KAKAKKU MERTUAKU

KAKAKKU MERTUAKU
PART 37 GAGAL BICARA


__ADS_3

Handy sudah berharap tita ingin membeli baju yang dia suka di boutiq itu sekarang, supaya dia bisa berduaan sama tita lagi, tapi sepertinya tita memilih nanti aja dulu.


Tita malah bilang kalau kak handy mungkin sudah cape, pulang aja.


"ngga usah kak, lupakan aja. kak handy pasti sudah cape pergi seharian, mending sekarang pulang aja, istirahat" ucap tita tanpa beban.


"cape ngapain , orang seharian kita cuma makan" handy mencoba bercanda ketika mereka sudah masuk dalam rumah. Terlihat Linda dan susi mulai ngecek bahan kue yang harus di bikin besok.


"kalian mau kemana"? tanya Linda melihat mereka berdua masuk dalam rumah.


Terlihat tita berbisik ke maminya, entah bisikin apa, tapi yang pasti Linda bertanya juga akhirnya.


"baju apa sih nak"! tanya Linda serius, ternyata tita berbisik minta uang mau beli baju di boutiq kemarin.


"hehehe itu mi yang di boutiq teman kak handy, mumpung ada kak handy pasti di diskon mi" rayu tita


"ya sudah, terus mau sekarang ke sana, sudah mau malam nak, handy juga sudah cape" ujar Linda lagi sambil melirik handy, tapi yang dilirik malah seolah tidak keberatan, senang - senang aja.


"ngga apa - apa kak, toh hari ini aku sudah kosongkan waktu" ujar handy juga mendukung.


"ya sudah mami ambil dulu" Linda akhirnya berlalu masuk ke dalam dan mengambil kartu ATM untuk belanja sehari - hari mereka.


"ini pake, kamu ganti baju dulu, jangan begini ke mal" ujar maminya


"sebentar doank mi, ngga apa - apa kan kak handy" tita malah cari perlindungan sama orang yang pasti mendukungnya.


"ngga apa - apa kak, cuma langsung ke boutiq itu doank"


"ya sudah sana, jangan lama - lama" ujar Linda.


Akhirnya tita dan handy kembali ke mall dengan dandanan yang sangat berbanding terbalik. Handy masih dengan pakaian kerja yang rapi, walaupun jasnya sudah di buka, sementara tita tampil polos tanpa make up dengan pakaian baju longgar dengan celana hotpannya.


Hati handy jelas berbunga - bunga, dia ingin bicara perlahan dengan tita. Dia akan cari celah yang pas untuk bicara sama tita.


Karena valdo masih mengantar istrinya tadi, akhirnya handy memutuskan pergi berdua dengan tita aja. Tidak usah pakai supir juga. Pak Yanto di suruh stand bye di rumah tita.

__ADS_1


Tita duduk disebelah handy yang sedang memegang stir. Begitu sampai di lobby handy langsung menunjukkan identitasnya untuk mendapatkan semua fasilitasnya di sana, karena biasanya valdo atau pak Yantolah yang mengurus mobil.


Begitu turun tita tampak sangat bahagia, dia langsung menggandeng tangan handy dengan ceria. Mereka langsung menggunakan lift untuk menuju lantai boutiq tersebut.


"wowww ternyata ada anak manja yang jadi pelakor juga, jadi pelakor atau penghibur nih" terdengar suara yang tidak asing bagi handy.


Handy dan tita menoleh ke arah suara Ica, dan benar saja dia melihat wanita yang paling dia benci sampai ke ubun- ubun.


Handy terlihat mengepalkan tangannya dan merapatka giginya demi menahan emosinya, karena Ica adalah seorang wanita. Coba aja tadi laki - laki mungkin sudah handy hajar sampai babak belur.


Sementara tita, mendengar ucapan Ica hatinya tidak terima, ingin rasanya dia merobek mulut wanita itu. Wanita yang menorehkan luka untuk tita dan maminya.


Handy jangan di tanya marahnya sama Ica, perkataannya yang mengatakan tita cewek ngga benar ngga bisa di terima oleh handy.


"valdo sekarang ke sini" ujar handy lalu mematikan teleponnya.


"tapi untuk pemula kamu cukup jago sih, langsung dapat tambang emas" ucap Ica songong, atau sok jago belum tahu dia berhadapan dengan siapa, dia sedang bersama temannya yang sama - sama wanita begitu juga.


"tutup mulutmu yang busuk itu kalau kamu masih ingin hidup" ucap handy dingin


"mas jangan marah - marah terus, di dunia kita hal itu biasa, maklumlah siapa pun pasti ingin dapat ikan yang besar" ucapnya senyum - senyum makin membuat handy emosi.


Handy menggenggam tangan tita yang sudah menangis, handy ingin meyakinkan tita kalau dia tidak usah khawatir ada handy bersamannya.


Tapi dasar tita masih labil, jelas masih jauh dari kata berpikir dewasa. Dia terus menangis dan akhirnya minta pulang.


"Sepertinya kalian memang adalah wanita yang percaya diri sekali ya. Dan yang kalian butuhkan hanyalah uang, betul"? tanya handy masih memeluk tita erat.


Mereka berdua terlihat menatap handy serius, karena mereka bingung dengan ucapan handy. Apakah handy mulai tertarik dengan mereka atau mau membagi uang buat mereka?


Tita sudah tidak bisa berkata - kata lagi, hatinya sudah sesak, ingin teriak pun untuk apa. Tanpa dia sadari airmatanya terus membanjiri wajahnya mendengar ucapan Ica.


"kita pulang kak" ucap tita akhirnya


"sebentar ya, valdo akan ke sini" ujar handy lembut sambil mengusap kepala tita. Melihat tita menangis seperti ini, ingin rasanya handy meremukkan dua wanita ini, tapi dia laki - laki dan tidak mungkin mengurus mereka berdua. Apalagi ini di mall miliknya.

__ADS_1


"ada apa Han" valdo sudah tiba dengan wajah yang masih terlihat habis lari cepat karena nafasnya masih ngos - ngosan.


Tanpa menoleh handy sudah tahu itu valdo dan Langsung bicara kepada valdo dengan datar.


"urus wanita ini val, buat dia sadar dengan siapa dia berhadapan" ucap handy dingin penuh tekanan. Handy kembali mengusap kepala tita yang masih terisak dalam pelukannya. Dan itu tidak luput dari pandangan valdo.


Valdo sekarang tahu pasti Ica sudah membuat masalah lagi dengan tita, membuat bosnya yang sangat membenci pelakor terbangun dari tidurnya. Ica memang perlu di sadarkan lebih keras, peringatan yang dulu waktu dia bersama pak David nyatanya tidak merubah dia lebih baik.


"baik Han, kalian lanjutkan aja tujuan kalian tadi" ucap valdo sudah menatap kedua wanita itu dingin.


Handy memeluk tita erat tapi malah di tepis oleh tita. Hati handy sedikit sakit karena perbuatan tita, tapi dia maklum kalau tita masih sangat labil.


"jangan peluk kak handy, nanti mereka pikir aku benaran cewek kayak begitu, mana pakaianku begini lagi" ucap tita makin menangis ketika mereka mau masuk lift.


Hati handy makin emosi mendengar ucapan tita, hatinya sedih karena tita merasa dirinya seperti wanita yang mereka tuduhkan, padahal handy sangat menjunjung tinggi harga diri tita.


"ya, mereka itu jangan di dengar ya, kamu kan tahu otak mereka isinya apa, menguras duit laki - laki, tapi kamu sangat jauh dari itu ta, bahkan kalau aku tidak langsung suruh SPG bungkus baju pilihanmu ini pasti kamu ngga jadi beli, karena kamu ngga mau manfaatin kebaikan orang, benar kan?" ujar handy lembut.


"tapi ucapan dia tadi membuat aku tersinggung kak" ucap tita


"kamu lebih dengar ucapan dia atau kakak" tanya handy lembut, dia belajar menghadapi tita dari Linda maminya tita


"lebih dengar kak handy" ucapnya asal


"sekarang hapus air matamu, dan kita ke boutiq" ujar handy berusaha senyum. Lalu sambil bergandengan tangan mereka menuju boutiq yang kemarin. gagal sudah rencana handy untuk bicara cinta hari ini.


Hai semua


Masih di sana kan


Dukung terus ya


like, coment dan vote


Terimakasih🙏

__ADS_1


__ADS_2