yang minta di istimewa kan dia malah minta di samakan semua dengan yang lain.


"aku jadi makin jatuh cinta deh sama kamu" ujar handy sambil memeluk dan mencium pucuk kepala tita.


"huhhh ini serius atau gombal" tanya tita mencebikkan bibirnya.


Akhirnya handy melepas pelukannya dan kembali ke posisi duduknya.

__ADS_1


"seandainya saja aku bisa tidak serius sama kamu ta, seandainya aja aku bisa bohong sama kamu pasti aku sudah lakukan. Tapi masalahnya aku ngga bisa ta, aku ngga bisa bohong sama kamu, karena aku pasti akan berperang dengan kata hatiku" ujar handy lagi membuat tita makin meleleh juga. Tita memang bisa merasakan kalau handy sangat sayang sama dia. Bahkan bisa di bilang handy lebih sayang sama tita daripada dirinya sendiri.


"ya elah meleleh gua" canda tita malah dengan gayanya, membuat handy yang tadinya serius jadi ikut ketawa melihat tingkah tita. Inilah salah satu yang handy dapatkan dari tita, sangat rileks dan tidak monoton. Dia bisa mengembalikan keadaan yang selalu serius menjadi sedikit rileks bila dia lihat sudah terlalu serius.


"titaaaaa" geram handy sambil mengacak rambut tita membuat tita jadi bergeser sedikit tapi malah ditahan oleh sebelah tangan handy.


"ampun kak, ampun" ujar tita masih sambil ketawa.


Tita masih saja ketawa - ketawa kecil bersama handy sepanjang perjalanan dari rumah mewah handy ke rumah kontrakannya. Tapi tita terlihat tidak ambisi juga untuk memiliki handy walaupun melihat semua kemewahan yang handy miliki. Tita bukanlah cewek matre, handy tahu banget tentang itu. Makanya kadang handy takut kalau tita kepincut laki - laki lain, bukan karena laki - laki itu lebih dari handy, tapi kalau laki - laki itu bisa lebih membuat tita bahagia.


Tanpa terasa mereka tiba di rumah tita dan ibu Linda. Seperti biasa handy turun lebih dulu barulah dia membuka pintu mobil untuk tita.


Tita dan handy langsung melangkah masuk. Ternyata ibu Linda juga baru aja sampai rumah, dia baru aja ingin bergabung dengan Susi untuk membuat pesanan kue.


Dia kaget kenapa tita yang tadi pakaiannya sampai Linda antar ke rumah daddynya malah tidak jadi kerja, tapi malah pulang lagi ke rumah.


"kok kalian pulang lagi" tanya linda


"ngga, Daddy nanti berobat sama om Dodi" ujar ibu Linda masih menatap mereka berdua penuh tanya.


"trus kalian kenapa ngga jadi ke kantor"? tanya Linda


"sudah telat mi, tita ngga mau merusak sistem kerja disana" ujar tita sok dewasa sambil hendak melangkah membuat handy melirik tita sambil senyum.


"maksudnya"


"hehehe menurut tita, dia baru bekerja kak, tapi sering izin dan sering telat. Dia kan cewek unik kak, ngga suka di spesialkan, orang mah cuek aja siapa coba yang berani menegurnya atau memberinya sangsi" tutur handy membuat langkah tita langsung terhenti.


"ohhh jadi begitu" ujar ibu Linda senyum kecil, begitu juga handy. Dia merasa senang tita tidak usah bekerja lagi, berarti tidak bakal ada yang godain di luaran.


"ya sudah mau istirahat atau mau bantu mami bikin kue" tanya Linda lagi. Terlihat tita berpikir sejenak.


"ohhh iya kak handy tetap mau ke kantor mi, kak handy kan bos, jam kerjanya suka - suka sendiri" goda tita balik

__ADS_1


"kamu juga bisa begitu, tapi kamu ngga mau ta" ujar handy menatap tita


"iya, ngga lagi deh kerja di kantor kak handy. Aku mau ke kamar dulu ma, mau cari - cari lowongan kerja yang cocok" ujar tita tanpa beban membuat handy kaget sampai dia melotot.


"apahhh" ujar handy kaget.


Ibu Linda juga kaget sih dengar ucapan tita, tapi tidak sekaget handy.


"ngga ngga ngga, kamu ngga usah cari kerja lagi di tempat lain sayang, kamu tetap kerja di kantor, pindah divisi aja, gimana" ujar handy serius. Dia masih shock ternyata pacarnya bukan berhenti bekerja karena ingin di rumah, tapi malah cari perusahaan lain.


'ohhh no, big no' batin handy


'di kantor aja aku was - was, padahal masih bisa aku pantau, apalagi di tempat lain aku bisa gila' batin handy


"ahhh bagian apa kak, aku ngga punya keahlian, sementara tadinya kalau receptionist kan cukup punya sedikit modal bahasa yang baik, muka yang ramah sudah cukup" ujar tita santai.


"nanti aku pikirkan, hari ini istirahat dulu aja, malam kamu kan ngga tidur nyenyak, nah ntar malam kita baru bicara" ujar handy yakin


"iya kak, aku mau istirahat" ujarnya akhirnya. Mungkin ini juga kelebihan tita, dia tidak akan ngotot kalau menurut dia pendapat orang itu layak di pertimbangkan walaupun dia belum tentu suka.


"iya masuk gih" ujar handy sambil melihat tita berlalu untuk masuk ke kamarnya. Setelah tita masuk handy segera mohon diri untuk ke kantor. Linda hanya mengangguk sambil senyum.


'Sepertinya handy sangat mencintai tita, syukurlah' batin kak Linda.


Hallo semua pembaca setiaku


Jangan bosan - bosan ya


Dukung terus karya ini


Like, coment dan vote


Terimakasih🙏

__ADS_1


__ADS_2