KAKAKKU MERTUAKU

KAKAKKU MERTUAKU
PART 112 MANJALAH


__ADS_3

Karena sudah terlanjur bangun, handy akhirnya masuk kamar mandi lalu mandi.Setelah mandi dia membantu istrinya untuk mandi, karena kelihatannya tita kesulitan untuk melangkah turun dari kasur mereka. Tanpa pikir panjang handy menggendong istrinya masuk kamar mandi.


"Berendam air hangat dulu ya sayang biar segar" ucap handy ketika meletakkan tita di dalam bath up itu.


"kak handy mau kemana"? tanya tita membuat handy senyum. Handy senang banget kalau tita bertanya tentang dirinya, tentang apapun itu.


"aku mau keluar sayang, aku tunggu kamu di luar, kalau aku di sini, aku takut akan memakanmu lagi" ujar handy senyum ke arah istrinya.


Tita menjadi malu karena ucapan handy barusan. Dia bingung mau menanggapi gimana, karena saat ini dia memang ngga mau becanda, dia ingin berendam dulu biar rileks dan segar.


Saat istrinya sedang berendam handy sudah memesan sarapan untuk di bawa ke kamar mereka, sehingga ketika tita keluar dari kamar mandi nantinya semua sudah tersedia.


Handy dengan sabar menunggu istrinya itu berendam, karena dia tahu tita memang sangat cape.


Begitulah rutinitas tita dan handy selama tiga hari di hotel. Palingan mereka keluar hanya untuk makan di restoran. Selebihnya tita ingin menikmati semua fasilitas hotel mewah itu.


Setelah tiga hari menginap di hotel, hari ini tita dan handy akan pulang ke rumah handy. Dari pagi valdo sudah sibuk mengatur semuanya dan juga sekarang akan menjemput mereka dari hotel.


Handy masih sangat sumringah khas pengantin baru, bahkan senyum tiada pernah hilang dari wajahnya. Handy bahkan juga tidak pernah melepaskan tangannya dari tangan tita sedikitpun.


Begitu sampai di lobby hotel, valdo sudah menyambut mereka bersama pak Yanto.


"Silahkan nyonya tita dan tuan handy" ucap valdo sambil membungkuk.


"terimakasih om valdo" ujar tita lalu masuk mobil di ikuti oleh handy.


"kita kemana nih bro" tanya valdo begitu mereka masuk mobil.


"pulang"


"ke rumahmu atau ke mertuamu" tanya valdo lagi


"ke rumahku" ujar handy


Mobil mewah itu langsung meluncur menuju rumah besar handy. Tita yang duduk dekat handy sangat bangga dan bahagia memiliki suami sangat pengertian dan bisa memahaminya. Handy memang sangat memanjakan tita.


"kak handy, nanti dirumahmu aku harus masak ga"? tanya tita senyum


Handy hanya senyum mendengar ucapan tita.

__ADS_1


"Tita sayang, rumah kita, nanti di rumah kita sudah ada koki dan teamnya yang akan menyiapkan makanan kita, kamu tidak perlu ikut turun ke dapur" ujar handy mencubit hidung mancungnya.


"tapi nanti aku masih bisa kerja kan kak" tanya tita lagi.


"tita sayang, kalau kamu ingin kerja silahkan, yang penting jangan sampai kecapean, karena aku ingin kita segera punya anak" ujar handy pelan tapi tegas.


"iya kak, tidak akan kecapean kok"


"bagus, istriku sangat pengertian sekali" ujar handy bahagia. Bersamaan dengan itu telepon handy berbunyi ternyata pesan dari ibu Linda, minta di kabarin kalau mereka sudah di rumah.


Tita yang tidak romantis pun merasa sangat bahagia sampai dia menjatuhkan kepalanya di dada bidang handy. Handy masih berbalas chat dengan mertuannya, dan ketika dia ingin menaruh handphone di sakunya dia lihat ternyata istrinya sudah tidur.


"busyet ternyata dia sudah tidur" gumam handy tapi di dengar oleh valdo. Valdo sampai melihat sekilas ke belakang dan benar saja ternyata tita sudah tidur.


"gila Lo bro, Lo embat berapa kali bini Lo sampai segitu capeknya" goda valdo


Bukannya marah, handy malah semakin senyum senang.


"yah Lo tahu lah pengantin baru bro, setiap dekat tita gue ngga tahan" ujar handy jujur, dan valdo juga pasti mengakui itu karena dia juga pernah muda. Jadi itu wajar menurut valdo.


Tidak terasa mereka sudah tiba di rumah besar handy, mereka sudah di sambut bibi yang tertua menjadi art handy. Tanpa di suruh pun mereka seolah berbaris menyambut bos barunya.


Tita yang tadinya masih tidur hendak di gendong oleh handy. Tapi baru aja handy melangkah turun, tita sudah terbangun. Sejenak tita bingung ini ada dimana, barulah dia tahu mereka sudah sampai ketika melihat rumah megah handy.


"iya sayang, welcome to our house" ucap handy sambil merentangkan tangannya.


Handy menggandeng tita untuk masuk, sementara valdo dan pak Yanto mengikuti dari belakang tapi langsung keruang belakang lewat samping.


"selamat datang tuan handy dan nyonya muda" sambut para pembantu handy membuat tita merasa lebay.


"iya makasih bi" balas tita


Sementara Handy hanya terlihat datar dan biasa aja. Terdengar para art itu berbisik - bisik.


"nyonya kita sangat cantik ya, mulus banget"


"nyonya kita masih muda, tuan sangat beruntung"


" aduh nyonya kita cantik banget, tidak sia - sia tuan nunggu lama"

__ADS_1


Walaupun artnya berbisik - bisik, karena ucapan mereka positif handy diam aja, dia hanya senyum dalam hati. Lalu dia dan tita berhenti sejenak.


"Tolong kalian semua dengarkan ini" ujar handy mulai bicara serius


"Ini nyonya tita, dia adalah nyonya kalian. Kedepannya mungkin kalian akan banyak berhubungan dengan dia daripada saya. Yang perlu kalian tahu, nyonya tita tidak boleh megang urusan dapur kecuali seizin saya" ucap handy mantap.


Tapi tita sebenarnya sedikit kurang setuju karena menurutnya kodrat wanita adalah urusan dapur juga. Tapi mau berontak sekarang tita ngga mau suaminya itu terlihat terlalu mencintainya di depan para art mereka. Akhirnya tita hanya tersenyum manis untuk semuannya.


Setelah perkenalan singkat itu handy langsung mengajak tita ke kamar mereka, yaitu kamar utama. Kamar yang sangat mewah menurut tita di lengkapi wardrobe juga yang berisi penuh pakaian handy.


ceklek


Ternyata lagi - lagi kamar handy sudah bertabur bunga yang indah dan harum, dan sekarang tita sudah tidak bertanya lagi dia hanya menikmati setiap keindahan itu. Tita melangkah dan duduk di pinggir tempat tidur besar handy.


"Selamat datang di kamar kita sayang, kamar yang menjadi saksi bisu percintaan kita" ucap handy lagi, sementara tita hanya senyum.


Handy mengajak tita ke ruang wardrobenya dan menjelaskan kepada tita.


"ini ruang ganti kita, nanti setiap hari ada yang mengambil cucian dari sini" ucap handy menjelaskan sedikit


"kak handy" ucap tita sudah tidak tahan untuk tidak bicara.


"hmmm, kenapa sayang"? tanya handy lembut


"kalau tadi kak handy bilang aku ngga boleh ke dapur ngga apa - apa, tapi kamar kita boleh ngga aku beresin sendiri. soalnya ini kamar pribadi kak, tempat privacy kita, sejujurnya aku ngga suka ada orang lain yang masuk sekalipun art" ujar tita


Handy tersenyum, dia juga setuju dengan istrinya itu, hanya saja dia ngga mau tita cape.


"terserah tuan putri, yang penting tuan putri tidak boleh cape, karena aku ingin kita segera punya bayi" ucap handy lucu.


"tidak kak, aku tidak akan cape kok, daripada aku ngga punya kerjaan, bengong doank" ucap tita memutar bibirnya seperti biasanya.


cup


Handy langsung mengecup bibir itu dan memeluk istrinya dari samping.


"Sebenarnya bagiku cukuplah kamu manja dan perhatian sama aku, itu sudah cukup. Tapi sekarang lakukan yang membuatmu senang tapi tetaplah manja" ucap handy lembut.


Hallo semuanya, author tetap mengharapkan dukungannya ya

__ADS_1


like, coment dan vote


Terimakasih sudah setia🙏


__ADS_2