
Hallo semuanya yang setia dengan tulisan ini
Akhirnya kita sampai juga di episode 100
Dukung terus ya
Jangan bosan - bosan
Terimakasih untuk semuanya
I LOVE YOU ALL🤗
...Happy reading...
Ibu Linda tidak bisa berbohong kepada dirinya sendiri bahwa dia juga sangat merindukan pak David. Jujur di lubuk hatinya yang paling dalam ingin merawat mantan suaminya itu yang sedang sakit.
Pak David yang melihat istrinya hanya bengong merasa bahwa istrinya itu belum bisa memaafkannya. Tapi pak David ngga mau menyerah, dia tetap harus berusaha mendapatkan maaf dari istri dan anaknya ini.
"Tidak usah dipikirkan Lin, aku tahu sangat berat buatmu dan tita memaafkan aku. Dan aku juga sadar kok kesalahan aku yang sangat besar dan fatal itu. Aku tidak mau menyalahkan orang lain, itu murni kesalahanku yang tidak bisa menjaga diriku sendiri dan keluargaku" ujar David
Linda masih betah dengan diamnya tapi dia ingat tadi tita berbisik padanya sebelum mereka berangkat ke kantor sama handy.
'buatlah Daddy itu mau berobat mi' ujar tita di dekat telinga Linda tadi.
Mengingat itu, Linda jadi kembali tersadar dengan tujuannya datang ke sini.
"jangan kebanyakan berpikir dulu, sekarang mending pikirkan dulu gimana biar sembuh" ujarnya lembut seperti biasa. Mendengar suara istrinya aja berkomunikasi dengannya sudah membuat pak David senang. Dari dulu memang Linda itu selalu penyejuk dan jarang bicara kasar, yang paling marah dia itu adalah diam.
"iya, tapi aku ingin mendengar kata maafmu Lin. Katakanlah aku egois, tapi saat ini mungkin kata maaf kalian adalah penyemangat hidupku. Aku sudah terlalu rapuh digerogoti rasa bersalahku Lin" ujar pak David sendu dan Linda bisa melihat kejujuran dari pak David.
Sebenarnya Linda juga sudah yakin kalau pak David sudah berubah, hanya saja untuk mengatakan kata sudah memaafkan itu sangat berat buat Linda apalagi ketika dia mengingat kesakitan yang mereka alami dulu ketika di tinggalkan oleh David. Bukan hanya hati yang hancur, hidup mereka juga hancur dan tita, bahkan tita tubuhnya juga hancur ketika daddynya ingin menamparnya di depan umum sampai dia pingsan.
Mengingat itu kembali airmata Linda menetes tanpa bisa di bendung. Linda hanya bisa memendam sendiri kepahitan itu tanpa berbagi ke siapa pun. Syukurlah dia ketemu handy dan valdo yang banyak memberikan warna bagi hidup Linda dan tita dan banyak membantu mereka saat masa - masa sulit.
Ketika melihat istrinya meneteskan airmata, kembali hati pak David merasa sedih. Dia harus selalu menyaksikan orang yang dulu sangat dia sayangi meneteskan air mata karena dirinya.
__ADS_1
"Lin maafkan aku, tolong jangan menangis lagi. Aku tambah merasa bersalah. Ya sudah jangan di ingat lagi ya, anggap aja ngga pernah ngomong" ujar David ikut sedih.
"aku ingin pulang dulu, aku lagi banyak pesanan kue, aku cuma mau bilang tadi tita menyuruhku membujukmu untuk berobat. Jika kamu masih ingin mendampingi tita di pernikahannya berobatlah" ujar ibu Linda sambil ingin bangkit berdiri.
Pak David sangat kaget dan bahagia mendengar ucapan Linda.
Benarkah tita putrinya ingin dia berobat, ingin dia sembuh?
Benarkah Linda ingin aku hadir di pernikahan tita nanti?
Banyak lagi pertanyaan yang bagi David mustahil ternyata dia dengar dari istrinya Linda.
"Terimakasih Lin, terimakasih sudah perduli kesehatanku, terimakasih, aku akan berobat, semoga aku cepat sembuh" ujar pak David bersemangat.
Linda masih terdiam sejenak di tempatnya berdiri. Sampai David bangkit perlahan dan berusaha memeluk Linda.
"boleh aku memelukmu, sekali ini aja supaya aku yakin dengan diriku sendiri" mohon pak David
Linda tidak menjawab ya dan tidak juga menjawab tidak. Dia hanya bengong dengan pikiran entah kemana, dia jelas bingung.
"Jika masih boleh aku memohon doakan aku cepat sembuh ya Lin" ujar pak David lembut.
Ibu Linda sudah tidak bisa menjawab, dia hanya bisa menangis sesenggukan. Dia tidak perduli lagi dengan harga dirinya di depan David, nyatanya hatinya juga masih sakit melihat David sakit begitu.
Setelah agak lama berpelukan, Pak David akhirnya melepas pelukan mereka. Dia masih menatap istrinya yang tadi meneteskan airmata. Perlahan pak David menghapus airmata ibu Linda dengan lembut.
"cukup Lin, jangan menangis lagi karena aku. Kamu berhak bahagia, kamu orang baik. Aku yang sangat bodoh" ujar pak David yakin.
Ibu Linda masih belum bicara apapun. Dan dia masih bengong di tempatnya.
"oh iya Lin, jika boleh minta waktumu lagi sebentar, aku ingin bicara tentang pernikahan tita" ujar pak david lembut.
"ayo kita duduk sebentar lagi Lin" bimbing pak David padahal dia sendiri masih lemah.
"Sebaiknya itu kita bicarakan nanti, sekarang mendingan fokus berobat dulu, kalau sudah sehat baru bicara dengan tita" ujar ibu Linda tegas. Kembali pak David terpana dengan suara lembut istrinya, walaupun tegas Linda tetap menjaga tata bahasanya.
__ADS_1
"baiklah Lin, jika kalian menyuruhku berobat, aku akan berobat nanti. Terimakasih kalian masih perduli aku padahal aku sudah menyakiti kalian" ucap pak David untuk kesekian kalinya.
"jangan kecewakan hati tita lagi" ujar Linda datar
"iya, aku tahu" ujar David
"aku masih banyak kerjaan, aku harus pulang" ucap ibu Linda masih datar.
"iya Lin, aku antar ke bawah" ujar David membuat ibu Linda kaget. David aja masih lemah, gimana mau antar dia keparkiran. Tapi belum sempat Linda protes pak David sudah bicara lagi.
"oh iya Lin, kamu kan sekarang membuat kue, bawa aja bibi yang di sini membantu. Aku tidak butuh art banyak sebenarnya, hanya saja setelah sadar aku merasa mereka adalah keluargaku yang tercerai berai sehingga aku menyatukan mereka kembali" ujar pak David lagi.
"tidak usah, aku masih bisa atasi , toh juga sudah ada Susi yang membantu aku" ujarnya
"baiklah Lin, tapi kalau kamu butuh mereka kamu boleh panggil mereka, kamu kan sudah tahu kinerja mereka" ujar David
"hmmm"
"sebaiknya tidak usah mengantarku ke parkiran, jangan di paksakan, aku sudah bisa sendiri"
"baiklah, kalau nanti aku sudah sembuh kita bicara lagi" ujar David yang akhirnya minta mang Ujang yang mengantar Linda ke parkiran.
Setelah ibu Linda keluar pak David merasa hidupnya seperti baru, bebannya seperti terangkat lebih dari separuh. Dia merasa pundaknya agak ringan sehingga dia merasa tubuhnya sekarang lebih sehat.
Perlahan dia masuk ke kamarnya dan segera telepon Dodi untuk membuat janji dengan dokter. Sungguh ajaib memang, tapi itulah kenyataan , sekarang pak David malah merasa sangat sehat dan tidak kurang sesuatu apapun. Dia tinggal menambah berat badannya yang sempat turun drastis. Dan dia sudah bertekad sekarang dia harus sembuh demi anaknya dan juga istrinya. Dia akan berusaha sekuat tenaga meraih mereka kembali. Anggap aja pacaran kedua kali.
Happy reading ya guys
Jangan bosan-bosan
Tetap dukung karya ini
Like, coment dan vote
Terimakasih🙏
__ADS_1