
Setelah cukup lama di apartemen pak David, handy dan valdo akhirnya pulang. Mata handy sedikit terbuka dengan penyesalan papinya tita.
Benarkah mereka yang selingkuh itu ada penyesalan? ataukah menyesal karena sudah mentok. Mana yang benar?
Setelah keluar dari apartemen pak David, entah kenapa hati handy sedikit terbuka tentang pak Hadi papinya.
"sepertinya ada yang kamu pikirkan" tanya valdo
"tadi kamu lihat dan dengarkan penyesalan dari pak David"? tanya handy masih menerawang jauh
"iya"
"apa papi juga pernah menyesal ya, telah menelantarkan aku dan mami" ujar handy seperti untuk dirinya sendiri.
"sebenarnya om Hadi itu sudah sangat menyesal Han, tapi dia malu dengan kebodohannya memperjuangkan wanita itu dengan meninggalkan anak dan istrinya " ucap valdo serius.
"apa dia masih bersama anak itu"?
"masih Han, tapi sekarang mereka ngontrak di rumah petakan biar om Hadi bisa tenang di rumah" ujar valdo
"atur aja" ucap handy akhirnya
"kemana kita ini"?
"apa aku masih ada perlu ke kantor"?
"sepertinya hari ini ngga Han, cuma besok pagi kita harus ke daerah selatan ketemu suplier kita pagi - pagi sekali"
"kalau begitu antar aku ke rumah tita" ujarnya
"baiklah"
"pak Yanto kita ke rumah non tita" perintah valdo ke supirnya
"baik pak"
Tidak banyak perbincangan handy dan valdo sepanjang menuju rumah tita.
"kamu tinggal aja aku di sini, nanti jemput lagi" ucap handy begitu masuk rumah tita.
"oke" jawab valdo menunggu handy masuk.
"handy, tumben ke sini jam segini"? tanya Linda yang sedang menulis bahan - bahan kue yang habis.
"aku mumet kak, aku ingin cerita aja ama tita"
"memangnya kenapa, ada masalah"? tanya Linda
"aku baru ketemu pak David"? ujar handy sambil menatap Linda. melihat reaksi Linda.
"terus" Linda bingung apa David yang membuatnya sedih.
__ADS_1
Handy masih sedikit kepikiran, sehingga dia kurang tanggap dengan pertanyaan Linda.
"terus kenapa kamu sedih, apa David ngomong sesuatu"? tanya Linda
"ngga kak, justru pak David sepertinya memang sudah sangat menyesal, membuat aku jadi teringat papiku yang pernah selingkuh juga" ujar handy sendu
Linda tidak bertanya lagi kalau sudah menyangkut perasaan handy dan papinya. Karena dia tahu susah di jelaskan kalau sudah menyangkut perasaan anak ke orang tua.
"ya sudah kamu duduk dulu, aku panggilkan tita" ucap Linda
"ta, tita"? panggil Linda
"iya mamiku cantik" ucap tita nongol dari kamar dengan baju kaos dan celana hotpennya.
"ehhh kak handy, kok tumben ada di sini jam segini" tanya tita karena tadi dia kirim chat katanya masih mau meeting.
"tadi katanya mau meeting" ujar tita lagi
Sementara Linda langsung masuk ke dalam untuk meneruskan kerjaannya.
Handy duduk di sofa dan terlihat tidak seperti biasanya. Tita akhirnya mendekat dan memegang dahi handy.
"apa kakak sakit"? tanya tita
"ngga" ucap handy senyum kecil melihat tingkah tita, tapi dia senang tita memperhatikan dirinya. Sebenarnya tita itu wanita yang penuh perhatian seperti maminya, hanya saja sekarang ini masih sifat manjanya yang lebih dominan. Tapi kembali lagi sifat manjanya itu juga sangat di sukai oleh handy, karena tita jadi tergantung penuh padanya.
"tapi terlihat wajah kakak tidak seperti biasanya" ujar tita
"nah ini baru kak handy yang kemarin, kalau yang tadi itu seperti handy yang beda gitu loh" ujar tita senyum menunjukkan gigi putihnya, membuat handy gemes.
Akhirnya malam ini handy melupakan perkara papinya yang mungkin juga masih menyesal dengan perilakunya.
Dia akhirnya menemani tita bermain game sampai mendekati tengah malam. Barulah dia pulang ketika valdo sudah nongol menjemputnya.
Keesokan harinya handy dan valdo harus meeting ke daerah selatan. Dan entah kenapa hari ini tita juga ingin ketemu tari temannya yang rumahnya di daerah pusat.
Sudah kebiasaan kalau handy akan kirim chat ke tita setiap pagi.
Tapi sebelum handy kirim chat tadi sebelum jalan karena buru - buru, ternyata tita sudah kirim chat duluan ke handy.
"kak, hari ini tita mau ketemu tari di mall SS , bisa ya"?
"tita bawa mobil sendiri" dengan emot memohon.
"hahhh ini kenapa tadi malam ngga ngomong" ujar handy seperti untuk dirinya sendiri.
"kenapa Han" tanya valdo karena lihat handy bicara sendiri.
"itu, katanya tita mau ke mall SS , nyetir sendiri" ujar handy
"terus, gimana" valdo juga ikut bingung nih kalau sudah urusan pacar bos. valdo lagi mencoba berpikir untuk mencari solusinya karena valdo yakin nantinya tetap aja dia yang pusing.
__ADS_1
"gimana kalau gini aja" usul valdo agak ragu tapi sepertinya hanya itu solusinya.
"ini kita diantarin pak Yanto, setelah ini pak Yanto jemput non tita , tapi non tita nanti bawa mobil sendiri, pak Yanto cukup awasi saja dari belakang, bawa ke tempat meeting, biar ke mallnya nanti bareng pak handy" ujar valdo.
Handy terlihat berpikir dengan usulan valdo. Iya sih sepertinya ide itu lumayan juga, toh tita kan ngga semobil dengan pak Yanto sendiri, hanya diikuti dari belakang. Dan nanti ke mallnya biar bersama handy.
Handy mengiyakan usul valdo lalu kirim chat ke tita. Tanpa perlawanan tita oke aja, karena tita juga sadar punya pacar sangat posesif, itulah yang harus dia jaga seperti pesan Linda maminya.
Akhirnya begitu mereka turun dari mobil, handy masih wanti - wanti pak Yanto untuk jaga tita nanti, jangan sampai lengah. Bahkan kalau ada apa - apa harus segera hubungi handy atau valdo.
Handy langsung menuju ruang pertemuan bersama valdo, untungnya partner mereka kali ini bukan orang yang ribet. Mereka akhirnya selesai pertemuan dalam satu jam dan semua berjalan lancar.
Handy sudah gelisah melihat jamnya dan handphonenya. Dia takut menghubungi tita, takutnya masih nyetir, sementara tita juga takut menghubungi handy karena dia pikir masih meeting, padahal dia sudah di bawah di lobby gedung pertemuan handy.
"val ,coba hubungi pak Yanto" perintah handy akhirnya.
"iya"
dddrrttt dddrrttt dddrrttt
"hallo pak"
"pak Yanto dimana"?
"di gedung tadi pagi pak, di parkiran"
"non tita mana"
"ada pak, menunggu di lobby"
"ohhh, oke" valdo langsung menyudahi panggilannya.
"mereka sudah di bawah" ujar valdo membuat handy langsung melangkah lebar menuju lift.
Begitu sampai lantai dasar handy langsung melihat kekasihnya duduk di sofa dengan manis sambil main handphone. Bahkan kadang dia senyum sendiri. Dan di sebrang kursi tita ada dua cowok ganteng seperti sales yang sedang menatap tita, hanya saja tita tidak melihat mereka karena dia sibuk dengan gamenya.
Hari ini tita tampil cantik dengan gaun selutut berwarna salem dan sepatu Cats putih yang membuatnya makin bersinar. Sementara rambutnya di biarkan terurai. Dia terlihat seperti model yang akan pemotretan. Handy di buat makin tergila - gila dengan penampilan pacarnya.
"waduh ada dua saingan noh Han" goda valdo sebelum mereka mendekati tita sambil melirik dua cowok keren itu.
Handy langsung menyikut perut valdo, dia ngga suka ada yang perhatiin tita.
"tita itu ngga pernah melirik yang lain bodoh" ujar handy akhirnya sambil senyum menang.
Benar juga sih, tita itu ngga suka tebar pesona, batin valdo.
Hallo guys
Tetap dukung author donk
like nya ya, coment sama vote
__ADS_1
Terimakasih 🙏