KAKAKKU MERTUAKU

KAKAKKU MERTUAKU
PART 80 AKU BERSAMAMU


__ADS_3

Handy langsung masuk ke ruangan valdo. Ana yang melihat bosnya masuk langsung berdiri. Handy memberikan kode kepada ana untuk keluar dari sana.


Handy lalu mendekati tita di sofa ruangan valdo itu.


Handy langsung menarik tita ke dalam pelukannya. Hatinya sedih melihat tita sedih.


"kan aku sudah bilang, jangan menangis lagi, kenapa kamu masih menangis huhh" bujuk handy sambil mengusap kepala tita.


"ngapain dia kesini kak"


"kakak juga ngga tahu ta, tapi katanya ingin bicara tentang kamu lewat saya" ucap handy jujur


"bicara apa lagi" ujar tita lesu


Handy bisa melihat sejujurnya tita juga rindu sama daddynya, hanya saja bekas lukannya juga belum sembuh.


"sudah tidak usah dipikirin, sekarang kamu tenang dulu, baru kita ke ruangan saya" ucap handy masih mengusap kepala tita.


"maafin tita ya kak, gara - gara tita nama kantor kak handy pasti jadi jelek" ucap tita masih dalam pelukan handy. Handy kaget kenapa tita bisa bilang merusak nama kantornya.


"memangnya apa yang terjadi"?


"tadi aku sebagai receptionist membentak om Dodi, aku lagi emosi kak, aku lupa sedang bekerja" ucap tita sambil mengurai pelukannya dan menatap handy dengan matannya yang masih sembab.


Dalam situasi batinnya yang pasti sedang kacau, tita masih memikirkan urusan kantor juga, bukannya fokus ke urusan hatinya dengan daddynya.


"tidak usah dipikirkan, ini kan kantor kakak, nantinya kantor kamu juga, jadi tidak usah di pikirkan" ujar handy meyakinkan tita.


Tita sedikit lebih tenang dengan penjelasan handy, memang setiap tita dalam masalah pasti handy akan ambil alih dengan cara apapun.


"sekarang kakak kesini cuma mau tanya, kamu mau ngga ketemu pak David dan bicara sama dia sebentar. Dia kelihatannya sangat terpukul dengan rasa bersalahnya, dia sangat menyesal. Paling tidak bicaralah dengannya, suapaya hatimu plong. ingat sayang tidak ada manusia yang sempurna, begitupun pak david. Dia tersiksa ta" ujar handy serius sambil memegang kedua lengan tita dan menatapnya intens.


"tapi tita.." tita ragu untuk bicara


"kenapa ta, belum mau ketemu? tapi kamu lihat kan Tuhan malah selalu mempertemukan kalian, karena itulah ikatan darah ta, tidak akan bisa di putus hanya karena suatu kesalahan, apalagi pak David sudah menyesal" tutur handy lagi


"tapi aku belum siap kak handy" tutur tita

__ADS_1


"aku bersamamu, oke. kita temui pak David sama - sama. kamu ingatkan aku kemarin mengajakmu menikah, jadi bicaralah dulu sama pak David. Aku tidak ingin calon istriku masih menyimpan dendam di masa lalu" ujar handy


"kan kamu sendiri yang bilang, bahwa papiku layak di perhatikan. Dan aku juga sudah berpikir kenapa aku tidak memperhatikannya sebagai manusia pendosa yang sudah bertobat, jadi jangan fokus ke masalalu lagi, kita fokus ke masa depan" tutur handy lagi


Terlihat tita sedang berpikir.


"aku tahu sangat berat ta, karena aku juga merasakan itu, tapi kalau kamu tidak melepaskan rasa marahmu itu, kamu akan semakin tersiksa ta, semakin berat membawa beban dendam itu" ujar handy serius.


"tapi kak..'


"pegang tangan kakak, kak handy akan bersamamu, terserah kamu mau marah atau teriak ya, kak handy akan tetap di sampingmu, pegang kak handy dan menangis di pundak kakak, oke" ucap handy sambil memeluk tita erat dan mencium kepalanya.


Lalu setelah handy mengurai pelukannya dia memegang tangan tita erat dan menggandengnya keluar dari ruangan valdo. Mereka menuju ruangan handy.


Begitu melihat handy masuk diikuti oleh tita, hati pak David kembali bergemuruh antara senang sedih dan juga rindu melihat putrinya.


Handy terus menggandeng tangan tita melewati bagian belakang sofa yang di duduki pak David untuk duduk di sofa sebrangnya. Setelah itu handy mengajak tita duduk di sebrang pak David, mereka duduk berdampingan dan saling berpegangan.


Handy kembali melirik tita yang menunduk lalu handy mengusap punggung tangan tita lalu dia berbicara serius.


"maaf pak handy, maafkan Daddy tita" ucap pak David terhadap putrinya, terlihat matanya juga sudah berkaca - kaca.


Tita masih diam, tapi biarpun dia menunduk terdengar isakan kecil.


Handy kembali mengusap punggungnya tita.


"jangan menangis, aku ngga suka kamu menangis, nanti aku marahin semua ta" ucap handy dan di dengar semua mereka yang di sana.


Tita berusaha diam walau dia masih menunduk.


"tolong katakan sesuatu sama Daddy ta, katakan apa saja" ucap pak David lagi. Terlihat pak David sangat hancur. Tapi apa mau di kata karena nafsu sesaat ya dulu dia kehilangan keluarganya yang harmonis dan parahnya dia sampai membuang anaknya sendiri.


"Saya nggada yang mau di omongin dengan anda, jadi anda pulanglah"


Sakit sekali rasanya hati David, tapi bukan waktunya merasakan sakit di hati karena itu semua juga akibat ulahnya. sekarang yang paling penting putrinya itu sudah mau bicara dengannya.


"ta, Daddy minta maaf" ucapnya lagi

__ADS_1


"kenapa minta maaf" terlihat tita kembali marah, bahkan handy bisa merasakan tubuh tita bergetar.


"bukankah semuanya sudah selesai, jadi kita tidak usah bertemu lagi. Aku dan mamiku sudah bisa melupakan semuannya setelah sekian waktu. Jadi anda ngga perlu minta maaf, kami sudah bahagia sama mami" ucapnya sambil meneteskan airmata.


Hati David semakin hancur, bahkan Dodi sang asisten bisa merasakan betapa hancurnya hati bosnya itu. Dan dia sangat takut kalau bosnya itu drop lagi.


"non tita, bapak lagi sakit non" ujar Dodi berharap tita jangan terlalu keras.


"ohhh, kalau sakit berobat donk om Dodi, keluar negri sana. Duitkan ada, semua lengkap bukan kayak aku sama mami, harus menginap semalaman di pos satpam orang. Terusir dari rumah sendiri oleh pelakor murahan itu." ucap tita senyum sumbang tapi airmatanya mengalir deras.


"bahkan waktu aku pingsan mami ngga bisa bawa aku ke rumah sakit kenapa? karena p.lakor itu bahkan ngga bolehin kami bawa seribu perak pun uang dari rumah kami dan itu atas perintah siapa ya pasti perintah pacarnya lah, yang membuang anaknya demi pel.kor" ucap tita berapi - api.


Siapapun yang mendengar cerita tita pasti akan trenyuh dan sangat benci pak David. Padahal jujur itu juga pak David tidak tahu waktu itu, semua dia tahu ketika membongkar semua kebusukan Ica.


Pak David tidak kuat mendengar cerita putrinya. Ingin rasanya dia hilang aja ditelan bumi sekarang. Malu, marah kesal, dan menyesal, itulah semua kepahitan yang bergantian di pikiran pak David.


Semua orang terdiam sejenak. Bahkan handy hanya bisa memegang erat tangan tita dan mengusap lengannya. Handy bisa merasakan sakit hatinya tita.


Setelah lama terdiam tidak ada yang bicara handy minta Ana sekretarisnya itu untuk buatin teh manis buat tita.


Sementara tita masih terlihat sesenggukan.


"kamu minum teh manis dulu ya" ucap handy lembut sama tita ketika Ana sudah membuat segelas teh manis.


Tita menerima gelas itu dan minum sedikit.


Semua yang dilakukan handy tak luput dari perhatian pak David.


'syukurlah kamu mendapatkan kasih sayang dari handy nak' batin pak david


Hallo semua pembaca setiaku


dukung terus ya


like, coment dan vote


Terimakasih🙏

__ADS_1


__ADS_2