
Pak David merasa sangat bersalah dan berdosa dihadapan istrinya. Dia sebenarnya sangat merindukan istrinya Linda, tapi apa mau di kata dia tidak punya keberanian walau hanya untuk mendekati istrinya itu.
Pak David hanya menunduk karena tidak siap bertatap muka dengan istrinya.
"Lin, maafkan aku" ujarnya lesu
" Aku tahu aku tidak pantas dapat maafmu, tapi aku akan tetap minta maaf" ucapnya lagi sendu
"kenapa mas, kenapa mas datang lagi saat kami mencoba menata hati kami" ujar Linda tak kalah sedih. Mau tidak mau dia jadi ingat lagi tentang kisah masa lalunya yang pahit. Dan David sudah tidak kuat mendengar ucapan istrinya, memang benar David sudah menghancurkan keluarganya sampai sehancur - hancurnya, dan sekarang dia berharap di maafkan.
"aku memang bodoh Lin, bodoh banget" ucapnya
Ibu Linda bingung mau ngomong apa lagi, dia juga harus menata hatinya untuk bertemu dengan suami yang sangat dia cintai dulunya dan juga sangat di benci sampai sekarang. Entah apa isi hatinya sebenarnya, yang pasti Linda belum ingin ketemu suaminya ini.
"sudahlah mas, jangan lah fokus ke masa lalu lagi, sekarang kita harus fokus ke masa depan" ujar Linda tegas dengan sisa - sisa ketegarannya.
"masa depanku sudah aku hancurkan juga Lin" ujar pak David lagi
Jujur ibu Linda kasian mendengar ucapan pak David yang terkesan putus asa dan ngga tega lihat pak David seperti ini, Linda malah takut dia jadi termakan rayuan David lagi. Tapi ibu Linda juga butuh bicara dengan pak David, ini mengenai rencana tita dan handy menikah. Linda tidak boleh egois terhadap tita anaknya, biar bagaimanapun seorang anak perempuan akan butuh daddynya ketika dia akan menikah.
Linda akhirnya menekan egonya dan juga rasa kecewanya dalam - dalam. Ini demi putrinya tita.
"Tita dan handy akan menikah" ujar Linda pelan berniat memberitahu.
"iya aku tahu, tadi pagi handy sudah datang ke apartemenku. Aku senang tita mendapatkan laki - laki yang bertanggung jawab seperti handy. Justru itulah aku ingin menemuimu Lin" ujarnya sambil memandang istrinya itu.
Ibu Linda juga mencari sesuatu lewat pancaran mata suaminya ini. Tapi ketika tatapan mereka saling bentrok Linda langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain.
__ADS_1
"baguslah, setidaknya handy masih menghargai kamu sebagai daddynya tita, walaupun tita tidak setuju sementara saya no coment" ujar Linda lagi.
"iya Lin, saya bersyukur untuk itu" ucapnya
Karena komunikasi yang belum terlalu cair membuat mereka banyak diam dengan pikiran masing - masing.
Ibu Linda memang terlihat lebih tenang dan pak David lebih pada posisi yang terdakwa, sehingga pak David juga tidak berani banyak coment.
Ibu Linda sudah berusaha menekan perasaannya supaya tidak ke baca oleh David, tapi dia sering gagal karena bahasa tubuh ibu Linda masih sering menunjukkan cintanya sama pak David.
"Jika kamu izinkan, boleh ngga aku terlibat dalam pernikahan tita tanpa dia tahu" ujar David memohon.
"pernikahannya di urus oleh handy semua" ucapnya
"aku tahu Lin, tapi tolonglah kali ini aja, cari celah agar aku bisa melakukan sesuatu untuk putriku. Aku ingin kali ini berbuat sesuatu Lin tanpa tita tahu, karena aku ngga mau juga emosinya terganggu dengan keterlibatanku" ujar David lagi, dan kali ini ibu Linda melihat mata pak David sudah di genangi air mata. Tinggal sedikit lagi mungkin air mata itu akan tumpah.
Melihat keadaan pak David begini Linda juga merasa trenyuh. Biar bagaimanapun David pernah memenuhi hatinya sepanjang waktu, pernah memberinya rasa aman dan juga rasa bahagia.
"sudahlah mas, jangan buat dirimu seolah - olah jadi korban dalam masalah ini. Kalau kamu tahu titalah yang paling sakit selama ini. Tita yang sudah sangat membanggakan mu tapi kamu campakkan dari ketinggian, membuat dia hancur bahkan tadinya tidak berani hanya untuk mencoba bangkit berdiri." ujar Linda sedih
"maafkan aku, sekali lagi maafkan aku. Tuhan juga sudah menghukum kebodohanmu Lin, kamu lihat bahkan aku ngga bisa hanya untuk bicara dengan putriku. Boro - boro seperti orang lain bercengkrama dengan putrinya, mendekati putriku aja aku sudah tidak mampu dan malu pada diriku sendiri" ujar pak David sudah meneteskan air mata.
Perlahan pak David menghapus air matanya, dia sudah tidak malu lagi kalau istrinya Linda melihat kerapuhan hatinya. Kenyataanya hidup David sudah hancur berkeping - keping.
"Kami sudah melupakan masa lalu mas, kami sudah bisa hidup dengan kenyataan sekarang. Jadi seperti aku bilang hiduplah seperti biasa saja, jika kemarin mas David kecewa dengan wanitamu itu, carilah yang lain yang lebih baik" ujar Linda akhirnya.
David menatap istrinya yang barusan dengan gampang mengatakan dirinya untuk mencari wanita lain. Jika saja itu bisa David lakukan, mungkin sudah dia lakukan dari jauh - jauh hari, dia tidak akan bertahan hidup sendiri dan ngumpet dari dunia luar.
__ADS_1
David sadar, sesukses apapun kariernya tidak menjamin kebahagiaannya, karena begitu balik ke kediamannya dia akan kembali ke kesepiannya.
"iya Lin, aku tahu kalian sudah bisa melupakan aku, bahkan mungkin sudah menganggap aku tidak ada, karena masalah ini di sebabkan olehku, tapi aku tidak Lin, aku tidak segampang itu. Aku hidup dalam penyesalan yang dalam, aku selalu merutuki diriku sendiri, aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri, sampai aku menghukum diriku sendiri bahwa masa depanku mungkin memang harus sendiri. Aku tidak ingin mencari yang lain Lin, aku hanya ingin mendapatkan maafmu dan tita anak kita, itupun jika Tuhan mengizinkan." ucapnya masih sendu.
Ibu Linda terlihat menarik nafas panjang lalu bicara lagi.
"jangan memojokkan saya dan tita mas, seolah - olah kami adalah manusia kejam yang tidak mau memaafkan. Mungkin jika mas ada di posisi tita pun bisa lebiharah dan kecewa dari pada tita sekarang" ucap Linda
"iya Lin, kamu benar, harusnya aku ngga boleh begini, maafkan aku" ujar pak David lagi.
Setelah terdiam beberapa saat akhirnya pak David bicara serius lagi dengan ibu Linda.
"aku tidak lama Lin, dan aku tahu kalian juga terganggu, aku cuma mau bilang dan sekaligus minta tolong sama kamu, tinggallah di rumah yang sudah aku siapkan kemarin. Itu adalah hasil tabungan deposito untuk tita, jadi sudah ada sejak dulu. Ini rumah handy, handy nantinya suami tita, jangan biarkan tita menanggung apapun lagi, biarkan dia bahagia dengan handy tanpa beban. Aku tahu kamu Lin, kamu wanita yang lembut dan pasti bisa meyakinkan tita untuk pindah." ujar pak David lagi
"Dan untuk keperluan pribadi tita dalam pernikahannya, Dodi sudah mengirim ke rekening tita, tolong bujuk tita untuk menggunakannya. Aku tahu handy orang mampu dan ngga kekurangan, tapi sekali lagi izinkan aku berbuat sesuatu untuk putriku mumpung masih ada waktu" ucap David sangat sedih.
Ibu Linda yang melihat suaminya begitu menjadi sedikit iba, dan sebenarnya apa yang di ucapkan suaminya itu ada benarnya, tita tidak boleh terbeban dengan maminya yang tinggal di rumah handy terus.
"nanti akan aku pikirkan mas, tapi aku belum bisa janji apapun" ujar ibu Linda
"baiklah, tolong benar - benar kamu pertimbangkan Lin, demi tita, karena aku sudah mengecewakannya, aku ingin kamulah panutannya" ucapnya terlihat pasrah.
Dan setelah mengutarakan niatnya pak David mohon undur diri dari rumah Linda. Paling tidak Linda tahu sedikit isi hatinya, itulah tekad dan tujuan pak David.
Hallo semua pembaca setiaku
Dukung terus ya
__ADS_1
like, coment dan vote
Terimakasih 🙏