
Keesokan harinya David langsung menyuruh Dodi asistennya untuk mencari tahu semuanya. Sejujurnya Dodi sudah tahu semuannya, hanya saja selama ini takut menyampaikan ke pak David, karena pasti pak David ngga percaya.
Dalam hati Dodi senang kalau bosnya ini sudah sadar, tapi itu tidak berlangsung lama karena bosnya ternyata masih meminta dia mengirim duit ke rekening Ica.
Dengan hati yang tidak terlalu senang Dodi melakukan perintah bosnya. Padahal Dodi ngga tahu, kalau David sedang menyuruh orang untuk mengikuti Ica teman wanitanya sekarang.
Pak David berencana memancing Ica keluar dengan memberikan uang itu. Dengan begitu Ica pasti akan langsung menghubungi orang yang dia hubungi tadi malam. Dari sanalah pak David ingin memulai penyelidikan.
Dan benar saja, baru aja Dodi mengirim uang itu dan memberitahu Ica lewat chat, Ica langsung menghubungi nomor orang. Ini sudah David cari lewat sadapan di handphone Ica.
Ica jelas tidak tahu kalau David itu dulunya adalah hacker handal, apalagi kalau hanya menyadap handphone Ica, jelas sangat gampang baginya.
Semalaman David akhirnya ngga tidur, tadi malam begitu mendengar pembicaraan Ica dengan orang itu, entah siapa.
Akhirnya jam tiga subuh, ketika Ica sudah tidur David langsung mengutak Atik handphone Ica. Setelah berhasil dia letakkan di tempat semula.
"hallo bos, aku sudah ada duitnya, ketemu di mana"? chat Ica ke nomor itu ngga sadar sudah di sadap.
"datang aja ke tempatku"
"berarti ngga jadi cari orderan siang"
"cari aja, tapi jangan yang ribet ya, aku cuma punya waktu sampai jam empat"
"asiap"
'ohhhhh ternyata dia mau ketemu orang itu sekarang' batin David langsung chat seseorang.
"dia mau keluar, ikuti"
"baik bos"
Ica terlihat senang ketika keluar dari apartemen itu. Tanpa curiga dia langsung menaiki taxi. Dan seseorang telah mengikutinya dari jauh.
Ternyata Ica masuk ke salah satu cafe. Dan disana sudah ada seorang laki - laki yang tidak terlalu ganteng malah terlihat sangar, dan Ica langsung menyerahkan sejumlah uang, entah berapa isinya.
Mereka masih terlihat santai disana sambil memesan minuman. Dan semua itu sudah di rekam oleh seseorang dan dikirimkan ke nomor David.
David terlihat geram melihat foto dan video yang di kirim itu. ketika ada suara ketukan di pintu sekretarisnya dan Dodi masuk bersamaan.
tok tok tok
"masuk"
Dodi dan Dian masuk dengan takut - takut.
"ada apa"?
"tuan, maaf, memang ini tidak urgent tapi sepertinya harus kita sampaikan, takutnya tuan belum tahu"
"ada apa"?
__ADS_1
"pembayaran kita, untuk bahan baku ke PT, Surya , belum dilakukan pembayaranya"
"lho kok bisa" tanya David membuat Dodi dan Dian saling tatap
"maaf pak, dananya lagi kurang" jawab Dian membuat David terlihat kaget mendengar dana ngga ada .
"maaf pak, kan kemarin ada dua kali pengiriman ke rekening pribadi bapak dalam jumlah sangat besar, kata bapak nunggu deposito cair" ucap Dian memberanikan diri
"maaf tuan, dalam dua bulan ini, pengeluaran pribadi bapak sangat bengkak" ucap Dodi berani sambil menyerahkan laporan keuangan pribadi David. Karena dia sudah yakin ini semua buat Ica.
David menerima laporan dari Dodi, dan dia membukanya satu persatu. Semuanya buktinya lengkap , berarti tanpa sadar David sudah menghamburkan uang segitu banyak hanya demi cewek seperti Ica.
Kembali David merasakan penyesalan yang dalam. Setelah melihat dan meneliti laporan Dodi , David akhirnya memutuskan.
"cairkan satu depositoku yang mendekati nilai pinjaman ku ke kantor" ucap David lesu.
Dodi akhirnya mengeluarkan catatan deposito David, dan kebetulan angka yang dekat hanya lebih sedikit adalah deposito yang pernah di berikan kepada tita dan Linda istrinya, tapi dia tarik kembali karena tita memarahi Ica.
"ini tuan" ucap Dodi
"deposito yang harusnya milik nona tita" ucap Dodi sangat menyesalkan ulah bosnya.
David kembali menyesali semuanya.
"Dimana mereka sekarang ya dod" tanya David sangat pelan.
"belum ada petunjuk tuan" jawab Dodi singkat.
"pasti tita sangat marah dan benci samaku" ucap David
"dia bilang apa aja malam itu dod"
flash back on
"Ohhh ternyata kamu, wanita perebut suami orang" ucap tita to the point di table David, membuat banyak orang memperhatikan mereka.
"tita" teriak pak David
"kenapa dad, apa aku salah kalau wanita pelakor ini, wanita murahan. kalau kamu wanita baik carilah yang bukan suami orang. Kenapa harus daddyku" teriak tita lagi memancing perhatian semua pengunjung
"tita" teriak pak David juga sudah mengayunkan tangannya. Tapi syukur Dodi langsung datang dan menahan tangan pak David.
"tuan ingat, ini non tita putri kesayangan tuan" ucap Dodi
"urus dia dod, tarik semua deposito yang aku kasih tadi malam"
"ayo non tita" ajak Dodi akhirnya ingin meninggalkan tempat itu.
Karena tita tak kunjung bergerak Dodi akhirnya setengah memaksa dan berbisik di telinga tita.
"ayo non, kita pergi, wanita itu makin senang kalau tuan memarahi non di sini" ucap Dodi berbisik membuat mata tita melihat senyum kemenangan di wajah Ica.
__ADS_1
Dodi langsung setengah menarik tita keluar dari restoran itu. Tapi begitu sampai parkiran tita malah ingin sendiri.
"om Dodi ngga usah antar tita, tita bisa sendiri om, om Dodi kan suruhan Daddy pasti om Dodi akan membela Daddy iya kan"?
"ngga non"
"kenapa dulu aku sangat di sayang om, lalu sekarang di hempaskan" tita sudah menangis.
"sabar non"
"bagaimana aku sabar om dod, orang yang paling aku banggakan memarahiku dan membentakku di depan orang banyak. orang yang aku banggakan om dod. Kalau musuhku yang memaki aku, aku masih terima om, tapi ini Daddy, Daddy yang katanya cinta pertamaku" ucapnya sudah sesenggukan.
"kenapa Tuhan kasih cobaan seberat ini om" ujarnya berteriak marah.
"kenapa dulu aku selalu dimanja dan seolah dilarang untuk mandiri, tapi sekarang di buang begitu aja" sesalnya menangis sesenggukan.
"non" ucap Dodi melihat putri bosnya menangis sesenggukan. Hatinya ikut pilu melihat tita sehancur itu.
"aku benci Daddy, aku benci Daddy, aku benci wanita pelakor itu, aku benciii" teriaknya lagi.
Sejujurnya Dodi jauh lebih benci wanita itu, karena dia sudah tahu latar belakang wanita jal.ng itu.
"non, mungkin bapak lagi khilaf non, sebaiknya non tita pulang, kasian ibu Linda, pasti sedang menunggu non tita" ucap om Dodi membuat tita seperti baru sadar .
'iya ya, maminya pasti sedih sekarang'
"iya, om Dodi benar, sekarang mami pasti sedang sedih, aku harus hibur mami" ucap tita akhirnya mau di antar pulang.
Sepanjang jalan terlihat tita terus meneteskan airmata. Dia sangat terpukul dengan perbuatan daddynya tadi yang lebih membela wanita jal.ng itu.
Untung ada om Dodi, kalau tidak mungkin David sudah berbuat lebih kasar padanya.
Begitu mereka sampai rumah ternyata pak David sudah chat ibu Linda. Begitu tita masuk dia langsung memeluk putrinya dan memberikan semua deposito dan surat yang tadi malam sudah disepakati oleh Linda dan David. Alasannya Linda tidak bisa menjaga tita. Pak David benar - benar sudah mabuk kepayang lupa segalanya.
"dod, ini semua depositonya, berikan sama bosmu" ucap Linda langsung membawa masuk putrinya.
"maafkan saya Bu" ucap Dodi ngga enak hati.
Pak David benar - benar salah jalan, dia sudah melepaskan berlian demi mempertahankan batu apung, batin Dodi.
Flash back off
"Dan sekarang deposito ini akhirnya habis untuk Ica tuan, kasian non tita" ucap Dodi sangat berani karena dia tidak ingin bosnya ini kembali bisa di goda Ica.
David kembali merasa sangat bersalah terhadap istri dan anaknya.
Hallo semuannya
Masih setia kan
Dukung terus ya
__ADS_1
like, coment dan vote
Terimakasih🙏