KAKAKKU MERTUAKU

KAKAKKU MERTUAKU
PART 51 HATI BICARA


__ADS_3

Linda hanya bisa terdiam dan tanpa sadar berdiri mematung di tempatnya berdiri sekarang. Dia sama sekali tidak menyangka kalau David mantan suaminya walaupun belum ada surat cerai mereka, bisa berdiri di depan pintu rumah kontrakannya.


Sementara David juga sama, dia tidak berani menatap wajah istri yang pernah dia kecewakan dan sia- siakan. Bahkan lebih parah dia takut mereka tidak menerimanya sama sekali.


Padahal jauh di lubuk hati David yang paling dalam, dia sangat senang dan bahagia bisa melihat wajah istrinya kembali. Istri yang selalu memberi rasa teduh dan bahagia buat david sebenarnya.


Hanya saja dulu rayuan maut Ica bisa menggelapkan mata David sekejap sehingga tidak lagi melihat keteduhan dan kesetiaan istrinya.


Dia hanya terpaku dengan keseksian Ica dan juga rayuannya di ranjang yang menurut David tulus untuk menyenangkannya saja, ternyata tidak hanya membutakan David tapi banyak pria lain di luar sana.


Untunglah David memiliki seorang asisten yang selalu memagarinya juga, sehingga dia masih bisa menahan diri untuk memberikan Ica segala miliknya. Bahkan asistennya Dodi siap dia pecat demi membela Linda dan tita.


Sekarang mata David benar- benar terbuka lebar. Apalagi setelah mengetahui latar belakang kehidupan Ica yang tadinya mengaku menjadi janda karena suaminya selingkuh, ternyata semua itu adalah bulsyit, karena kenyataanya Ica itu belum pernah menikah tapi hanya menjadi mainan beberapa lelaki hidung belang, bahkan pernah juga menjadi simpanan untuk waktu tertentu. Sebenarnya David sudah malu pada dirinya sendiri sekarang, apalagi kalau berhubungan dengan anak dan istrinya.


Apalagi bila ingat gimana dia sampai beberapa kali memarahi tita bahkan sampai hampir menampar anak gadisnya itu karena dia sudah merasa di permalukan, padahal apa yang di lakukan putrinya adalah untuk menyelamatkannya.


Melihat Linda hanya diam terpaku di tempatnya tanpa ada pergerakan, akhirnya handy yang punya inisiatif untuk bertanya sama pak David.


"untuk apa pak David ke sini, mau nyakitin tita lagi"? tanya handy perlahan tapi penuh tekanan.


David sendiri hanya berani menatap handy, tanpa berani menatap Linda yang selalu menunduk dan sudah meneteskan air mata. Linda sedih bukan karena takut sama David lagi atau kecewa dengan tindakan David yang meninggalkannya, tapi lebih kepada kenapa david nongol lagi di kehidupan mereka, yang pastinya akan mempengaruhi emosi dan hati tita putrinya.


Linda tahu sejujurnya dulu tita sangat sayang banget sama daddynya, bahkan mungkin melebihi cintanya kepada dirinya sendiri. Tapi perilaku daddynya sudah membuatnya jadi sangat kecewa juga, bahkan rasa kecewanya mungkin lebih besar dari rasa cintanya, sehingga dia sangat sulit untuk memaafkan.


David menjadi seperti seorang yang bersalah yang di cuekin oleh orang yang telah dia sakiti, karena Linda hanya tetap menunduk saking gugupnya.


"maaf, saya hanya ingin melihat Linda dan tita" ucapnya pelan hampir tidak terdengar. Dodi asistennya menjadi sangat kasian melihat bossnya di giniin, sekalipun bosnya salah tetap aja sebagai orang terdekat David dia kurang terima jika bosnya di cuekin.

__ADS_1


"tita sedang tidur, mungkin anda temui kapan - kapan aja" ujar handy sambil melirik Linda


"pak handy sendiri ngapain di sini"? tanya David kurang suka handy ada di sana, di kontrakan istrinya dan anaknya.


"Anda salah bertanya pak David, handy di sini karena ini adalah rumahnya, kami hanya nompang di sini" potong Linda langsung sebelum handy menjawab. Linda sudah kurang suka kalau David mencoba mengintimidasi orang - orang yang telah menolong mereka. Apa lagi handy sangat mencintai putrinya tita, entah tindakan Linda benar atau salah yang pasti Linda sudah tidak ingin suaminya itu mengatur hidup mereka.


"sayang" ucap David pelan hampir tidak kedengaran, tapi masih cukup jelas untuk di dengar Linda atau handy.


Linda terlihat ketawa sumbang mendengar kata sayang yang di ucapkan oleh David. Dulu hampir setiap jam kalau David telepon dia mendengar kata - kata itu dan Linda pasti sangat senang mendengarnya, tapi untuk sekarang malah tidak memiliki arti sama sekali buat Linda, bahkan mungkin sangat mengganggu dan sumbang.


"sepertinya Anda salah orang pak, disini tidak ada yang cocok anda panggil sayang." ucap Linda datar.


"Saya rasa anda salah alamat, dan mendingan anda cari dulu alamat sayang anda yang benar" ujar Linda lagi


David terlihat sangat sedih bahkan terlihat airmatanya sudah menggenang tinggal menunggu jatuhnya.


Ibu Linda tidak tahan juga, bobol juga pertahanannya, karena airmatanya tidak bisa di ajak kompromi.


Melihat situasi itu handy jadi serba salah, tetap berdiri di sana takutnya pak David ingin bicara berdua dengan ibu Linda, tapi pergi begitu aja takut pak David khilaf menyakiti mereka lagi.


"Han, tolong bilang Susi untuk menjaga tita jangan sampai bangun" ujar Linda akhirnya. Dia tidak ingin handy melihat pertengkaran atau cek Cok mulut antara Linda dan suaminya. Begitu juga jangan sampai tita melihat laki - laki ini datang dan mereka berdebat lagi.


"iya" jawab handy pendek lalu beranjak masuk ke dalam untuk mencari Susi. Handy akhirnya duduk di kursi yang ada dekat kamar tita, handy takut tita ke bangun dan melihat daddynya.


Setelah handy masuk, Linda juga meminta Dodi asisten suaminya meninggalkan mereka berdua. David terlihat makin berani menatap istrinya itu, memang masih istrinya karena belum ada surat cerai mereka. Dulu David mengurusnya mengalami kendala karena tidak ada bukti yang memberatkan Linda, sehingga prosesnya masih gantung dan David keburu tahu kebusukan Ica.


"Dod, boleh biarkan kami sebentar" ujar Linda tenang dan yakin

__ADS_1


"baik nyonya" jawab Dodi tapi di tepis oleh Linda.


"hush kamu jangan ikut - ikutan linglung, aku bukan nyonyamu lagi, jadi panggil ibu Linda aja atau mba Linda juga boleh" ucap Linda tetap tenang.


"baik" jawab Dodi bingung sambil berlalu, karena walau bagaimana pun dia tahu bossnya masih sayang banget sama ibu Linda ini, bosnya sudah benar - benar menyesal pernah salah langkah.


Setelah Dodi berlalu, terlihat David ingin mendekat, tapi Linda memberikan kode untuk jangan mendekat.


"Lin" ucap David sudah ingin memeluk Linda sangat erat, saking David sangat merindukan istrinya. tapi Linda tidak menanggapinya, dia malah bilang jawaban pedas untuk David.


" Jangan kembali ke masa lalu mas, karena waktu tidak akan bisa di putar lagi, teruslah melangkah" ucap Linda sudah menangis. Pak David juga terlihat hancur dengan penyesalannya, dia sampai jongkok di hadapan Linda.


"tolong maafkan aku Lin, maafkan ke khilafanku" ujar pak David tulus, tapi tidak berarti apa - apa buat tita dan maminya.


"aku sudah memaafkanmu, pergilah, tatalah hidupmu" ujar Linda tulus


"Lin" ujanya terbata


"Jangan membuat semuannya jadi hancur lagi, aku dan tita sudah berusaha mulai dari nol untuk melewati semuannya. Walau sulit tapi kami berdua lolos dari masalah berat ini." ucap Linda datar.


"Jadi tolong biarkan berlalu, jangan ungkit lagi" tegas Linda


Hai semua


Tetap ya guys


like , coment dan vote

__ADS_1


Terimakasih🙏


__ADS_2