
Setelah dirasa cukup tita akhirnya keluar dengan baju santainya, celana pendek dan topi cantiknya membuat dia terlihat makin imut.
Handy sampai terpesona melihat kecantikan tita sekaligus khawatir akan banyak cowok yang melirik tita. Seumur hidup handy tidak pernah khawatir tentang apapun apalagi setelah dia sukses bahkan lebih dari kesuksesan papinya dulu, dia itu sudah sangat percaya diri. Tapi hari ini handy sangat takut kehilangan tita.
Mungkin ini lebay, tapi karena perasaan cintanya di tambah pengalaman daddynya yang selingkuh handy khawatir tita akan mencari pria yang lebih cool Seusianya.
"kok pada bengong sih" tanya tita tiba - tiba karena melihat maminya dan handy berdiri dalam diam.
"ehhh ngga ta, kamu sudah siap" tanya handy
"sudah kak, aku sudah cantik belum" tanya tita membuat Linda jadi kut tertawa melihat tingkah putrinya itu. Tita malah berputar di depan mereka berdua seolah bukan dia yang tadi menangis sedih gara - gara daddynya.
Linda melihat handy yang masih terpesona dengan kecantikan tita.
"Han di tanya tuh, sudah cantik belum putriku" tanya Linda membuyarkan lamunan Handy.
"hehhh tita itu selalu sangat cantik kok" ucapnya jujur dan serius.
"jangan terlalu di puji han, takut nanti lupa diri" ujar Linda lagi membuat tita mengerucutkan bibirnya seperti biasa.
"ihhh mami sirik nih liat tita cantik" ucap tita asal mbuat mereka bertiga ketawa seolah lupa dengan kedatangan David tadi yang sedikit menguras emosi Linda dan handy juga tita.
"ya sudah jalan gih, jangan kemaleman pulangnya" ucap Linda akhirnya dan dia ingin berlalu ke dapur.
"iya mi" ucap tita
Handy langsung menggandeng tangan tita walaupun masih ada Linda, handy selangkah lebih maju dari biasanya. Biasanya dia masih takut gandeng tangan tita kalau ada Linda, tapi sekarang tidak, karena handy juga merasa percaya diri untuk memenangkan hati tita.
Handy hanya perlu sedikit belajar gimana caranya supaya menjadi lelaki yang romantis. Apa lagi tita itu masih muda, pasti masih ingin Segala sesuatu yang romantis bukan yang serius.
Bahkan untuk mengutarakan maksud hatinya aja sama tita, handy termasuk menggunakan metode zaman dulu, yaitu dekatin maminya dulu. Dan syukurnya Linda tidak melarang dan tidak mendukung, dia hanya berdiri sebagai maminya tita yang ingin melindungi putrinya, just it.
Handy langsung membuka pintu mobil untuk tita. Tita dengan senangnya masuk dan duduk di sebelah supir karena handy sengaja tidak memakai supir, dia hanya ingin berdua dengan tita.
Sepanjang jalan mereka banyak diam, karena handy sangat grogi begitu juga tita. Tita yang pada dasarnya belum pernah berkencan merasa bahwa perjalanan mereka ini seperti kencan kalau bahasa anak muda remaja. Hanya saja mereka ini, karena beda usia sangat jauh jelas beda cara pandangnya.
__ADS_1
Tapi sedikit masih bisa di atur karena pada dasarnya tita juga bukan remaja yang banyak menuntut mengikuti semua trend kehidupan. Sebenarnya dia termasuk remaja yang dewasa, dan penuh pengertian hanya bedanya cara berpikirnya tetap seperti remaja pada umumnya.
Sementara handy, dia memang sudah matang secara usia, tapi karena rasa cintanya kepada tita dan juga minimnya pengalamannya dalam bidang asmara membuatnya bersikap kadangkala seperti remaja juga. Dia akan sangat grogi kalau berduaan begini sama tita.
"kak, kita beli pop corn itu" tunjuk tita ke pedagang yang ada dekat taman itu.
Sejujurnya Handy ngga mau beli makanan pinggir jalan, bukan apa - apa, inikan di pinggir jalan, banyak debu dan kotoran yang menempel pastinya.
"kamu yakin ta" tanya handy karena dia juga tahu kalau Linda maminya tita sangat telaten mengenai makanan anaknya.
"sekali - sekali lah kak, tapi kalau mami tahu ngga boleh sih" ucap tita memainkan bola matanya.
"terus kenapa masih dilakukan"?
"pengen aja" jawab tita asal
"kamu tuh ya, mulai bandel" ucap handy senang. Melihat tita bisa bercanda kepadanya selalu bisa membuat hati handy senang dan bahagia.
Handy membelokkan mobil mendekati pedagang popcorn itu. Tita langsung turun dengan luwes mendekati pedagangnya, sementara handy jelas aja kikuk, dia hampir ngga pernah lagi berinteraksi dengan pedagang asongan apalagi di pinggir jalan.
"bang beli rasa ini dan ini ya" ucap tita sambil senyum. Sementara handy hanya mengikuti dari belakang.
Setelah pedagang itu menyiapkan dua cup popcornya tita lansung menerima dan melihat handy.
"bayar" ujar tita membuat handy kelimpungan. Biasanya kalau dia jajan pembayaran sudah di handle valdo, tapi sekarang dia harus bayar sendiri, busyet, batin handy.
Tapi ngga apa - apalah, yang penting tita senang. Handy langsung mengambil dompetnya sambil bertanya ke penjualnya.
"berapa bang"? tanya handy kaku
"dua puluh ribu pak"
"hahhhh" jelas aja handy kaget, karena ini jajanan rakyat, bukan harga jajanan orang kaya yang pastinya harganya oke.
Handy membuka dompetnya, ternyata duitnya hanya ada beberapa lembar uang ratusan. Akhirnya handy menarik selembar dan memberikannya ke pedagangnya.
__ADS_1
"ini bang" handy menyodorkan uang ratusan ya
"waduh gede banget pak, uang pas aja pak, gada kembaliannya" ucapnya
" Udah ambil aja pak, kembaliannya buat bapak" ucap tita langsung melihat ketulusan penjual popcorn itu.
Tita sudah berjalan ke mobil diikuti oleh handy.
"makasih banyak ya neng, semoga neng selalu bahagia" teriak penjual popcorn itu senang.
"iya bang, amin" jawab tita lagi.
Handy hanya senyum melihat perilaku tita, cewek manja yang terlihat hanya bisa merepotkan itu selalu memberikan pengalaman - pengalaman baru untuk handy. Dia yang terbiasa hidup penuh perjuangan jelas aja tidak sepeka perasaan tita yang masih bisa merasakan betapa bahagiannya penjual popcorn tadi, mendapatkan uang seratus ribu rupiah dalam sekejap.
Handy langsung membuka pintu mobil, sampai tita duduk dengan tenang di sebelah kursi pengemudi, Lalu handy duduk di depan setir.
"Emank kamu sering jajan di pinggir jalan ta" tanya handy sambil melirik tita yang sibuk dengan popcorn ya.
"ngga sih, cuma sekali - sekali doank kalau kasian sama pedagangnya" ucapnya polos
"jadi tadi kamu bukan karena suka popcornnya" tanya handy sambil menatap tita
"Ngga" tita menggelengkan kepalanya sambil melihat handy. Dia berharap semoga handy tidak marah.
"kak handy jangan marah ya" ujarnya lagi.
"tadi pedagang itu terlihat lesu, karena gada yang beli. tapi tadi kakak lihat tuh pedagang popcornnya jadi senang banget kan, tiba - tiba dia dapat duit seratus ribu. Padahal kakak juga ngga jadi miskin gara - gara memberikan itu sama dia" ujar tita serius menatap pedagang tadi.
Handy jadi senyum terharu, dia ngga menyangka gadis remaja ini sangat peka dengan perasaan orang lain. Sambil senyum handy mengusap kepala tita.
"Mana mungkin saya marah, melihat orang yang saya cintai melakukan hal mulia begitu" ucapnya sambil menatap mata tita. Walaupun grogi dan deg - degan handy sangat plong mampu mengatakan itu sama tita.
Hai semua
Dukung terus ya
__ADS_1
like, coment dan vote
Terimakasih 🙏