
Walau dengan berat hati, handy tetap mengizinkan tita untuk bekerja di kantornya sebagai receptionist. Handy sudah memerintahkan valdo untuk mengatur semuannya dengan memindahkan satu receptionist ke bagian lain seolah - olah bagian receptionist memang kurang.
Sore ini valdo dan handy sudah mampir ke rumah tita sebelum mereka mengikuti acara makan malam.
"cil, serius kamu mau kerja" tanya valdo
"serius om valdo, kan daripada di rumah terus"
"tapi kerja itu berat cil, mending bantu ibu Linda di rumah" ujar valdo lagi
"ngga ah kak, sudah bosan juga. Tita pengen kayak orang - orang, yang tiap bulan dapat gaji" ucapnya sambil nyengir padahal handy sudah kurang suka lihat ke akraban mereka juga, apalagi nanti kalau tita kerja di kantor.
"Bagian receptionist sih keknya sedang butuh sama bagian ob, kamu mau bagian apa cil" tanya valdo
"kalau boleh bagian receptionistlah kak, tapi kalau ngga bisa ob juga ngga apa - apa" ujar tita santai, tapi membuat handy melotot ke arah handy, masak pacar tercintanya di suruh jadi ob, apa kata dunia.
"valdo, kamu ngomong apa"? geram handy melotot ke arah valdo
"yang kosong cuma dua bagian itu bos, syukur - syukur kalau lolos interview di bagian receptionist, kalau ngga kan pasti langsung mereka over ke ob" jawab valdo santai seolah ngga lihat kalau handy sudah kebakaran jenggot.
"kalau ob ngga usah kerja ta" ujar handy tegas.
Tita malah takut melihat handy marah begitu, akhirnya dia menyerah juga.
"ya sudah kalau tidak lolos di receptionist ngga usah kerja di sana kak, nanti aku coba kantor lain aja" ucap tita lagi
"ngga, ngga usah ke kantor lain" ucap handy lagi.
"nanti valdo yang urus biar kamu di receptionist" ucap handy akhirnya
"tapi aku ngga mau hasil KKN kak"
"dikantorku atau tidak usah kerja" ujar handy pelan tapi penuh tekanan. Handy sebenarnya kurang tega sih bentak tita, tapi dia harus tegas karena tita itu sedikit kurang tegas menurut handy. Dan dia juga terlalu baik sama orang.
"iya deh" ucap tita pelan. Itulah salah satu kelemahan tita, dia bisa gampang merubah keputusannya, tergantung siapa yang memintanya untuk melakukan itu. Kalau dia sudah percaya sama orang dan juga menyayangi orang itu, maka dia akan mengorbankan pendapatnya sendiri.
Akhirnya valdo membuatkan lamaran untuk tita bawa besok pagi ke kantor. Besok pagi dia akan berangkat sama handy dan valdo.
"kak handy, bisa ngga aku berangkat sendiri aja, di antar mami atau pak Amir deh" ucap tita
"ngga"
__ADS_1
"tapi nanti dilihat orang aku turun dari mobil kak handy, jadi tahu aku pacar bos kantor itu, nanti aku di bully kak"
"siapa yang berani bully kamu"
"ihhh kak handy, berangkat sendiri ya sama mami" ucapnya lagi
"tidak, kak Linda bikin kue, pak Amir jaga rumah, besok kita berangkat bareng. Nanti kita turun di parkiran basement biar gada yang lihat kalau kamu takut" ucap handy tegas. Solusi itu menurut tita tidak jelek, jadi kalau turun di lobby pasti banyak karyawan yang lihat, tapi kalau di basement pasti aman.
"ya sudah deh, aku berangkat sama kak handy" ucapnya senyum
Akhirnya tercapai juga kesepakatan untuk besok. Tita akan di jemput jam tujuh besok pagi.
Keesokan paginya tita sudah sangat antusias begitu juga dengan ibu Linda. Karena dia juga sangat senang kalau tita bisa lebih dekat dengan handy dan itu pasti menambah pengalamannya juga.
Ibu Linda sangat yakin dan percaya sama handy, karena handy sangat mencintai tita.
Ibu Linda dengan semangat menyiapkan kemeja putih dan celana hitam untuk tita. Rambutnya di sanggul tapi ke belakang. Ibu Linda juga memoles wajah tita sedikit dengan make up sehingga tita terlihat makin cantik.
Linda cukup puas melihat penampilan putrinya. Jika memang mereka jodoh, putrinya memang cocok untuk seorang handy yang bos perusahaan.
Tidak berapa lama mobil handy masuk halaman rumah tita. Handy langsung turun dari mobilnya dan tita juga langsung keluar menuju teras.
Handy dan valdo langsung terpana melihat penampilan tita, sangat cantik. Apalagi dia di polesi sedikit make up di wajahnya. Dia keluar diikuti kak Linda yang senyum juga melihat putrinya.
Handy sampai berhenti melangkah masuk melihat tita melangkah keluar dengan indahnya. Apalagi tita tersenyum bahagia dengan tas tangan di lengannya.
"kak handy sudah datang" teriak tita agak berlari kecil
"ayo kita langsung jalan" tambah tita, sementara handy masih bengong, menatap tita tanpa kedip.
"gimana tampilanku kak, sudah oke belum"? tanya tita dengan gaya centilnya, melihat handy masih menatapnya.
"ta, katanya sudah mau kerja, jangan seperti anak kecil lagi toh" ucap Linda mengingatkan putrinya dengan lembut.
Ucapan Linda menyadarkan handy dari keterpanaannya.
"ngga apa - apa kak, itukan ciri khasnya tita" ucap handy senang. Dia masih mengagumi calon istrinya yang sangat cantik ini.
"ya sudah jalan sana" ucap kak Linda
"baiklah kak, kami langsung jalan" ucap handy langsung menggandeng tangan tita sambil senyum. Handy langsung membukakan pintu mobil untuk tita, lalu dia dibukakan pintu oleh valdo.
__ADS_1
Di dalam mobil handy tidak melepas gandengan tangannya. Tangan tita tetap ada dalam genggamannya. Handy senyum - senyum sambil mengelus tangan tita. Hatinya sangat bahagia dan berbunga - bunga.
Tita semakin antusias aja untuk bekerja.
" Kak handy nanti tita ditanyain apa ya kalau interview"? tanya tita yang masih nervous mau interview. Sementara handy malah tidak ingat kalau tita mau interview, dia sangat menikmati pegangan tangan sama tita dan bisa mencium aroma tubuh tita dari dekat.
"kak handy" panggil tita lagi karena kak handynya belum menjawab juga.
"kenapa sayang" ujar handy gelagapan karena ngga fokus.
"nanti di tanyain apa kak interviewnya" ulangnya.
"ohhhh kak handy ngga tahu ta, itu wewenang HRD, kamu kan ngga mau KKN" balas handy
"iya sih"
"nah berarti hasilnya harus siap apapun itu, oke" ujar handy lagi.
"oke" jawab tita spontan
"cuma mau tahu aja, biasanya ditanyain apa aja. kak valdo tahu kali" tanya tita ke valdo
"yang umum aja lah cil" jawab valdo asal.
Tidak berapa lama mereka tiba di kantor handy. Valdo memerintahkan supir untuk menurunkan mereka di basement.
"handphonenya aktifin" ujar handy sebelum mereka berpisah di lift karena handy akan menggunakan lift khusus pimpinan.
"oke kak" jawab tita kocak sambil menyalami tangan handy.
"doain tita di terima ya kak" ucapnya lagi menggoda handy membuat handy gemes dan ingin mencubitnya.
Hallo semua pembaca setiaku
Dukung terus tulisan ini ya
like
coment
vote
__ADS_1
Terimakasih🙏