KAKAKKU MERTUAKU

KAKAKKU MERTUAKU
PART 63 DIA PAPIKU


__ADS_3

Handy langsung mendekati tita pacarnya bersama valdo.


"ta" panggil handy dan langsung di dengar oleh tita.


"ehhh kak handy, udah ya meetingnya"? Tanya tita antusias membuat rasa khawatir handy menguap.


Tita selalu mengutamakan dirinya dan tita itu bukan cewek yang suka tebar pesona. Makanya handy sangat yakin dengannya


"cil, udah lama"? tanya valdo


"belum om valdo, baru kok"


"ya sudah, berarti kami jalan sama pak Yanto ke kantor, pak handy nanti saya hubungi kalau ada yang penting di kantor" ucap valdo


"hmmm"


akhirnya mereka keluar dari gedung itu.


"berikan kunci mobilmu" ucap handy ke tita


"aku aja yang nyetir ya kak, sekalian latihan" ujar tita senyum membuat handy tidak bisa menolak.


"ya sudah ayo"


Valdo dan pak Yanto Langsung pulang ke kantor dengan mobil handy. Sementara handy dan tita menuju mall SS menggunakan mobil baru tita.


Di perempatan lampu merah, tita mengalami sedikit masalah. Karena tita masih belajar dan sangat hati - hati, ketika lampu kuning tita sudah pasrah berhenti sehingga mobil yang di belakangnya sudah berisik klaksonnya karena masih bisa terobos menurut mereka. Akhirnya tita membanting stir ke kiri karena hampir di senggol dari kanan, untungnya sangat perlahan. Tita hanya melewati garis pada Marka jalan.


Handy masih menenangkan tita yang sempat agak kaget. Tapi bukan hanya itu, ternyata tita membuat seorang laki - laki yang tadinya ingin menyebrang, jatuh terduduk di trotoar jalan.


Tita langsung ingin menolong bapak itu, karena sepertinya kaki bapak itu agak keseleo karena kaget.


Tita langsung membuka pintu mobilnya dan menolong bapak itu. Melihat tita keluar mau ngga mau handy ikut keluar.


"pak, bapak tidak apa - apa" tanya tita sopan dan ramah


"tidak apa - apa neng, aku cuma kaget tadi" ucapnya lagi


"maaf ya pak" ucap tita tanpa sungkan membantu bapak itu berdiri. Dan betapa kagetnya handy melihat laki - laki itu.


jedarrrr


'papi' gumamnya hanya berdiri mematung jadinya.

__ADS_1


"kak handy , tolongin keburu lampu hijau" ucap tita melihat handy bengong.


Sementara pak Hadi, mendengar nama handy membuatnya melihat laki - laki itu, laki - laki yang berdiri tidak jauh darinya dan sedang melihatnya dingin.


Pak Hadi langsung bangun berdiri menatap anaknya dan menunduk kembali.


"maaf neng" ucap bapak itu sambil ingin berlalu, tapi keburu lampu hijau jadi bapa itu belum bisa nyebrang lagi.


"pak, awas sudah lampu hijau" teriak tita membuat pak Hadi terdiam dan seperti orang bingung karena sudah sangat ingin segera berlalu dari sana.


Tapi tita malah menarik bapak itu untuk naik ke mobilnya.


"ayo pak, naik mobil dulu biar bapak nyebrang di sana" ujar tita setengah menyeret pak Hadi.


Sementara handy masih terdiam bengong karena bingung juga. Di satu sisi dia ingat ucapan pak David tapi disisi lain kebenciannya kepada papinya belum berkurang.


"kak handy, bapak ini ikut sampai ke sana ya, kita putar balik bentar, kasian kak" ucap tita kearah handy.


Handy makin bingung. di satu sisi dia tidak mungkin cuekin tita, disisi lain kenapa harus laki - laki bejad ini.


"ngapain nolongin dia ta" ucap handy dingin tanpa menatap mereka. Jelas tita sangat kaget, apa kak handy ngga suka menolong orang yang di pinggir jalan, karena kadang ada juga yang modus emang, ternyata mereka punya tujuan.


"bapa ini perlu di tolong kak" ngotot tita. Sementara pak Hadi yang mendengar ucapan anaknya, sudah pasrah menerima nya, dia memang tidak perlu di tolong, karena dia adalah orang yang paling berdosa yang membuang anak dan istrinya demi selingkuhannya.


"apa, bapak bilang apa, bapak kenal kak handy" cecar tita yang heran bapak itu seolah sudah kenal handy karena sangat fasih menyebut namanya.


Pak Hadi menatap tita dengan linangan air mata dan kemudian menatap handy sekilas lalu kembali menunduk, melihat kantong plastiknya yang berisi sayuran yang baru dia beli.


"ayo pak masuk dulu aja, cerita di mobil" ujar tita sambil membuka mobilnya. Pikir tita dia akan bicara dengan bapak itu dengan tenang dulu di mobil. Entah kenapa tita sepertinya sangat ingin berbincang dengan bapak itu.


Handy yang melihat tita memasukkan pak Hadi ke mobil, langsung masuk ke mobil lagi di samping supir, sementara pak Hadi di masukkan di bangku belakang.


Tita langsung duduk di depan kemudi dan langsung menghadap ke belakang.


"pak, sebenarnya bapak mau kemana, hanya mau ke sebrang doank" tanya tita antusias


"iya neng" jawab pak Hadi asal karena dia takut sama tatapan handy.


"ya sudah kita anterin bapak nyebrang ya pak, kasian bapak harus dua kali nyebrang lagi" ujar tita masih antusias sambil melihat ke sebrang jalan sana, sementara handy masih diam seribu bahasa.


"kak handy yang nyetir deh kak, tita masih grogi" ujar tita sambil melihat wajah handy yang ternyata sangat tidak bersahabat. Tita belum tahu hubungan handy dengan pak Hadi.


"kak handy, kak handy marah ya" tanya tita ambigu sementara pak Hadi makin menunduk karena ngga sanggup menatap handy walaupun dia sangat merindukannya.

__ADS_1


Melihat tita takut gara - gara menolongnya akhirnya pak Hadi ikut bicara.


"maafkan aku Han, aku memang tidak perlu di tolong, biar aku nyebrang sendiri neng" ucap pak Hadi melihat handy dan tita bergantian.


Tita merasa tidak enak dan tidak tega, tapi dia juga tidak bisa melawan handy, karena biasanya pertimbangan handy sudah matang sementara tita lebih ceroboh.


Melihat tita merasa sedih dan merasa bersalah membuat handy geram dengan keadaan ini. Handy tidak pernah membiarkan tita sedih dan merasa bersalah, tapi sekarang lihatlah dia merasa bersalah dengan lelaki tua ini.


"sekarang kamu sudah puas, membuat wanita yang kucintai sedih lagi" ucap handy keras ke arah papinya.


"kenapa sih, kamu selalu menyakiti wanita yang kusayangi, kenapa"? ujar handy sambil meraih tita yang terlihat ketakutan dari tadi.


Ucapan handy barusan membuat tita melongo karena ngga tahu duduk ceritanya.


Pak Hadi makin menunduk menyembunyikan tangisnya. Perlahan tangannya membuka pintu mobil itu sebelah kiri berniat lari dan pergi jauh dari sini.


Tapi terlambat, handy sudah mengunci pintu mobil itu. Handy takut tita nekad turun untuk menyebrang kan papinya.


"kak handy kenal bapak ini"? tanyanya untuk menjawab banyak pertanyaan dalam hatinya.


"Dia laki - laki yang membuatku lahir ke dunia ini sayang, tapi menelantarkan ku dan mami demi pelakor itu" ucap handy berapi - api.


deg


'jadi ini papinya kak handy' batin tita sangat kaget.


Memang sih walaupun sudah tua dan terlihat kurang rapi, masih terlihat sisa - sisa ketampanannya di masa mudanya.


"berarti papinya kak handy'" ujar tita tanpa sadar


"iya ta, dia papiku, karena tidak ada mantan papi kan"? ujar handy datar, tapi membuat tita berpikir lain.


'kenapa Tuhan mempertemukan handy dan papinya dengan kondisi seperti ini, handy dengan segala kemewahan sementara Hadi sangat sederhana' batin tita.


"ohhhh maaf ya pak, maaf" ucap tita malah berkali - kali sambil membungkuk membuat pak Hadi makin tidak enak sama handy anaknya, sementara menurut tita entah kenapa dia tetap harus hormati orang tua handy.


Hai pembaca setiaku


Dukung terus ya


like, coment dan vote


Terimakasih🙏

__ADS_1


__ADS_2