KAKAKKU MERTUAKU

KAKAKKU MERTUAKU
PART 122 NGIDAM


__ADS_3

Waktu bergulir begitu cepat, sekarang kehamilan tita sudah menginjak bulan ke empat. Hampir dua bulan ini handy merasakan yang namanya mual dan muntah atau sering orang bilang morning sickness. Bahkan tita harus selalu berada di dekat handy, karena kalau jauh dari tita handy akan langsung mual - mual dan muntah - muntah. Sehingga hampir sebulan ini handy lebih banyak bekerja dari rumah dan jarang menerima meeting di luar kantor, karena pastinya tita harus ikut. Yang lucunya tita seolah menunjukkan aura ke cantikannya kepada dunia luar, karena sekarang dia sedikit suka dandan dan juga pakai baju yang feminim, sehingga sering membuat handy uring - uringan juga karena cemburu.


Seperti hari ini, handy yang harus meeting di kantornya dengan utusan pemerintah setempat, dimana proyeknya selanjutnya akan berjalan, harus mengurut dada melihat salah seorang dari utusan itu yang terlihat masih muda selalu menatap istrinya.


Beberapa kali handy menoleh, sebanyak itu juga laki - laki itu sedang menatap istrinya. Jujur handy sangat marah namun dia tidak bisa berbuat apa - apa. Sementara dia lihat istrinya itu sedang ngantuk - ngantuk, maklumlah wanita hamil.


Akhirnya handy punya inisiatif untuk mengantar istrinya itu keruangannya dulu untuk tidur di sana. Setelah istrinya tidur barulah handy kembali ke ruang rapat.Mungkin karena masih satu kantor handy tetap tidak merasakan mual walaupun istrinya itu tidak ada di ruangannya.


Akhirnya rapat itu kelar juga, walaupun hati handy sudah sangat gondok dia tidak mungkin bilang sama istrinya, takutnya istrinya salah menanggapi lalu ngambek. Sekarang handy sangat hati - hati, apalagi yang berhubungan dengan tita. Karena dia ngga mau sampe istrinya itu tersinggung sedikitpun.


Handy langsung menuju ruangannya, tempat dimana istrinya masih tidur. Istrinya itu masih terlihat pulas ketika handy masuk. Akhirnya handy dan valdo kembali bekerja dulu di meja masing - masing.


Sekitar siang hari, tita sudah bangun dari tidurnya dan langsung minta beli rujak pedas banyak mangganya.


"kak handy, kerjaannya belum kelar ya"? tanya tita masih wajah bantal di sofa ruang handy yang telah dia setting untuk tempat tidur istrinya.


"belum sayang, tapi bisa di tunda kok, kenapa"? tanya handy sambil mendekat ke istrinya.


"beli rujak Yo, yang banyak mangganya" ucapnya sambil menatap handy antusias. Melihat itu jelas handy sangat senang dan antusias juga.


"kamu mau kita yang beli atau di beliin sayang" tanya handy hati - hati, karena pernah sekali waktu handy menyuruh orangnya untuk beli rujak malah membuat tita ngambek seharian. Dan pernah juga handy ajak untuk mencari rujak tita ngga mau, di beliin aja. Jadi untuk menghindari salah handy mending bertanya sama tita istrinya.


"beliin aja kak, banyak mangganya" ucapnya bangkit lalu meraih tas kecilnya untuk mengambil sisir merapikan rambutnya. Sementara Handy langsung memberi perintah sama valdo. Setelah itu dengan perlahan handy mendekati istrinya dan meraih sisir yang di pegang tita. Handy merapikan rambut istrinya. handy menarik istrinya seperti biasa untuk duduk di pangkuannya, lalu merapikan rambutnya.


Tita yang memang cantik malah terlihat tambah manis memang selama hamil. Dia terlihat sangat ke ibuan walaupun masih muda.


"kamu ngga ingin belanja sayang" tanya handy setelah rambut istrinya itu rapi.


"belanja apa kak" tanya tita polos

__ADS_1


"yahh belanja apa aja, baju - baju hamil misalnya" ujar handy


"iya ya kak, bajuku sudah pada sempit, terus kalau mau olah raga pagi training ya sudah sempit karetnya, harus cari pakaian hamil nih" ujar tita. Handy tersenyum mendengar ucapan istrinya itu.


"kalau begitu nanti kita belanja ya" ujar handy


"ke mall PI ya kak" ucap tita spontan, entah kenapa tiba - tiba tita ingin belanja ke sana, karena biasanya tita bukan wanita yang ribet dengan masalah belanja.


"harus kesana sayang, jauh banget nanti kamu muntah lagi" ucap handy tanpa berniat apa - apa tapi membuat emosi tita meningkat dalam sekejap.


"ya sudah ngga usah lah" ujar tita langsung cemberut.


"lho lho lho kok jadi begini sih sayang, kan kak handy cuma takut kamu kecapean karena itu sangat jauh, ya sudah kita kesana ya" ujar handy berusaha membujuk istrinya. Tapi tita tidak bergeming, dia cemberut dan menatap ke arah lain. Tanpa handy sadari ternyata tita sudah menangis, air matanya mengalir seperti orang yang benar - benar sedih.


"sudah tidak usah" jawab tita asal sehingga handy merasakan suara istrinya itu seperti serak.


Begitu melihat istrinya meneteskan air mata, handy merasa sangat bersalah. Dia sampe melongo bingung karena ngga tahu salahnya dimana. Tapi handy tetap ngga perduli dimana salahnya, yang pasti dia harus minta maaf, yang pasti dia harus membujuk istrinya dulu, dia ngga mau istrinya sampai menangis sedih begini.


Disaat genting begitu valdo masuk membawa rujak yang di beli oleh karyawan handy.


tok tok tok


"Masuk"


ceklek


"ini rujaknya buat bapak yang sedang ngidam" canda valdo dengan suara agak kencang tanpa tahu apa yang terjadi di dalam sebelum dia masuk.


Handy langsung berdiri dan menerima rujak yang di bawa valdo , niatnya supaya valdo langsung keluar aja dari ruangannya.

__ADS_1


Tapi baru aja handy sampe di hadapan valdo, tita sudah langsung berdiri dan berlari ke arah valdo.


"sini om valdo, ini punyaku, bukan pesanan kak handy" ujar tita langsung merampas bungkusan itu. Valdo masih bengong menatap bosnya dan juga istrinya. Tapi itu hanya sekejap karena menit berikutnya valdo sudah faham kembali dengan karakter ibu hamil.


Valdo hanya kembali menatap handy yang terlihat sedang sedih, lalu valdo pamit kepada bosnya itu.


"aku kembali kerja bro" ucapnya sambil mengangkat bahu ketika handy melihat ke arahnya.


"hmmmm" ujar handy sambil berbalik melihat ke arah istrinya yang sedang serius mulai makan rujaknya.


Dengan ragu - ragu handy mendekati istrinya itu, dia tidak ngomong atau bertanya lagi karena takut menyinggung tita dan tidak jadi makan rujaknya. Handy sudah cukup senang kalau tita makan dengan lahap.


Melihat suaminya hanya berdiri tidak bergerak, akhirnya tita menatap suaminya itu.


"kak handy mau, enak lho" ucapnya tanpa dosa


Handy melongo mendengar ucapan tita yang dengan senang hati menawarkan rujaknya sama handy, apakah ini prank istrinya, entahlah.


"Emank boleh sayang" tanya handy lagi lembut


"sini kalau mau, aku suapin" ujar tita lagi seperti tidak pernah terjadi apa - apa.


'Astaga apa begini ya menghadapi wanita hamil, mungkin inilah yang di sebut ngidam, aku jadi harus menabung banyak kesabaran, jangan sampai habis' batin handy senyum sendiri.


Hallo readersku yang baik


jangan bosan - bosan ya


Dukung terus

__ADS_1


like, coment dan vote


Terimakasih🙏


__ADS_2