KAKAKKU MERTUAKU

KAKAKKU MERTUAKU
PART 31 MEMBAHAGIAKANMU


__ADS_3

Tanpa tita sadari setiap pakaian yang sempat dia pegang di boutiq itu sudah langsung di beli oleh handy lewat valdo. SPG yang bertugas mengikuti tita jelas sangat senang karena penjualan mereka akan meningkat, pastinya gaji mereka nambah juga.


Setelah selesai berbelanja Linda sudah ingin pulang. Tadi yang jelas Linda sudah beli baju satu stel dengan harga yang tidak murah menurut Linda, tapi ini ditraktir oleh handy. Tita juga membeli satu celana Levis yang dia suka. Begitu juga Tini dan anaknya valdo, semua kebagian ditraktir oleh handy. Titalah yang jelas menang sangat banyak walau dia belum sadar.


Setelah selesai belanja, di lobby handy bertanya mereka ingin kemana lagi. Mumpung hari ini waktu mereka kosong tepatnya sih di kosongkan.


"om handy, katanya mau aja kita makan es krim itu" ujar tita menatap handy membuat Linda melirik anaknya, karena merasa tidak enak sama handy.


"tita sayang, handynya sudah capek nak" ujar Linda senyum agak malu sama handy, takut di kira anaknya ngga tahu diri. Bu Linda ngga tahu aja handy sangat senang.


"ngga apa - apa kak, ayo kita makan es krim" ujar handy.


"tidak usah dituruti Han, besok - besok bisa" ujar Linda ngga enak hati.


"tita" panggil Linda sambil melirik putri kesayangannya. Kalau ini bersama daddynya sih Linda pasti akan turuti, tapi ini orang lain, sudah jelas handy itu sangat sibuk, dan dia pasti merasa sangat di repotkan.


"mami sudah sangat cape sayang" ujar Linda berharap tita mengurungkan niatnya kalau bilang dia cape.


"biarin kak, gini aja kalau ngga, val antarin dulu bini Lo pulang sama kak Linda , kasian si kecil juga nanti sampai malam, baru nanti Lo nyusul" ujar handy akhirnya.


"atau kak Linda istirahat dulu di mobil waktu tita makan es krimnya, baru kita pulang" saran handy. Valdo sih terserah apa kata bosnya aja.


"kalau begitu biar aku sama Tini aja, biar tita bareng om handy sama om valdo. Tapi jangan lama - lama ya nak, mami tunggu di rumah valdo" ujar Linda


"oke mamiku cantik" ucap tita mencium pipi maminya gemes.


"Han, sekali lagi maaf ya, tita agak ngerepotin, mungkin dia lagi kangen dengan sosok daddynya" ucap Linda ke pada handy tapi langsung di potong sama tita.


"idihhh siapa yang kangen Daddy? ngga! aku sama sekali ngga kangen Daddy mi" ucap tita tegas tapi tetap aja raut wajahnya sedikit berubah menyebut nama Daddy.


"iya ya, kamu ngga kangen Daddy kok. dari tadi di jalan saya sudah janji kak mau bawa dia makan es krim dan nongkrong katanya. Mungkin dia sedikit butuh udara luar aja kak, selama ini sudah terkurung di rumah terus" ujar handy mendukung tita.


"iya om , benar itu" tutur tita lagi senyum bahagia.

__ADS_1


"ya sudah mami sama Tini duluan ya, mami tunggu di rumah valdo, jangan lama - lama" ujar maminya lagi sambil melangkah masuk mobil yang telah datang.


"Han, gua antar mereka dulu, nanti saya susul" ucap valdo sudah menaiki mobil yang akan mengantar anak dan istrinya, lalu mobil itu pun mulai melaju.


"iya val" ucap handy senyum


Tita dan handy langsung naik mobil juga begitu mobil valdo keluar dari lobby mall itu. Tita terlihat sangat senang dan bahagia.


"kamu ingin langsung beli es krim atau nongkrong dimana dulu" tanya handy berusaha sebaik mungkin untuk mbyat tita bahagia.


"enaknya gimana ya, emank nongkrong dimana om" tanya tita ke arah handy. Tita menatap handy yang tetap menatapnya juga.


"kenapa om, tita cemong ya" tanya tita sambil memegang pipinya.


"ngga kamu cerewet" ujar handy sambil senyum. Sudah terbayang lah reaksi tita, pasti akan memanyunkan bibirnya dan memutar bola matanya.


"ya sudah deh, ngga ngomong lagi" ucap tita seperti orang ngambek.


"eits jangan begitu donk, jangan ngambek ya. kamu boleh kok terus cerewet" ujar handy ketawa membuat tita akhirnya senyum.


"ommm mampir di taman tadi Yo" ujar tita semangat sambil memutar badannya melihat ke belakang.


"lihat apa di sana"


"katanya nongkrong, ya duduklah om, sambil menikmati udara malam, iyakan"? ujar tita santai.


Sejujurnya Handy sangat salut juga sama tita, walaupun dia termasuk anak orang kaya, tapi dia tidak suka hidup glamor. Justru terlihat mereka itu hidup sederhana.


Kalau gadis lain seusia tita mungkin sudah lebih senang ke cafe atau ke tempat glamor lainnya. Tapi lihatlah dia malah nongkrong di taman.


"pak kita putar balik dulu ya" perintah handy ke sang supir.


"baik pak"

__ADS_1


"dulu kamu sering nongkrong di taman ya"? tanya handy menggoda tita


"ngga om, mana boleh sama Daddy"! jawabnya


"terus kok kamu tahu di taman itu enak nongkrong" tanya handy mulai bertanya menggoda tita untuk berceloteh. Tapi bukannya berceloteh, tita malah terlihat sedih.


"Tahun kemarin waktu aku tahu Daddy selingkuh, aku bingung cerita ke siapa om, karena di rumah aku lihat mami juga menangis diam - diam di kamar" ujar tita mulai terlihat sendu.


Handy jadi merasa bersalah telah mengungkit masa lalu mereka yang sarat beban.


"sudah, tidak usah di ingat lagi, kalau buat kamu sedih", ujar handy memeluk tita dari samping. Hati handy damai banget kalau memeluk tita kayak begini, dia merasa menjadi laki - laki paling beruntung.


"Tidak om, itu memang bagian hidupku yang paling menyedihkan. om tahu ngga, waktu itu aku bingung sambil jalan tanpa arah dan sampailah aku di taman yang di jalan S. Disana semua orang lewat lalu lalang, tidak ada yang aku kenal. Jadi aku bebas menangis sepuasnya disana walau tanpa suara." tutur tita sudah menangis.


Handy tidak tega melihat tita menangis begini. Dia memeluk Ira makin erat untuk memberikan kekuatan untuk tita.


"sudah ta, jangan menangis lagi. Mulai sekarang kalau kamu ada masalah bilang samaku, cerita apapun itu bilang samaku, aku akan melindungimu dari apapun, itu janjiku" ucap handy yakin. Sementara tita masih sedikit terisak dalam pelukan handy.


"kamu dengarkan"? tanya handy lagi.


Begitu sampai di taman, handy memerintahkan supirnya untuk membelikan pop corn yang ada di sebrang jalan. Handy menggandeng tangan tita untuk mengitari taman itu.


Dan ditengah taman itu, dekat air mancur, handy mengajak tita untuk duduk.


"Ayo donk jangan sedih lagi, kalau masih sedih nanti ngga jadi makan es krim" ujar handy membuat tita berusaha senyum.


Handy senang melihat tita berusaha untuk tersenyum, walaupun itu tidak gampang. Handy yakin itu, karena dia pernah juga marah, kecewa dan juga sangat benci papinya dan selingkuhannya.


Dulu bahkan setiap ingat papinya dan wanita itu, handy akan memukul atau membanting barang apa aja yang ada di dekatnya karena sangat emosi dan sedih.


Selamat malam semuannya


Dukung terus ya

__ADS_1


like, coment dan vote


Terimakasih🙏


__ADS_2