
"ya ampun Han, kira - kira donk. masak kamu se bucin itu sih" ujar valdo gemes dan geram sekaligus.
"ngga tahu" ujar handy enteng
"tapi aku terus ngga bisa tidur, makin aku paksa makin aku ingin ke rumah tita untuk melihat wajahnya dulu, ceriwisnya dan juga bawelnya" ucap handy sambil menerawang.
Valdo melihat hal ini sepertinya serius. Handy tidak pernah jatuh cinta sampai segitunya. Bahkan mungkin dia tidak pernah memuji cewek lebih dari sekali pertemuan, berikutnya pasti sudah tidak menarik buatnya.
"sebenarnya kamu sudah ngomong belum sih sama tita"? tanya valdo
"belum" jawab handy enteng lagi
"terus kalau kamu ngga ngomong gimana dia tahu hatimu handy"? tanya valdo sampai menyebut nama handy lengkap karena gemesnya sama handy, kenapa jadi lelet kalau mengenai wanita. Padahal kalau mengenai kerjaan dia tidak pernah butuh waktu lama sampai curhat - curhat segala.
"terus terang aku takut val, baru kali ini aku merasa takut. Takut tita tolak terus aku jadi benci sama tita, aku belum siap itu" ujar handy gamang
Valdo yang sudah terbiasa bersama handy, sangat tahu kalau teman sekaligus bosnya itu benar - benar lagi galau. Soalnya valdo sudah banyak tahu sifat dan sikap handy kalau lagi galau.
Valdo pun bangkit dari kursinya mendekati handy.
"sory bro, saya rasa saya juga ngga bisa kasih solusi kalau mengenai hati, karena aku bukan dokter cinta. Tapi satu hal yang pasti sih, cinta itu butuh pengorbanan. " ujar valdo membuat handy makin bingung.
"maksud Lo"
"maksud gua bos, Lo harus siap kehilangan tita kalau memang dia tidak mencintaimu, dan jangan juga membencinya karena cinta tidak bisa di paksa bro" ujar valdo serius.
"tapi bahkan sekarang aku tidak bisa tidur karena mikirin dia" ujar handy lemas
"berarti mulai sekarang kamu harus menyiapkan diri untuk hal terpahit tadi, mulai besok sepertinya kita tidak usah ke rumah tita dulu, kita lihat gimana reaksinya tita dan Bu Linda, mereka kehilangan ngga"? ucap valdo lagi sangat serius. Karena valdo tidak ingin temannya ini tenggelam makin jauh ke dalam cinta bertepuk sebelah tangan, mengingat sekarang bertemu aja tita sangat enggan.
Terlihat handy menarik nafas panjang. Valdo langsung mengajak temannya itu kembali kedunia mereka zaman dulu sebelum sering ke rumah tita.
"gimana kalau besok kita ke club, sudah lama bro kita tidak kesana" ujar valdo
__ADS_1
"hitung - hitung sekalian kamu mencoba move on dari kebiasaan kita ke rumah tita dan ibu Linda" lanjut valdo.
Handy masih terlihat enggan untuk menjawab. Dia masih setia dengan diamnya.
Setelah mereka sama - sama terdiam sejenak akhirnya handy juga memutuskan sendiri.
"ya sudah besok kita ke club Dion" ujarnya
"nah begitu donk bro, harus bisa mengambil keputusan sekalipun dalam posisi galau.
Karena merasa sedikit plong setelah curhat sama valdo, handy langsung pamit pulang. Sebelum pamit pulang dia menghubungi dokter pribadinya untuk memberikannya obat tidur. Kebetulan dokternya itu tinggal satu komplek juga dengan handy.
Setelah menerima obat tidur yang di kirim dokternya, handy langsung minum obat itu dan naik ke tempat tidur, tidak berapa lama dia tidur.
Keesokan harinya handy bangun ketika valdo yang membangunkannya, karena hari sudah siang.
Setelah di bantu bersiap oleh valdo akhirnya mereka sudah duduk di meja makan. Tapi karena valdo sudah sarapan dari rumah, dia hanya menemani handy sarapan sambil dia cerita sebagian kegiatan handy hari ini.
Tanpa terasa hari sudah siang, tiba waktunya untuk makan siang. Valdo sengaja membuat handy sibuk supaya mereka makan siang di kantor aja.
Sore harinya begitu handy sudah akan pulang, valdo langsung menghubungi Dion teman mereka dulu.Dia mengatakan kalau mereka sedang otw ke clubnya.
Setelah keluar dari perusahaan, valdo langsung mengajak handy ke club Dion dengan alasan sudah di tunggu. Pokoknya valdo tidak mau kalau sampai handy punya waktu luang untuk mikirin tita.
Begitu sampai di club Dion sudah menunggu mereka.
"tumben nih bos punya waktu luang, biasanya sibuk terus" goda Dion
"biasalah semua kan bisa berubah ion" ucap valdo
"iya sih semua bisa berubah emank" canda Dion sambil ketawa.
"dimana ruangannya, private kan" tanya valdo
__ADS_1
"ayo deh, aku anterin, soalnya tamunya bos nih, biar uang tipku gede" goda Dion ketawa lagi sambil mempersilahkan valdo dan handy mengikutinya ke private room.
"sialan Lo" ujar handy
Jadilah mereka bertiga minum di ruangan itu sambil cerita ngalor ngidul.
"hei bro, kapan undangannya, jangan kelamaan lah" ujar Dion sambil mereka minum
Valdo hanya ketawa menjawab pertanyaan Dion kepada handy. Dia tahu handy akan marah sama Dion, tapi bukan marah benaran sih, cuma bercanda, karena handy pasti ngga suka kalau ditanya soal undangan.
Mereka akhirnya di club itu sampai malam agak larut. Barulah setelah itu mereka pulang. Karena mungkin pengaruh sudah lama tidak minum sepertinya handy sudah mulai agak mabok walaupun masih setengah sadar sih.
Valdo akhirnya membawa handy pulang bersama pak Yanto. Dan seperti biasa art yang paling tua di rumah handy masih menunggunya dengan setia. Valdo langsung membantu handy untuk ke kamar mandi, setelah itu dia menyiapkan pakaian handy barulah dia keluar dari kamar itu.
Setelah handy rapi dengan pakaiannya ternyata dia langsung tidur. Dan ketika valdo masuk lagi ke kamarnya dan melihat handy sudah tidur, valdo langsung pulang ke rumahnya. Kembali seperti ke biasanya mereka dulu sebelum bertemu tita dan maminya.
Keesokan harinya valdo datang lebih awal, dia sengaja ingin datang sebelum handy bangun. Sehingga ketika bangun handy sudah bisa langsung siap - siap dan jalan.
Kebetulan hari ini jadwal handy sangat padat, itu termasuk campur tangan valdo juga. Jadwal yang bisa di majukan valdo majukan supaya handy tidak sempat mikirin tita. Dan sore harinya mereka akan ke club lagi hingga malam.
Sudah empat hari handy tidak ke rumah tita, Linda juga yakin pasti handy sudah menebak jawaban tita yang tidak mau jalan sama handy. Sejujurnya Linda sangat kehilangan kalau mereka tidak datang, tapi mau gimana lagi, ada cinta yang tumbuh di hati handy, yang tidak mungkin bisa dia paksakan untuk tita.
Karena Linda lihat - lihat, tita masih sangat menikmati memiliki mobil barunya. Dan sepertinya dia tidak merasa kehilangan walaupun handy tidak datang ke rumah mereka.
Itulah yang membuat Linda juga berpikir kalau tita memang tidak mencintai handy. Tita hanya nyaman sebagai adiknya handy aja.
Hai semua, masih setia kan
Dukung terus ya
like, coment dan vote
Terimakasih🙏
__ADS_1