KAKAKKU MERTUAKU

KAKAKKU MERTUAKU
PART 38 JAGA DIA


__ADS_3

Begitu sampai di boutiq yang di tuju, tita langsung mengambil pakaian yang dia suka kemarin dan langsung berjalan ke kasir. Hatinya masih terngiang ucapan Ica tadi, ucapan wanita murahan yang menyamakannya dengan wanita murahan juga.


Setelah mengambil pakaian itu dengan diam tita langsung menuju kasir.


Handy mengikutinya dengan setia, hati handy ngga kalah emosi, orang yang dia sayang di hina di depan matanya tapi dia tidak bisa berbuat apa - apa.


"cukup ini aja, nanti sampai rumah masih ada yang ketinggalan" goda handy berusaha senyum tapi gagal, tita tetap pada mode diam dan sedih.


Tita langsung memberikan kartu maminya kepada kasirnya, tanpa dia perhatikan kartu mana yang di gesek kasir. Karena tadi handy sudah lebih dulu memberikan kartunya ke kasir.


Tita langsung mengambil paper bag yang di berikan kasir beserta kartu dan struk belanjanya. Dia langsung masukkan struknya ke dalam paper bag dan kartu maminya ke dalam tasnya.


Handy akhirnya hanya mengikuti tita dari belakang, karena tita sepertinya sangat menjaga jarak takut di bilang dia sebagai sugar Daddy.


'Ya ampun kenapa aku ga melakukan apa - apa tadi' gumam handy penuh sesal.


'Tapi mereka wanita, aku ngga mungkin main tangan' batin handy lagi.


Dia langsung mengambil handphonenya dan telepon valdo.


dddrrttt dddrrttt


"iya han"


"apa wanita itu sudah beres"


"ini lagi otw gudang"


"serahkan wanita itu ke pada orang - orang di situ, biar aja mereka gilir sampai mampus" ucap handy kesal.


"iya han, tapi sebenarnya apa yang mereka lakukan"?


"Dia menghina tita sebagai cewek ngga benar karena jalan sama aku"


"gila nih cewek"


"Dan kamu tahu sekarang tita terus menangis, jadi semua airmata tita ini harus di ganti wanita itu" ucapnya tegas.


"oke han, kamu jaga tita aja, aku beresin sampah ini"


Valdo sudah tahu jalan cerita lengkapnya. Wanita ini masih menganggap dirinya jago ternyata. Dia mungkin belum tahu atau lupa siapa handy.

__ADS_1


Valdo langsung memberi perintah membawa dua wanita itu ke gudang lama mereka, gudang yang sudah lama tidak di gunakan.


Begitu sampai disana penutup mata kedua wanita itu sudah di buka. Lakban mulutnya juga sudah di buka, tadi di mobil terpaksa di lakban karena mencoba teriak.


"gimana nona manis, sudah ingin menikmati jamahan kita" ucap Dodo berbadan tegap hitam itu.


"siapa kamu"? teriak teman Ica


"woww emank selalu harus berkenalan ya setiap kalian melayani laki - laki, bukannya yang penting duitnya " ucap Dodo sambil mengambil duit yang tadi diberikan valdo dan mengibas - ibaskanya di udara.


"sialan kamu" ucap Ica memancing emosi Dodo.


plakkkk


"Jaga bicaramu disini bukan panggungmu, dan juga bukan kasurmu. Kasur empuk yang biasanya kamu gunakan untuk melayani laki - laki berduit. benar kan"? tanya Dodo penuh tekanan.


"hei kalian bertiga, bawa satu wanita ini, terserah kalian mau main dimana, pokoknya nikmati sampai kalian puas" ujar Dodo membuat ketiga anak buahnya yang di suruh tadi nyengir - nyengir aja.


"aku ngga mau" teriak temannya Ica


"kamu suka kekerasan juga rupanya" ujar Dodo mendekat.


"jangan tolong jangan" ucapnya minta ampun.


"apa kalian sudah sadar sekarang telah membangunkan macan tidur" ucap Dodo


"tapi kami tidak berbuat apa - apa" balas Ica sok berani.


"oh iya, kamu yang bernama Ica. Lalu mulutmu ini tadi ngomong apa kepada pacar bosku. Kamu tahu betapa berharganya nona itu, jadi menyebut namannya saja mulutmu ini sangat tidak pantas" ucap Dodo menepuk - nepuk pipi Ica.


"ternyata anak manja itu' ucapnya tanpa sadar membuat tangan Dodo langsung melayang membuat mulutnya langsung berdarah dari sudut bibirnya.


"coba bicara lagi" ucap Dodo memegang kedua rahang Ica.


Teman Ica menjadi takut kepada Dodo, karena terlihat laki - laki ini tidak akan bisa di goda. Sepertinya dia tidak akan bisa di luluhkan dengan rayuan ranjang. Dia laki - laki yang tidak menggunakan perasaan.


"kenapa diam" ucap Dodo mendekatkan wajahnya ke wajah Ica.


Ica sudah tidak ada nyali ternyata. Setelah melihat perlakuan Dodo yang tidak ada perasaan sama sekali bahkan terhadap cewek. Akhirnya Ica menangis sambil menunduk.


"kalian bertiga bawa yang kalian suka, terserah kalian mau apain, atau kalian mau pake bergantian tidak apa - apa. Yang penting buat mereka tidak melupakan kejadian ini seumur hidupnya biar jangan di ulangi." ucap Dodo sambil mengambil rokok dari sakunya.

__ADS_1


Akhirnya tiga orang itu memilih teman ica yang belum berdarah - darah. Karena sekarang wajah Ica sangat tidak enak untuk dilihat. Mereka bertiga sambil nyengir - nyengir membawa wanita itu ke dekat kamar mandi. Entah mau mereka apain, yang pasti pesan Dodo sampai hancur benar.


Sementara Ica yang masih menunduk itu, tidak bisa membayangkan nasibnya selanjutnya. Dia sudah tidak bisa berpikir juga, boro - boro berpikir untuk kabur, bahkan selamat aja dengan cara apapun sepertinya tidak mungkin.


'Kenapa semua urusan yang berurusan dengan David, ujung- ujungnya berurusan dengan handy ya' batin ica.


'padahal sekarang juga maminya sudah tidak bersama om Hadi lagi, kenapa harus handy mengusik hidup Ica sebagai anaknya Laura' batin Ica menggerutu.


"kalian berempat selera ngga sama wanita ini" tanya Dodo kepada anak buahnya yang masih berada di sana, membuyarkan lamunan Ica. Berarti sebentar lagi dirinya bakal di gilir laki - laki ini.


"masih bos" ucap salah satu mereka sambil senyum mengandung makna.


"pintar kamu, wajahnya doank yang rusak, dalamnya belum, tutup aja wajahnya" ucap Dodo enteng.


Mereka berempat ingin mengangkat Ica dan membawanya ke pojok.


"bawa gih kesana, jangan di depan saya juga kalian santap dia" ujar Dodo.


"oke bos" mereka menyeret Ica ke ruangan sebelah yang agak longgar. Ica sudah tidak bisa berpikir lagi, tidak ada gunannya melawan juga. Benar - benar sudah blenk dan sudah pasrah apapun yang terjadi. Sebenarnya dilecehkan atau apalah namanya, bagi dia tak masalah, toh dia juga sudah melayani banyak sekali laki - laki. Dia hanya berharap bisa keluar dari tempat ini dengan selamat.


Dodo memvideokan semua itu dan mengirimkannya kepada valdo.


Valdo di dalam mobilnya di luar gudang itu menerima kiriman video itu sambil tersenyum dingin. dia membalas chat Dodo lagi.


'buat dia tidak bisa lagi mengulangi perbuatannya, terserah entah membuatnya cacat seumur hidup, yang penting jangan sampai bos melihat wajahnya lain kali, pastikan tidak bisa menggoda laki - laki lagi' pesan valdo kepada Dodo


'baik bos'


'nanti masuk kalau semua sudah beres dan tunjukkan hasil akhirnya' chat valdo lagi


'baik bos'


Valdo mengintip sebentar ke dalam gudang itu dan dia dengar suara - suara anak buah Dodo sedang ketawa - ketawa sambil ngomong ngga beraturan. Valdo juga memastikan Dodo masih di tempat ini, dia melihat Dodo sedang merokok dan main handphonenya.


Valdo keluar dari lingkungan gudang yang sumpek itu. Dia langsung melajukan mobilnya ke rumah tita.


Hai guys


Masih setiakan guys


Dukung terus ya

__ADS_1


like , coment dan vote


Terimakasih🙏


__ADS_2