
Hari berlalu, ternyata sudah seminggu tita bekerja sebagai asisten pribadi handy. Itu sich namanya doank, yang benar adalah tita harus selalu berada dekat handy, tidak perlu ada yang dia kerjain.
Hari ini tita ingin berangkat ke kantor seperti biasa, dia sudah bangun pagi - pagi dan bersiap sampai handy datang menjemputnya. Namun pagi ini beda, yang datang duluan ternyata adalah pak David.
Begitu tita keluar dari kamarnya, bukannya handy yang duduk di sofa ruang tamu, tapi pak David daddynya. Tita yang kaget hanya bisa berdiri di tempatnya dulu. Tapi ibu Linda maminya membuyarkan lamunannya. Terlihat ibu Linda dan pak David juga masih terjadi ke kakuan.
"tita sayang, sudah mau berangkat" tanya ibu Linda basa basi, karena dia sudah tahu putrinya sudah siap dari tadi, tinggal nunggu handy.
"iya mi" ujar tita jelas kikuk.
"duduk dulu nak, tunggu handy di sini" ujar ibu Linda lembut
Tita tidak menjawab lagi, dia langsung melangkah mendekati maminya dan duduk di samping maminya.
"Salim daddymu dulu donk" perintah Linda karena tidak mau anaknya jadi anak yang tidak menghormati orang tuanya.
Tita bangkit dalam diam dari duduknya, serta mengulurkan tangannya kepada pak David, dan begitu disambut oleh pak David dia cium punggung tangan daddynya, lalu dia kembali duduk dekat maminya.
"mas David kayaknya sudah lebih sehat"? tanya Linda basa basi
"iya Lin, aku sudah berobat dan sudah merasa sangat baikan, berkat kalian aku semangat sehat lagi" ujar David senyum. Linda dan tita saling melirik mendengar ucapan handy.
"tita mau berangkat kerja"? tanya pak David pelan dan siap di jutekin sekalipun, karena dia sangat sadar diri.
"hmmmm" hanya itu jawaban tita
"boleh Daddy antar ngga, Daddy ingin bicara sedikit"? tanya pak David penuh permohonan. Tita jadi bingung, jujur dia belum ingin satu mobil dengan daddynya karena biar bagaimanapun dia masih sakit hati sama daddynya. Tapi sampai kapan, sementara daddynya sepertinya sangat ingin bicara dengan dirinya.
"tidak usah , kak handy juga udah mau nyampe kok" ujarnya asal.
"tapi Daddy ingin mengantar kamu ta, Daddy ingin bicara berdua, boleh ngga"? mohon pak David
"ta, pergilah, sekali - sekali di antar Daddy ngga apa - apa, ntar mami ngomong sama handy" ujar ibu Linda menengahi, karena dia lihat pak David sangat kangen sama tita.
"ya sudah" jawab tita bersamaan dengan handy yang nongol di ruangan itu.
Handy juga lumayan kaget sih melihat pak David ada di ruang tamu rumah tita.
"pagi semua" ucap handy seperti biasa tapi ternyata ada orang yang tidak biasa ada di sana.
"pagi" jawab Linda senyum
"pagi kak" jawab tita juga lembut
__ADS_1
"sudah siap jalan sayang" ujar handy
Tapi tita tidak langsung beranjak, dia melihat maminya dulu baru melihat handy lagi.
"Han..." ibu Linda baru mau ngomong ketika tita langsung memotong.
"hari ini aku diantar dad...Dy, katanya mau ngomong" ujar tita datar dan terbata - bata tanpa berusaha berbohong. Mereka semua melirik tita lalu melirik handy, melihat reaksi dari handy.
"ohhhh ya sudah sayang, ngga apa - apa, kak handy ngikut di belakang mobil pak David" ucap handy lagi langsung setuju, karena tidak ada alasan baginya untuk tidak setuju.
"ohhh iya" ucap pak David lega karena handy langsung setuju. Tadinya dia sedikit ilfeel karena hidup tita sekarang sepertinya tergantung sama handy.
Mereka akhirnya beranjak untuk segera berangkat. Handy langsung menggandeng tangan tita menuju mobil pak David. Sementara pak David ternyata masih bicara dengan ibu Linda.
"Lin, sekarang aku sudah sehat, nanti siang aku tunggu kamu di cafe sky, aku ingin bicara banyak sama kamu. Sekarang aku bicara dengan tita dulu" ujar pak David serius.
Ibu Linda belum menjawab, pak David sudah berlalu dari tempat itu.
Pak David langsung menuju mobilnya dan berlalu dari tempat itu. Ternyata di mobil supir pak David sudah standbye. Handy masih menggandeng tangan tita sambil bicara.
"nanti turun di lobby ya, langsung naik"
"hmmmm, oke boss" jawab tita ceria dengan gayanya.
"yahhh kak handy, rambut tita jadi berantakan kan" ujar tita sambil cemberut entah seperti apa bentuk bibirnya.
"ngga apa - apa berantakan, biar aku doank yang tahu kalau calon istriku cantik" ujar handy santai
"ihhhh itu mah tujuannya jelek, masa biar aku terlihat jelek" ujar tita lagi.
"hehehe soalnya aku takut sayang kalau kamu terlihat sangat cantik" ujar handy
"harusnya bangga donk kak punya pacar cantik" ujar tita sewot
"bangga sekaligus takut, soalnya gimana kalau kamu di goda orang kan aku yang akan stress, bisa gila aku ta" ujar handy serius
"oh iya, benarkah itu pak handy" tanya tita dengan mimik tak percaya dan baru tahu membuat handy gemes setengah mati, kalau ini tadi di ruangan handy sudah pasti handy akan cium bibir yang monyong itu.
Bersamaan dengan mereka berdebat pak David sudah tiba di tempat itu. Pak David langsung membuka pintu mobil untuk tita dan mempersilahkan tita masuk. Sementara handy langsung masuk mobilnya dan mengikuti mobil.pak David dari belakang.
Baru aja mobil itu melaju di jalan raya, pak David sudah mulai bicara serius.
"Ta, kira - kira kapan pernikahan kalian"? tanya pak David
__ADS_1
"bulan depan" masih jawaban yang pendek - pendek
"apa persiapannya sudah cukup matang" tanya pak David lagi
"ngga tahu"
"apa handy yang handle semua" tanya pak David lagi
"hmmmm"
"boleh Daddy ikutan berpartisipasi ta" tanya pak David takut - takut..Tita tidak langsung menjawab karena dia bingung, akhirnya dia bengong sendiri.
"Daddy tahu handy bukan orang sembarangan, Daddy tahu dia bisa mengurus semuanya, tapi jika kamu izinkan Daddy ingin terlibat dalam pernikahan putri Daddy ta, anggap aja hanya ini yang bisa Daddy lakukan" ujarnya lagi.
Tita masih bingung, dia juga ngga berniat buat pesta yang gimana sebenarnya dan dia juga bukan orang yang senang di puji orang lain. Tapi mau gimana lagi sekarang, dia harus jawab apa ini.
"apa ini yang mau di bicarakan dari tadi"? tanya tita masih belum ramah.
"iya ta, Daddy semangat sembuh demi bisa melihat kamu bahagia" ujar pak David jujur.
"Daddy hanya punya satu putri, walaupun Daddy belum bisa membahagiakan kamu paling tidak Daddy bisa melihat kamu bahagia di hari pernikahan kamu" ucapnya lagi
Tita belum menjawab ucapan pak David, ketika telepon pak David berdering, dan ternyata itu dari Dodi asistennya.
Pak David terlihat bicara serius dengan Dodi tentang kerjaan kantor. Sementara tita otak dan pikirannya belum sejalan dengan gerak tubuhnya kadang - kadang. Ternyata dia juga kangen sama pak David.
Tanpa terasa mereka sudah tiba di kantor handy, dan supirnya pak David berhenti persis di lobby kantor handy.
"ohhh ini kantor handy," ujar pak David manggut - manggut.
"iya, ini kantornya, kalau mengenai yang tadi tanya aja mami, kalau mami bilang iya saya juga iya, saya nurut mami" ujar tita sambil melangkah turun dari mobil pak David dan yang juga di ikutin oleh handy yang baru turun dari mobilnya juga.
"pak David, mari mampir dulu di kantor saya" ucap handy sopan.
"terimakasih pak handy, tapi saya juga ada kerjaan yang tertunda dari kemarin, saya harus buru - buru" ujar pak David sopan tapi tanpa beranjak turun dari mobilnya.
Hallo semuannya, jangan bosan ya
dukung terus tulisan ini
like, coment dan vote
Terimakasih🙏
__ADS_1