
Awalnya Ica tersinggung dengan kata tidak ada akhlak, tapi menit berikutnya dia sudah bodo amat. Emank selama ini juga hidupnya tidak pernah di ajari untuk punya ahlak oleh ibunya. Bahkan dia sendiri sampai sekarang tidak tahu siapa ayah biologisnya. Ayahnya adalah siapa yang menjadi pasangan mamanya saat itu. Jadi ayahnya berubah - ubah ya, seperti musim 😄.
"bapak memeras saya"? tanya Ica masih berusaha mempertahankan egonya.
"memeras gimana, bukannya ibu yang jago kalau urusan memeras orang" ujar pak Bastian senyum meledek.
"saya tidak punya satu miliar, kalau mau saya punya lima puluh juta" ucap Ica masih santai.
"tidak bisa" pak Bastian tegas dan hendak berdiri. Bukannya pak Bastian kekurangan uang, tapi wanita seperti ini memang harus di kerjai karena uang yang dia dapat juga bukan hasil kerja kerasnya hanya hasil goyangan mautnya.
"valdo ambil kunci rumah ini dan identitas wanita ini" ucap pak Bastian pura - pura berdiri.
"baik, baik, gimana kalau lima ratus juta aja, saya memang tidak ada duit" mohonnya lagi, Ica kali ini gagal membayar segala sesuatu dengan tubuhnya karena yang dia hadapi bukan orang yang butuh itu.
"tidak bisa" pak Bastian melirik pak RT untuk berlalu dari rumah itu.
"baik, baik, baik beri saya waktu sampai besok" ucap Ica akhirnya dengan berat hati. Gagal sudah bisa merayu pengacara itu, malah dia yang di kuras habis dan di kulit boroknya. Tau begini tadi Ica ngga akan datang.
"baik, besok ambil identitasmu sama valdo" ucapnya tenang.
"valdo ambil identitasnya" perintah pak Bastian tanpa melirik siapa pun hanya melihat handphonenya.
"tidak mau" Ica masih kekeh
"kalau anda tidak bekerja sama, maka anda yang akan rugi nona, suami anda akan kesini dalam setengah jam, ehhhh bukan suami tapi sugar Daddy anda pak David" ucap pak Bastian lagi sambil senyum mengejek.
Ica berusaha mengambil dompetnya dari dalam tasnya untuk menjgambil identitasnya, tapi valdo dengan cepat mengambil dompet itu dari tangan Ica.
"hei jangan kurang ajar kamu" teriak Ica
"bukannya ini juga yang anda lakukan ke pada ibu Linda dan anaknya, mereka teriaki anda kan waktu ambil rumah ini, jadi anggap aja impas untuk itu" ucap pak Bastian.
"valdo ambil handphonenya"
"jangan" teriak Ica ingin mencegah tapi sudah lebih cepat gerakan valdo.
'jangan - jangan mereka ini orang suruhan si Linda yang bodoh itu' batin ica
"kalian sangat kurang ajar" geramnya
"kami hanya bekerja sesuai maunya anda nona, saling licik" ucap pak Bastian mencondongkan wajahnya ke wajah Ica
__ADS_1
"ternyata kalian orang suruhan Linda ya" ucapnya berniat mengejek Linda.
Valdo jelas geram dengan ucapan Ica, walaupun baru beberapa jam mengenal Linda dia tahu wanita itu wanita baik dan kuat, tapi wanita rendahan ini malah berani mengejeknya.
' Dasar wanita murahan' gumam valdo.
Pak Bastian juga ngga kalah geram, dia sampai ingin menguras habis uang wanita ini supaya mulut kotornya itu bertobat.
"valdo bayar orang - orang di sini dengan uang yang ada di rekening j.lang ini", Perintah pak Bastian geram.
"baik pak" lalu meminta pin handphone Ica yang ada di tangannya.
"tidak mau" ucap Ica berusaha menolak dan menarik tangannya ke belakang.
"berikan atau nyonya menyesal" ucap valdo penuh tekanan.
"orang - orang di sini bukan patuh padamu lagi nona, jadi jangan bermimpi memimpin preman kalau otakmu tidak sepintar preman itu" ucap pak Bastian lagi membuat Ica ketakutan sekarang.
"Sebenarnya membuka handphonemu ini bukan masalah besar buatku nona, kalau kamu tidak maupun aku bisa melakukannya" ucap valdo penuh ejekan.
Ica akhirnya terpojok hanya bisa patuh.
Lalu valdo memanggil seorang preman yang di luar yang tadi menjaga rumah itu.
"sebentar pak"
akhirnya dia bertanya kepada salah satu temannya yang punya rekening bank lalu memberikannya kepada valdo.
"sudah di transfer bayaran kalian, bawa pulang semua anak buahmu, rumah ini ngga perlu di jaga" ucap pak Bastian lagi.
Ica hanya bisa bengong, semua uangnya berpindah tangan. Dia hanya bisa patuh saat valdo minta PINnya.
"Dan anda nona, kami hanya membayar orang - orang itu, jadi kami tunggu uang 1 miliarnya besok, buat di tukar dengan semua milik anda ini dan juga pemalsuan yang anda lakukan", ucap pak Bastian memoto semua isi tasnya dan juga Ica.
"kalian kurang ajar" ucap Ica
"tolong hubungi ke sini jika uangnya sudah ada, dan sekarang anda tolong keluar dari sini" ucap pak Bastian memberikan nomor anak buahnya yang sudah di suruh pulang.
"Kalian pake otak ngga sih, uang sama kartuku kalian tahan, saya makan pake apa?" teriaknya
"ohhhh jangan teriak nona, waktu ibu Linda keluar dari sini dengan badan doank anda mikir ngga dia dan anaknya makan pake apa, mikir ngga"? teriak pak Bastian akhirnya.
__ADS_1
Ica terdiam tidak bisa bicara apa - apa lagi.
"keluar" teriak valdo
Ica akhirnya keluar dengan wajah yang sangat sendu dan masuk ke dalam mobilnya.
Dan akhirnya berlalu dari tempat itu.
"pak valdo, maaf tadi saya buat seolah - olah bapak anak buah saya" ucap pak Bastian.
"ITS oke pak, yang penting urusan kita lancar. rumah ini berhasil menjadi milik ibu Linda lagi" jawab valdo senang. Ini rasanya melebihi bahagianya ketika bosnya menang tender proyek.
"benar pak" ucap Bastian dan pak RT juga senang.
"oh ya, tolong suruh orangmu pastikan kalau mereka sudah pergi jauh" ucap pak Bastian lagi
"baik pak"
Setelah mereka semua pergi, pak Bastian menghubungi handy yang ada di mobil di pojok jalan bersama Linda dan tita.
Akhirnya mobil mereka tiba di depan rumah Linda dan tita. Mereka turun dengan rasa haru, akhirnya bisa kembali masuk ke rumahnya. Semoga belum di acak - acak oleh Ica.
"Terimakasih pak Bastian, pak RT dan pak valdo. Kalian sudah banyak menolong saya, tapi saya tidak bisa membalasnya sekarang" ucap ibu Linda sendu dengan wajah masih sembab.
"sebenarnya apa yang terjadi Bu Linda" tanya pak RT akhirnya.
"sebenarnya ini masalah rumah tangga saya dengan pak David pak RT, tapi wanita tadi mencoba memanfaatkan keadaan untuk menipu saya dan tita" Cerita ibu Linda malu - malu.
"ohhhhh" ucap pak RT itu, kalau menyangkut hubungan suami istri dia ngga mau terlalu banyak ikut campur. Tapi kalau masalah lain yang menyebabkan warganya tidak nyaman maka dia haruslah bertindak.
"ohhh iya pak RT terimakasih banyak atas semua bantuannya, saya Bastian pak dari firman hukum B, kalau bapak ada masalah dan butuh bantuan, bapak bisa menghubungi saya" ucap pak Bastian sambil memberikan kartu nama.
Akhirnya mereka semua masuk ke dalam rumah itu dengan penjagaan di luar. Linda dan tita langsung masuk kamar masing - masing dan mengecek barang berharga mereka, ternyata semua masih utuh, tidak tersentuh.
Mungkin dia belum sempat acak - acak" batin Linda.
Hai readers
Dukung terus ya
like, coment dan vote
__ADS_1
Terimakasih 🙏