
"iya tita, jangan suka mendendam" dukung valdo
"oh iya, haruskah aku memikirkan perasaan wanita itu. wanita yang sudah membuat aku kehilangan daddyku. Daddy yang sangat aku sayangi dan selalu memanjakanku. Apa om tahu bagaimana besarnya dulu rasa kagumku kepada daddyku? apa om tahu betapa hancurnya hatiku ketika daddyku yang aku anggap paling menyayangiku mengatakan aku ngga perlu baginya? apa om tahu aku sangat hancur? hancurrr omm" teriak tita sambil menepuk dadanya membuat Linda langsung bangkit dari duduknya dan memeluk putrinya di dekat handy.
Handy bisa melihat dengan jelas betapa tita hancur hati.
"sudah sayang, nanti kamu pingsan lagi seperti dulu, sudahh ya, jangan di pikirkan yang berat - berat. Sekarang yang harus kita pikirkan untuk membuat kue besok, supaya kita punya pemasukan, iya kan"? ujar mami Linda lembut. Tita dalam dekapan Linda hanya mengangguk - angguk walaupun masih menangis. Kelembutan Linda selalu bisa membuat tita luluh.
"oh iya val, sepertinya besok kami belum bisa buat kuenya lho, karena bahannya belum ada, harus belanja dulu itu, karena lumayan banyak" ucap Linda mengalihkan pembicaraan sambil menuntun anaknya tita untuk duduk.
"tenang aja Bu, kali ini aku bantu, buat aja daftarnya, besok pagi bahanya pasti sudah ada" ujar valdo yakin.
Handy juga tersenyum mendengar ucapan valdo. itu memang bukan hal sulit untuk handy, hanya tinggal suruh orang super market antar ke rumah Linda.
"ohhh makasih ya val, merepotkan terus" tutur Linda.
"ngga Bu, itu hanya hal kecil. oh iya Bu Linda Minggu ini rumah mu sudah akan transaksi, sudah di urus pak Bastian semua"? ujar valdo
"oh iya, makasih banyak ya." ucapnya sendu melihat anaknya lagi.
"Sebenarnya sayang banget rumah itu di jual, itu saksi bisu pertumbuhan tita, tapi semua sudah berlalu, tita juga sudah mulai dewasa" lanjut ibu Linda lagi.
"iya kak, cobalah untuk move on, nanti juga ketemu yang lebih baik" ucap handy
"iya han, semoga aja"
Setelah lama ngobrol dan kopinya sudah habis, handy dan valdo pamit pulang.
Keesokan harinya seperti janji valdo tadi malam , semua bahan kue sudah banyak di rumah Linda dan tita.
__ADS_1
Dengan semangat mereka membuat kue dan setelah jadi di antar oleh pak Amir ke kantornya handy.
Begitulah setiap hari kegiatan mereka.
Dan seperti janji valdo kemarin, rumah Linda juga sudah terjual dan besoklah pembayarannya, termasuk serah terima surat oleh orang mereka masing - masing.
Tapi yang bikin Linda heran, nilai rumahnya malah lebih tinggi dari yang dia minta. Alasan pak Bastian nilai rumah di sana sudah meningkat tahun ini.
Dan malam ini, mereka semua makan malam di rumah kontrakan Linda. Linda sudah masak sangat istimewa. Ngga usah ditanya kalau mengenai rasa masakan, Linda adalah jagonya, karena dia sangat suka memasak sehingga senang belajar memasak bahkan dulu sampai sempat kursus.
Setelah mereka semua selesai makan dilanjutkan dengan canda tawa di ruang keluarga. Lagi - lagi Linda menunjukkan kemampuannya membuat cemilan teman kopi mereka.
Mereka semua sangat senang, termasuk Bastian dan anak buahnya yang membantu mengurus penjualan rumah ibu Linda, yang sebenarnya pembelinya adalah handy.
"pak Bastian, terimakasih banyak sudah selalu di bantuin. tapi kira - kira berapalah yang harus aku bayar ya pak untuk urusan jual beli rumah ini" ucap Linda polos.
Pak Bastian terlihat melirik handy yang sedang meliriknya juga, dan anggukan kepala handy dan menunjuk dadanya dia artikan bahwa ini urusan handy. Pak Bastian juga takut salah. Melihat interaksi pak Bastian dan handy, walaupun hanya sekejap valdo bisa mengartikan maksud bosnya.
" Dan lagi kemarin saya sudah mendapatkan duit dari wanita itu karena kecurangannya. itu aja sudah lebih dari cukup Bu, karena valdo juga ngga mau saya bagi" ucapnya tersenyum ringan.
"jadi anggap aja suami ibu sudah bayar saya untuk memberikan rumah itu sama ibu dan tita" ujar Bastian pasti.
Linda terlihat bingung, dia melirik handy minta pendapat. Handy juga akhirnya mengeluarkan pendapatnya.
"itu benar kak Linda, Bastian ini kan lawyer kantor juga, jadi anggap aja sekarang dia tulus membantu. pergunakanlah duit kalian dengan baik untuk hal lain ke depan" ucap handy dan di angguki oleh mereka semua.
"sekarang kita sedang merayakan itu jadi anggap aja semua urusan sudah tutup, dan uang kak linda itu sudah milik kak Linda dan tita, ngga perlu bayar - bayar apapun lagi" ujar handy sambil melirik Bastian dan handy.
"iya benar" dukung Bastian dan valdo
__ADS_1
"malam ini masakan ibu Linda luar biasa, sepertinya ibu Linda ini cocok untuk jadi guru lomba masak" ucap valdo serius
"ahhh valdo ada - ada aja" canda balik Linda.
Tanpa terasa ternyata hari sudah malam. Pak Bastian dan rombongannya akhirnya mohon diri, di susul valdo dan handy juga akan pulang.
Setelah mereka semua pulang, Linda merasa bersyukur bahwa setidaknya dia masih memiliki sedikit uang. Dia harus memikirkan sekolah tita dengan home schooling seperti saran handy dan valdo.
Sepertinya dia harus mulai membagi duitnya ini, supaya tidak habis sia - sia. Mereka harus beli rumah yang lebih kecil, yang penting bisa tempat berteduh dulu. Dan Linda juga harus segera memikirkan pendidikan putrinya tita.
Linda yang merasa anaknya tita sudah beranjak dewasa akhirnya membicarakan ini dengan putrinya dulu. Karena dia tidak mau kalau nantinya putrinya itu merasa seperti tidak dilibatkan, lagi pula tita harus bisa belajar dari keadaan kalau mereka tidak seperti dulu lagi.
"tita, menurut kamu lebih baik mana kamu sekolah biasa atau home schooling sayang. Paling tidak kalau home schooling kamu tidak perlu keluar rumah. Kamu sudah kelas dua semester genap, berarti tinggal satu setengah tahun lagi. gimana nak"?
"apa kita punya duit mi"
"ada sayang, biar nantinya kamu bisa punya ijazah, mau lanjut atau cari kerja ngga apa - apa", ucap Linda .
"tita terserah mami aja gimana baiknya mi" ucap tita akhirnya.
"baiklah sayang, kalau begitu kamu home schooling aja, lebih aman dan mami juga bisa lihat kamu sambil bikin kue" ujarnya.
Untuk saat ini sepertinya home schooling adalah cara terbaik buat mereka semua. Mereka harus tata perlahan kehidupan baru mereka, karena tita juga ngga usah keluar rumah dan Linda juga tidak perlu khawatir.
Hai semuanya
jangan bosan ya
like, coment dan vote
__ADS_1
Terimakasih🙏