
Ketika tita duduk di dekatnya dengan senyum sumringah dan penuh keceriaan, hati handy kembali deg - degan. Apalagi ketika tita menarik tangannya untuk menunjukkan pemandangan diluar penjual es krim itu.
"bagus banget pemandangannya kan om"? ujar tita santai, dia ngga tahu kalau jantung handy sudah tidak bisa di ajak kerja sama.
"ini cil" ujar valdo sambil memberikan es krimnya kepada tita, dia hanya beli satu cup.
"lha satu doank val" tanya handy polos
"emank Lo mau, belum pernah gua liat Lo makan es krim bro" ucap valdo biasa aja, karena memang handy hampir tidak pernah beli es krim.
"beli satu lagi" perintah handy jadi malu
"iya iya" ucap valdo sambil menggerutu
Mau ngga mau valdo pun langsung berjalan lagi ke dekat kasir lagi. Sebelum berlalu dia berbalik lagi.
"rasa apa Lo"
"rasa bos" canda handy" samain aja kayak tita" lanjutnya
" Dasar bos mulai bucin" gerutu valdo, tapi hanya di dengar handy, sementara tita sudah sangat asyik menikmati es krimnya sambil sesekali berceloteh dan memandang keluar.
"kamu ngga foto - foto dulu terus update status" goda handy bermaksud becanda mengingatkan dunia medsos untuk anak remaja seusia tita, tapi malah di jawab serius sama tita.
"saya sudah tidak main medsos lagi om, semenjak daddyku berulah aku sudah benci medsos, aku benci semuannya" ujarnya sedih tapi tetap menikmati es krimnya.
Handy jadi kembali di sadarkan kalau masih ada luka yang menganga di hati tita. Adalah kesalahan besar merusak suasana hati tita, sehingga handy buru - buru ralat.
"sabar ya, ntar juga bisa kamu lewati semua" ucapnya tulus.
" Kamu masih bersyukur ta, mamimu masih sehat dan bisa melindungimu, kalau saya dulu mamiku sudah sakit - sakitan, aku harus sekolah, pokoknya deritannya lengkap deh " ujar handy.
"mungkin kalau aku wanita, aku sudah mewek siang dan malam merenungi nasibku" tutur handy.
"kenapa sih di dunia ini harus ada pelakor ya"? tanya tita seperti untuk dirinya sendiri.
Handy terlihat menarik nafas panjang sambil menatap tita, sejujurnya dulu handy juga sangat mengutuki pelakor. Tapi bukan hanya itu masalahnya. Karena kesalahan tidak hanya pada pelakornya tapi juga pada lelaki yang mau di goda pelakornya.
"dulu juga aku berpikir begitu juga ta, tapi aku pikir untuk apa mikirin pelakornya, laki - lakinya aja yang kurang bersyukur." ujar handy
"iya benar juga, semoga nanti jodohku tidak suka selingkuh dan suka pelakor", ucap tita asal
deg
Hati handy sedikit bergetar, kenapa ya aku sepertinya tercubit dengan ucapan tita, padahal jodohnya juga belum tentu aku, batin handy.
"ini es krim Lo" ujar valdo yang sudah ada di depan mereka. Valdo membeli dua lagi akhirnya untuknya dan untuk bosnya.
Melihat es krim handy yang hampir lumer tita kembali ngiler, padahal punya dia sendiri belum habis walaupun tinggal sedikit emank.
"mau lagi" tanya handy yang melihat tatapan tita ke es krimnya.
__ADS_1
"emank boleh" tanya tita manja
Melihat tingkah tita bukan hanya es krimnya yang meleleh, tapi hati handy juga meleleh.
"ini" handy menyendok separoh punya dia dan dimasukkan ke cup tita, valdo yang melihatnya jadi senyum - senyum sendiri.
"mau ini juga cil" tawar valdo
"ngga usah" potong handy langsung, ngga rela kalau valdo berbagi dengan tita.
Valdo yang paham sifat dan karakter bosnya sekaligus temannya itu, hanya nyengir - nyengir aja, dia paham handy pada mode cemburu.
Dia tahu handy sudah jatuh cinta sama tita, walaupun mungkin belum dia sadari.
Akhirnya setelah menghabiskan punya dia sendiri dan separoh punya handy, tita pun merasa kenyang, lalu mereka langsung pulang tapi mampir ke rumah valdo dulu jemput maminya.
Malam sudah hampir larut ketika handy dan valdo pamit dari rumah tita, karena tita sangat kenyang dan akhirnya tidur di sofa.
Sementara Linda heran kenapa belanjaan tita tadi sangat banyak, emank tita beli apa aja.
Akhirnya Linda membuka satu persatu paper bag yang tadi di bilang valdo milik tita. Dan betapa kagetnya Linda dengan semua barang branded itu.
'Berarti tadi handy traktir tita banyak banget" batin kak Linda sambil mulai menghitung belanjaan tita satu persatu.
"gila, handy traktir sebanyak ini, apa tita yang minta ya" ucap Linda seperti untuk diri sendiri.
Handy itu sangat baik, dan sangat perduli sama tita, karena dia tahu sakitnya pengkhianatan, batin Linda.
Sementara handy yang sudah tiba di rumah besarnya, sudah di sambut oleh mbok Ijah pembantu tertua di rumahnya. Dan tugas mbok Ijah adalah mengawasi semua pembantu yang muda, tapi mbok Ijah selalu menunggu handy tiba di rumah walaupun sampai jam berapa.
"malam tuan"
"malam bi, tidur aja bi" perintah handy
"tuan sudah makan"?
"hmmmm" itu artinya sudah
Handi langsung menuju kamarnya di lantai atas dan masuk kamar mandi. Setelah dirasa segar handy langsung naik tempat tidurnya.
Baru aja handy naik tempat tidurnya handphonenya berdering, ternyata dari, bocil tita calling...
Handy langsung semangat mengangkatnya.
"halo ta" ucapnya ramah
"om toko tadi salah kasih tahu om, belanjaannya banyak banget, kasian nanti mereka rugi, kita bayar sedikit belanjanya banyak, atau takutnya kita di tuduh nyuri om" ucap tita cerewet di sebrang, tapi seperti lagu pengantar tidur untuk handy, tetap merdu.
Ternyata tadi tita di bangunin saat maminya memindahkan barang - barang tadi ke kamar tita. karena Linda takut ada kesalahan.0 Barulah tita sadari banyak barang yang sempat dia lihat malah langsung di bungkus spgnya.
"om handyyy" teriak tita karena belum kedengaran jawaban dari handy.
__ADS_1
"iya ya" jawabnya akhirnya menahan senyum
"om sudah tidur ya"?
"belum" jawab handy singkat.
"terus gimana ini om"
"apanya"? tanya handy pura - pura polos.
"belanjaannya om" teriak tita
"ya sudah simpan tita, besok - besok pake" ucap handy santai
"kasian mereka om , rugi"
"rugi apanya, itu semua sudah aku bayar" ujar handy akhirnya
"apahhh, sebanyak ini om? Apa uang om handy ngga habis nanti"?
Ucapan tita membuat handy jadi ketawa ngakak di sebrang telepon.
"hahahah"
"om Handi" teriaknya lagi
"ya ngga lah, besok kamu belanja segitu lagi juga ngga apa - apa" jawab handy enteng.
"ihhhh gila om handy" ucap tita entah untuk siapa.
"ngga tita sayang, tenang aja, besok - besok kalau mau beli apa aja bilang saya ya, jangan keluar sendiri" pesan handy serius.
"oke om, terimakasih ya, om handy baik deh" ucap tita penuh keceriaan, membuat handy di kamarnya juga ketawa sendiri.
Setelah sambungan telepon dengan tita keputus, handy masih senyum - senyum sendiri. Entah kenapa hatinya seperti berbunga - bunga malam ini.
Handy membayangkan kalau tita itu pacarnya, lalu dia akan mengajak tita itu makan es krim dan belanja setiap Minggu. Terus handy akan selalu memanjakannya, betapa bahagiannya hidup handy.
'ahhhh aku benar - benar gila, mikir apa aku? tita itu masih mau sembilan belas tahun, sementara aku sudah hampir duapuluh delapan tahun' batin handy
'tapi aku tidak mau tita itu disakiti oleh laki - laki lain. Aku harus melindungi tita' batinnya lagi.
Terlalu lama membayangkan tita membuat handy akhirnya tidur.
Hai guys
dukung terus ya
like, coment dan vote.
Terimakasih🙏
__ADS_1